Roti Pisang Dan Sosis


Assalamu'alaykum


Yuhuuuu ngeroti lagi yaaaaa.....beberapa waktu lamanya tidak ngeroti kok kangen. Pada dasarnya saya tipe pembosan akan segala jenis makanan. Setiap kali makan suatu makanan, paling sekedar ngicip doang. 1-2 potong atau 1-2 suap. Tapi gak tau kenapa, saya bisa menikmati proses pembuatannya. Puas rasanya jika hasil roti yang dibuat cepat habis. Roti yang disukai penghuni rumah adalah roti manis. Terutama yang berisi pisang. Udah deh kalo yang namanya roti pisang pasti cepet habis. Resep di bawah ini tetap pakai resep yang dulu. Sudah kadung cinta soalnya. Cuma ukuran roti diperkecil jadi 35 gr per pcs, bukan 50 gr seperti biasanya. Hasilnya jadi lebih banyak, sampai 29 pcs. Biar puas yang pada makan.


Bahan :
400 gr terigu protein tinggi
100 gr terigu protein sedang
100 gr gula pasir
7 gr ragi/yeast instant
1 butir telur utuh
225-250 ml santan sedang
2 sdm mentega tawar
½ sdt garam halus

Isi : pisang uli dan sosis, masing-masing ditumis sebentar dengan mentega
Olesan : telur kocok + 1 sdm minyak sayur
Taburan : coklat meises, panir kasar

Cara membuat :
1. Campur semua terigu, gula pasir dan yeast instant, aduk rata. Buat lubang di tengah, masukkan telur. Uleni sambil dituangi santan sedikit demi sedikit sampai menggumpal dan sedikit lengket.

2. Masukkan mentega dan garam, uleni sampai kalis elastis. Tutup adonan dan fermentasikan sampai naik 2x lipat atau lebih. Siapkan loyang lebar beralas kertas roti, olesi minyak, sisihkan.

3. Kempiskan adonan. Timbang adonan seberat 35 gr. Bulatkan dan istirahatkan 10 menit supaya rileks.

4. Taburi meja kerja dengan tepung. Ambil satu buah adonan, pipihkan bentuk oval. Letakkan pisang atau sosis di salah satu ujung, gulung sampai setengah. Kerat-kerat sisa adonan kemudian lanjutkan menggulung sampai habis. Tata di atas loyang. Lanjutkan hal yang sama dengan sisa adonan berikutnya.

7. Fermentasikan sampai adonan naik 50% dari besar semula. Panaskan oven suhu 200'C.

8. Olesi adonan dengan bahan olesan dan beri taburan. Isi pisang ditaburi meisis dan isi sosis dengan panir kasar. Panggang sampai kuning kecoklatan selama 20-25 menit. Angkat dari oven dan selagi panas olesi mentega supaya tidak kering.

Hasil : 29 pcs



أَدِّبوا أولادَكم عَلَى ثَلاَثِ خِصَالٍ حُبِّ نَبِيِّكُمْ ،َحُبِّ أَهْلِ بَيْتِهِ، وحبّ القرآنِ

Ajarilah anak anak kalian tata krama 
atas tiga hal : Cinta pada Nabi kalian, cinta pada anak cucunya dan cinta Al-Qur'an. [HR. Ad-Dailami, Musnad Al-Firdaus, juz 1 hal. 24



Seblak Kangkung Telur Puyuh


Assalamu'alaykum


Gegara saya bikin Seblak Kari tempo hari, bapaknya anak-anak minta lagi. Judulnya kualat dia hihihi....lha tiap kali saya bikin seblak selalu manyun dan bilang nggak doyan. Ketika saya bikin seblak yang terakhir kali dan dicicip, tau-tau seblak di wajan habis tak bersisa hahahah....katanya ngicip, kok sampai habis gitu ya hihihi..... Berarti doyan dong sama seblak, ye kaaaannn 😁😁😁😁 Dan untuk menutupi rasa nggak enak karena diledek, wajannya dicuci bersih sekalian wkwkwk 😂😂😂 emak sih happy banget sambil ngucap Alhamdulillah 😇😇😇 Nah karena doyan itulah saya jadi punya ide bikin seblak merah. Memanfaatkan cabe merah besar di kulkas. Tempo hari beli cabe dengan harga murah. Cuma 5 ribu untuk 1/4 kg. Murah kan ya. Emak bahagia deh kalo dapat belanjaan murah gini meski cuma cabe hahahah.... Tapi sekaligus berpikir, petani bisa menikmati keuntungannya apa tidak ya ? Suka sedih rasanya jika biaya bertanam cabe tidak ketutup karena harga cabe yang terlalu murah, hiks 😪

Kembali ke seblak ya. Seblak yang diberi sayur seperti sawi atau kol ternyata lebih segar rasanya. Bisa menetralisir lemak pada kuah kaldu, bakso, sosis dan telurnya. Jadi lebih balance gitu. Kali ini diberi kangkung saja karena saya demen banget sama kangkung. Tidak jarang saya makan kangkung mentah. Enak lho. Renyah. Gak pahit lagi. Untuk resep di bawah teteeeuuuppp pakai bahan yang simpel dan murah meriah. Biar pada kemecer bikin seblak gak pakai mahal. Kan biar bisa beli lipstick juga sisa duitnya. Eh, hahahahah...... Hayuk ah bikin seblak....


Bahan :
150 gr kerupuk kanji putih
2 batang daun bawang, iris tipis
5 biji (lebih juga boleh) cabe rawit merah, iris tipis
5 butir bakso, potong sesuai selera
5 bh tahu pong, potong sesuai selera
50 gr kangkung, potong 2-3 cm
500 ml kaldu ayam
2 butir telur, kocok asal rata
½ sdt garam
¼ sdt gula pasir
⅛ sdt merica bubuk
15 butir telur puyuh rebus, kupas

Bumbu tumbuk :
3 bh cabe merah besar
5 butir bawang merah
2 siung bawang putih
2 cm kencur
2 butir kemiri

Cara membuat :
1. Rebus kerupuk menggunakan air secukupnya sampai matang. Angkat dan tiriskan. Sisihkan.

2. Panaskan sedikit minyak, tumis bumbu tumbuk sampai matang dan garing supaya tidak langu. Menyusul daun bawang dan cabe iris. Tumis sampai layu.

3. Menyusul kaldu ayam. Rebus sampai mendidih. Beri garam, gula dan merica. Koreksi rasa. Boleh diberi kaldu bubuk jika suka.

4. Jika sudah pas rasa kuahnya masukkan kerupuk rebus, bakso dan tahu. Menyusul telur kocok. Aduk sampai berserabut dan telur matang.

5. Terakhir masukkan kangkung dan telur puyuh, aduk sebentar. Matikan api. Sajikan hangat.


Sambel Goreng Telur Ceplok

Assalamu'alaykum


Lama nian saya tidak masak sambel goreng. Masakan ini atas permintaan bapaknya anak-anak yang pingin sambal goreng telur ceplok. Olahan satu ini memang paling pas dinikmati bersama nasi hangat nan pulen. Awas ya kalo sampai tambah nasi di piring hahahah......


Bahan :
6 butir telur ayam
50 gr kacang tholo/kacang tunggak, rendam air panas semalam, tiriskan
2 cm lengkuas, memarkan
2 lbr daun salam
4 lbr daun jeruk
200 ml santan kental dari 1/2 butir kelapa
800 ml santan encer (sisa perasan santan kental)
garam, merica dan gula secukupnya
2 sdt rebon/rese/udang kering

Bumbu halus :
10 butir bawang merah
5 siung bawang putih
5 bh cabe merah besar
10 bh cabe merah keriting
2 cm kunyit
4 butir kemiri
1 sdt ebi, rendam air panas sampai empuk, tiriskan

Cara membuat :
1. Buat telur ceplok satu per satu di atas wajan sampai telur habis. Sisihkan.

2. Tumis bumbu halus sampai wangi masukkan lengkuas, daun salam dan daun jeruk. Lanjutkan menumis sampai matang dan agak kering.

3. Masukkan santan encer, garam, merica, gula dan rebon. Didihkan. Menyusul telur ceplok dan kacang tholo, masak sampai santan agak menyusut dan kacang jadi lunak.

4. Setelah mendidih masukkan santan kental. Koreksi rasanya. Beri kaldu bubuk jika suka. Masak sebentar sampai mendidih sambil diaduk aduk supaya santan tidak pecah. Angkat dari api.


Capcay Ati Ampela

Assalamu'alaykum


Setelah bikin asem-asem ati ampela tempo hari, saya diberi ati ampela lagi oleh bapaknya anak-anak (tepok jidat lagi hihihi ). Sempat bingung mau masak apa gitu. Karena melihat ada paket sayur sop, langsung dapat ide bikin capcay aja. Apalagi ada terigu di rumah jadi bisa bikin kekian palsu. Kekian yang asli biasanya dibuat dari udang ya. Kekian pakai terigu ini sangat familiar di Solo. Hampir semua pedagang capcay biasanya pakai kekian terigu karena harganya yang lebih murah daripada kekian udang. Jadi harganya bisa dijangkau pembeli. Karena saya nggak punya udang, pakai bahan seadanya di kulkas. Sip deh. Karena semua bahan sudah siap langsung capcus menuju dapur. Setelah matang wuiiiii....enak deh. Capcay pakai ati ampela emang maknyusss....


Bahan kekian palsu :
200 gr terigu
½ sdt garam
¼ sdt soda kue
1 butir telur ayam
250 ml air

Bahan sayur dan bumbu :
4 pasang ati ampela, rebus sampai empuk, potong-potong
2 butir telur, dibuat scramble egg (orak arik telur)
1/2 bh bawang bombay, iris tipis panjang
4 siung bawang putih, memarkan
1 sdt kecap ikan/kecap asin
2 bh wortel, potong serong tipis
5 batang buncis, siangi, potong 2 cm
5 batang sawi hijau, potong 2 cm
100 gr kol, potong kasar
1 batang daun bawang, potong 1/2cm
100 ml air kaldu/air putih biasa
1 sdm saus tiram
1/2 sdt garam
1 sdt gula pasir
1/2 sdt merica bubuk
bawang goreng secukupnya untuk taburan

Cara membuat :
1. Campur semua bahan kekian hingga rata dan kental seperti adonan bakwan ya. Tuang sebanyak 1 sendok sayur ke dalam wajan berisi minyak banyak dan panas. Goreng sampai matang kuning kecoklatan kedua sisinya. Angkat tiriskan. Lakukan sampai adonan habis. Dinginkan kemudian potong sesuai selera. Sisihkan.

2. Tumis bawang bombay dan bawang putih sampai layu, beri kecap ikan. Masukkan wortel, buncis dan 50 ml air kaldu. Biarkan jadi empuk.

3. Masukkan telur orak-arik, ati ampela, dan sisa sayuran seperti sawi hijau, kol dan daun bawang.

4. Bumbui dengan saus tiram, garam, gula dan merica. Aduk rata dan masukkan sisa kaldu dan cek rasanya. Jika suka boleh ditambah kaldu bubuk atau penyedap. Angkat dari api dan sajikan hangat bersama bawang goreng.


“Sesungguhnya pada dirimu ada dua akhlak yg dicintai Allah, yaitu al-hilm (menahan diri ketika marah, tidak tergesa-gesa menyikapi suatu masalah) dan al-anaah (berhati-hati dalam menghadapi suatu masalah, menahan diri dan tidak terburu-buru).” (HR. Muslim)


Lele Santan Kuning

Assalamu'alaykum


Hari Minggu kemarin, sekitar pukul 10 siang, ketika saya sedang sibuk, bapaknya anak-anak pamit keluar akan bayar listrik. Sepulangnya, beliau bawa tentengan belanjaan. Setelah dibuka ternyata ikan lele. Padahal baru 3 hari yang lalu saya bikin lele goreng *tepokjidat* Ini kok disuruh ngolah lele lagi sih. Padahal saya sedang bosan makan lele. Mau protes kok takut kalo manyun 😁😁😁 Setelah dipikir lagi, gak apa deh buat lauk orang di rumah. Tapi saya bingung mau dimasak apa lagi nih lele. Karena stok bahan cuma ada bumbu dapur dan santan, baiklah saya masak pakai kunyit dan santan saja. Beberapa waktu lalu pernah ya masak Lele Bumbu Kuning. Naaa kali ini bumbunya sama, tapi minus cabe ijo karena gak ada stok di kulkas. Air dalam resep diganti santan biar gurih rasanya.

Bahan:
1 kg (8 ekor) ikan lele
2 siung bawang putih, parut
1 sdt garam
2 sdm air jeruk nipis
100 g tepung bumbu siap pakai
1 btg serai, memarkan
2 cm lengkuas, memarkan
2 lbr daun salam
5 lbr daun jeruk
500 ml air santan sedang
1 sdt garam
1 sdt gula pasir
10 bh cabai rawit merah utuh

Bumbu Halus :
4 btr kemiri
4 cm kunyit
4 cm jahe
10 butir bawang merah
5 siung bawang putih
10 butir merica bulat

Cara Membuat:
1. Cuci bersih ikan lele. Lumuri lele dengan bawang putih, garam, dan air jeruk nipis. Diamkan selama 30 menit.

2. Lumuri ikan dengan tepung berbumbu. Goreng ikan di minyak panas dan banyak hingga kering dan matang. Angkat dan tiriskan.

3. Tumis bumbu halus hingga harum, dan garing supaya tidak langu. Masukkan serai, daun salam, lengkuas dan daun jeruk, aduk hingga layu.

4. Tambahkan santan, didihkan. Masukkan ikan lele goreng, garam dan gula, masak hingga meresap dan kuah menyusut. Koreksi rasanya.

5. Terakhir masukkan cabe rawit. Masak sebentar. Angkat dan sajikan.

Tata letak lele kurang cantik.
Masih panas sudah dituang ke dalam pinggan
karena mengejar waktu makan siang

"Berhati-hatilah dari tindakan berprasangka buruk, karena prasangka buruk adalah sedusta-dusta ucapan. Jangan saling mencari kejelekan orang lain, saling memata-matai, mendengki, saling membelakangi, dan saling membenci. Jadilah kalian hamba2 Allah yg bersaudara" (HR. Bukhari 6064)


Eggless Butterless And Milkless Chocolate Cake


Assalamu'alaykum


Meski saya sedang tidak enak badan karena sisa-sisa flu, masih juga nguprek di dapur karena sakau baking hihihi....lha lidah rasanya pahit dan rasanya kok jadi manja pingin makan ini itu. Mumpung weekend ini adalah cheating day, saya bikin aja coklat cake (hayoooo ☝☝ makan sepotong aja ya. Ingat, alarm tubuh akan "berbunyi" jika kebanyakan). Setelah beberapa lamanya absen, saya rindu dengan cake coklat. Dulu saya keranjingan banget sama cake coklat. Gila banget gitu. Minimal seminggu sekali harus bikin cake coklat. Kalo nggak, berasa sakau. Tapi setelah mengikuti pola makan Food Combining, saya merasa lebih anteng terhadap coklat. Nggak craving atau ngebet banget terhadap coklat. Terhadap makanan lain juga biasa saja. Tidak sering berasa "ngidam" mendadak. Tapi kali ini saya rindu cake coklat meski gak merasa sakau. Rindu pada masa-masa dulu saya sering eksekusi cake coklat. Rindu pada rasa antusias supaya resep bisa segera nampang di blog. Karena rindu itulah saya mantengin koleksi resep yang telah disimpan. Dan pilihan jatuh pada eggless chocolate cake. Mumpung masih ada stok coklat bubuk banyak di rumah, jadi alasan untuk membuatnya. Resep di bawah ini adaptasi dari resep Dayang Jack, seorang blogger Malaysia yang sudah lama absen dari dunia blogging. Meski lama tidak update resep, tapi koleksi resepnya masih sering saya intip. Terpesona dengan segala resep di dalamnya terutama Eggless Recipes-nya. Gegara resep dari Dayang Jack, Cake Coklat Kukus Tanpa Telur pernah jadi resep fenomenal di jagat maya, meski sudah diubah suai sesuai selera saya. Meski sudah diubah sedemikian rupa, asal mula siapa pemilik resep tetap saya cantumkan. Saya berusaha memiliki etika dan norma kesopanan dalam hal ini. Tidak asal comot resep orang kemudian diaku-aku sebagai resep asli miliknya. Malu 🙈🙈🙈

Nah sebelum saya ngelantur ada baiknya cekidot resep di bawah ini yang gampil banget ya. Resep cuma diaduk-aduk pakai whisker saja supaya mudah homogen. Resep asli menggunakan loyang bulat 23 cm, dipanggang selama 30 menit. Tapi saya pakai loyang ring diameter 22cm biar hasilnya tebal. Ini kedua kalinya saya bikin cake coklat dengan resep yang sama. Resep pertama dipanggang, hasilnya agak kering kulitnya. Dan sedikit sulit dipotong karena kulitnya kering. Harus menginap dulu supaya lebih lembut. Selain itu penggunaan baking powder sebanyak 2 sdt mengakibatkan permukaan cake jadi pecah-pecah.  Percobaan kedua kali, mencoba dikukus dan hasilnya lebih ciamik dikukus. Ketika dikukus masih saja merekah, tapi rada lumayan, meski baking powder sudah dikurangi jadi 1 sdt saja. Begitu juga penggunaan soda kue dikurangi separuh. Dengan dikukus rasanya jadi lebih lembab dan legit menurut saya. Lebih recommend dikukus yah. Resep di bawah sudah dimodif jadi bukan resep aslinya. Yuk sekarang kepoin resepnya yuk.

Bahan :
250 gr terigu serbaguna
1 sdt baking powder (atau ½ sdt Baking Powder Double Action)
½ sdt soda kue
50 gr coklat bubuk kualitas bagus
2 sachet (40gr) kopi 3in1
½ sdt garam
175 gr gula pasir
500 ml air panas
160 ml minyak sayur
2 sdt (10ml) cuka

* Takaran gula menyesuaikan rasa coklat bubuknya. Saya menggunakan merk Bensdorp yang rasanya tawar (tapi wangiii aromanya). Jika menggunakan coklat bubuk pahit, tambahkan takaran gula pasirnya.

* Cuka bisa diganti air jeruk nipis/lemon 15-20 ml. Jangan takut jadi asam karena tingkat keasaman jeruk nipis/lemon lebih rendah daripada cuka.

* Penggunaan bahan pengembang bisa dikurangi lagi atau dihilangkan salah satu (baking powder atau soda kue) karena masih retak juga setelah dikukus.

Cara membuat :
1. Siapkan loyang ring diameter 22 cm tinggi 8 cm. Olesi mentega/margarin semua bagiannya. Sisihkan. Panaskan kukusan.

2. Campur kemudian ayak jadi satu semua bahan kering seperti terigu, baking powder, soda kue dan coklat bubuk. Tuang ke dalam wadah besar. Menyusul kopi, gula dan garam, aduk sampai rata.

3. Masukkan air panas dalam 2-3 tahap, aduk menggunakan whisker sampai rata. Pada tahap ini adonan agak kental ya. Menyusul minyak sayur, aduk sampai rata dan homogen. Hasil akhir adonan sedikit cair.

4. Terakhir masukkan cuka, aduk cepat supaya daya kerjanya tidak segera habis. Tuang ke dalam loyang. Hentakkan loyang beberapa kali untuk menghindarkan kue berlubang setelah matang.

5. Kukus dalam dandang yang sudah dipanaskan sampai matang selama 45-50 menit. Gunakan api kecil-sedang supaya permukaan tidak merekah. Lakukan tes tusuk untuk mengetahui tingkat kematangannya.

اِنَّ اللّٰهَ فَالِقُ الْحَبِّ وَالنَّوٰى ۗ  يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَمُخْرِجُ الْمَيِّتِ مِنَ الْحَيِّ   ۗ  ذٰ لِكُمُ اللّٰهُ فَاَنّٰى تُؤْفَكُوْنَ

"Sungguh, Allah yang menumbuhkan 
butir (padi-padian) dan biji (kurma). Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. Itulah (kekuasaan) Allah, maka mengapa kamu masih berpaling?"
(QS. Al-An'am: Ayat 95)

* Via Al-Qur'an Muslimah https://goo.gl/hWQsvK

Asem-Asem Ati Ampela

Assalamu'alaykum


Cuaca yang panas cetar dan sangat membara membuat saya "ngidam" makanan yang asem manis segar. Sepertinya asem-asem adalah pilihan yang pas bagi menu makan siang di rumah. Yup. Asem-asem adalah salah satu menu favorit. Rasanya yang manis asem gurih karena penggunaan kecap manis, bikin nagih orang rumah yang memang Jawa banget lidahnya. Kali ini divariasikan dengan ati ampela ayam. Biasanya sih pakai daging ayam atau tetelan. Tapi kayaknya cocok juga pakai ati ampela. Setelah matang wuih enak. Seger deh. Nggak salah kalo resep ini jadi koleksi asem-asem di DapurManis. Yuk intip resepnya yuk.

Bahan :
6 pasang ati ampela
1.000 ml (1 liter) air
5 sdm kecap manis
1 sdm asam jawa larutkan dalam 100 ml air panas (boleh diganti cuka makan)
1 sdt garam
2 sdt gula pasir
200 gr buncis, siangi, potong 1-2 cm
2 bh wortel, potong sesuai selera
2 butir kentang, potong dadu
10 bh tahu pong, potong sesuai selera
1 bh tomat merah, potong kasar
10 butir cabe rawit merah utuh
2 batang daun bawang, iris 1-2 cm

Bumbu iris :
10 butir bawang merah
5 siung bawang putih
10 bh cabe merah keriting

Cara membuat :
1. Cuci bersih ati ampela. Rebus bersama air sampai mendidih. Buang airnya. Ganti dengan air bersih kemudian rebus sampai empuk. Angkat, tiriskan. Buang air rebusannya.

2. Didihkan 1.000 ml air. Masukkan ati ampela rebus. Sementara itu tumis bumbu iris sampai harum. Masukkan bumbu tumis ke dalam rebusan ati ampela. Biarkan mendidih.

3. Menyusul kentang dadu, kecap manis, larutan asam jawa, garam dan gula pasir. Setelah kentang matang, menyusul buncis, dan wortel.

4. Setelah mendidih koreksi rasanya. Harus asam manis gurih. Seimbangkan rasanya. Jika suka kaldu bubuk/penyedap rasa silakan ditambahkan. Kalau air menyusut banyak, tambahkan air panas secukupnya.

5. Terakhir masukkan tahu pong, tomat, cabe rawit dan daun bawang, aduk sebentar. Padamkan api dan siap disajikan.


Seblak Kari Pedes Mampusss....

Assalamu'alaykum


Lagi lagi memanfaatkan kaldu ayam kuning ya (di freezer saya selalu punya kaldu kuning sisa ngungkep ayam). Dan lagi lagi bikin seblak kuah yang enak. Kali ini dibikin seblak dengan bubuk kari. Jika dibikin seblak gak bakalan ditolak penghuni rumah. Di rumah, hanya bapaknya yang gak doyan seblak. Kalo saya bikin seblak, selalu menggerutu "bikin makanan kok yang aku gak doyan" begitu katanya sambil bersungut-sungut, hahahah....masa bodo ah. Sesekali saya mau menghibur diri makan makanan kesukaan saya. Kan emak capek, tiap hari masak, bebenah, ngeblog dan mengerjakan seabrek kerjaan di rumah. Butuh asupan tambahan gitu dan rekreasi makanan (bela diri). Karena mau memberdayakan kaldu kuning, kepikir deh bikin seblak. Cantik pasti ya kuahnya kalo kuning begini. Selain itu pasti lebih gurih karena kaldunya sudah full bumbu. Dikasih bumbu kari juga biar wangi. Selain itu dikasih cabe rawit merah 10 biji ! Buat saya 10 butir cabe rawit sudah bisa membakar lidah. Apalagi bumbu karinya sudah pedes. Takut kepedesan dan gak doyan. Jika mau lebih pedas tambahin lagi cabenya. Cabenya diiris tipis-tipiiis gitu supaya bijinya keluar semua. Atau diuleg ? Boleh banget !! Biar pedes mampus hihihi....

Khusus kuah seblak saya menyukai kuah yang dituangi telur kocok. Jadi telur bisa berserabut gitu lho. Kuahnya jadi guriiiihh banget. Selain itu jadi kental juga. Tapi jika tidak suka, telur boleh dibikin scramble egg dulu baru dimasukkan ke dalam kuah. Untuk isinya saya pakai kerupuk bawang warna warni. Kerupuk ini biasanya dipakai tukang nasi goreng. Gak pakai kerupuk seblak yang putih  karena stok di tukang sayur habis. Jadi kalo mau bikin seblak bisa pakai kerupuk apa saja ya. Biar lebih sehat (tsaahhh) saya kasih sawi dan kol juga. Cara menikmatipun bersama irisan mentimun. Maksudnya supaya lebih bervariasi, bukan cenderung ke sehatnya. Eh tapi beneran, bikin sehat jiwa raga kalo enak dan kenyang lhoooo. Otomatis bahagia juga wkwkwkwk..... Pembaca DapurManis pasti setuju dengan pendapat saya yang satu ini. Ya nggak, hahahah.... Halaaaah ngomong apaan sih. Mulai ngelantur kayaknya. Daripada ngoceh gak karuan kesana kemari, cekidot resep yuk 👇👇

Bahan :
150 gr kerupuk bawang
2 batang daun bawang, iris tipis
10 biji (lebih juga boleh) cabe rawit merah, iris tipis
1 sdm bubuk kari, larutkan dalam 3 sdm air
5 butir bakso, potong sesuai selera
5 batang sosis, potong setebal 1cm
4 batang sawi hijau, potong 4-5 cm
2 lembar kol/kubis, potong kasar
400 ml kaldu ayam kuning
2 butir telur, kocok asal rata
½ sdt garam
¼ sdt gula pasir
Sejumput merica bubuk
Mentimun, potong dadu

Bumbu tumbuk :
5 butir bawang merah
2 siung bawang putih
2 cm kencur
2 butir kemiri

Cara membuat :
1. Rebus kerupuk secara terpisah menggunakan air secukupnya sampai matang. Angkat dan tiriskan. Sisihkan.

2. Panaskan sedikit minyak, tumis bumbu tumbuk sampai matang dan garing supaya tidak langu. Menyusul daun bawang dan cabe iris. Tumis sampai layu (hati-hati kalo bersin yah hahahah....)

3. Masukkan larutan kari. Tumis sampai mendidih. Menyusul kaldu ayam kuning. Rebus sampai mendidih. Beri garam, gula dan merica. Koreksi rasa.

4. Jika sudah pas rasa kuahnya masukkan kerupuk rebus, bakso dan sosis

5. Menyusul telur kocok. Aduk sampai berserabut dan telur matang. Terakhir masukkan sawi dan kol, aduk sebentar. Matikan api. Sajikan hangat bersama mentimun.



وَالْاَرْضَ وَضَعَهَا  لِلْاَنَامِ
"Dan bumi telah dibentangkan-Nya untuk makhluk(-Nya),"
(QS. Ar-Rahman: Ayat 10)

فِيْهَا فَاكِهَةٌ وَّالنَّخْلُ ذَاتُ الْاَكْمَامِ 
"di dalamnya ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang,"
(QS. Ar-Rahman: Ayat 11)

وَالْحَبُّ ذُو الْعَصْفِ وَالرَّيْحَانُ
"dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya."
(QS. Ar-Rahman: Ayat 12)

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"
(QS. Ar-Rahman: Ayat 13)

* Via Al-Qur'an Muslimah https://goo.gl/hWQsvK

Kari Nangka Dan Tahu

Assalamu'alaykum


Late Post. Sebenarnya resep ini sudah dibuat dua minggu setelah lebaran 2018 yang lalu. Berhubung saya lupa, kesimpan di GNotes sampai berbulan-bulan, barulah sekarang diupload resepnya. Bisa nemu resep ini Alhamdulillah sekali karena pada akhirnya saya tumbang juga akibat flu (bandel, kebanyakan cheating sih makanya daya tahan tubuh menurun) Gak bisa ngeblog, harus banyak-banyak istirahat. Tapi semua prolog dan resep sudah didraft. Jadi tinggal copas dan upload saja. Silakan menikmatinya dan semoga bermanfaat ya 🙏🙏🙏

================================

Kari lagi kari lagi hihihi..... Maaf yaaa....habis bapaknya anak-anak pingin nangka muda yang dimasak kari sih (alesan). Entahlah, orang di rumah pada demen sama kari semenjak dikirimi bumbu kari Melayu dari mb Monica Rampo. Akhirnya ke pasar deh nyari nangka muda. Karena pedagang sayur masih minim, harganya jadi gak normal. Heran, lebaran sudah berakhir lebih dari 2 minggu tapi para pedagang banyak yang belum balik. Akibatnya harga sayur dan ayam masih mahal. Semoga saja hal ini segera berakhir (elus-elus dompet). Resep yang dipakai masih simpel dan gampil seperti biasa ya. Biar rasanya enak, penggunaan daging ayam akan membuat nendang rasanya. Jika ada stok kaldu, gunakan saja. Boleh pakai kaldu ayam atau sapi. Tetap enak semua kok hasilnya.

Bahan :
500 gr nangka muda, potong agak kecil
1/2 ekor ayam, potong sesuai selera
10 bh tahu goreng segitiga
800 ml santan encer
200 ml santan kental
2 sendok teh garam
1 sendok teh gula pasir
3 sdm bubuk kari pedas, larutkan dalam sedikit air
2 lbr daun salam
3 lbr daun jeruk
3 cm lengkuas, memarkan
2 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu halus :
2 sdt ketumbar sangrai
⅛ sdt jintan sangrai
6 butir bawang merah
5 siung bawang putih
4 butir kemiri, disangrai
3 cm kunyit

Cara membuat:
1. Rebus nangka muda selama 5 menit di dalam air mendidih untuk menghilangkan getahnya. Angkat, tiriskan.

2. Panaskan minyak. Tumis bumbu halus sampai harum. Masukkan larutan kari, daun salam, daun jeruk dan lengkuas.

3. Masukkan santan encer, garam dan gula pasir. Menyusul nangka muda, ayam dan tahu. Masak sampai bumbu meresap. Koreksi rasa. Boleh diberi kaldu bubuk jika suka.

4. Terakhir masukkan santan kental. Biarkan mendidih sebentar. Setelah matang matikan api.

Note :
* Masakan nangka paling enak dinikmati setelah menginap semalam. Bumbu akan terasa lebih meresap.



 رَبَّنَا ظَلَمْنَاۤ اَنْفُسَنَا وَاِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَـنَا وَتَرْحَمْنَا لَـنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ


"....Ya Rabb kami, kami telah 
menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi."
(QS. Al-A'raf: Ayat 23)

* Via Al-Qur'an Muslimah https://goo.gl/hWQsvK

Pempek Nasi Rebon


Assalamu'alaykum


Sudah beberapa hari terakhir ini kok pingin pempek ya. Saya kayaknya ketagihan pempek rebon yang pernah saya bikin beberapa bulan lalu. Mumpung ada sisa nasi sedikit di meja makan, saya bikin aja biar jadi pempek. Resepnya adaptasi dari pempek yang saya sebut di atas, masih pakai terigu biar lembut hasilnya. Karena bapaknya anak anak masih pilek dan sedikit batuk, saya beri pempek rebus saja (saya pun akhirnya ketularan pilek. Kepala rasanya berdenyut-denyut nih. Rasanya mendadak stress kalo badan nggak fit gini. Kepikiran kerjaan rumah yang pasti berantakan jika emak cuti sakit). Sedang anak-anak makan pempek yang digoreng. Untuk kuah cukonya saya pakai gula merah gelap yang dijual di warung dekat rumah. Meski warnanya gelap, tapi tidak segelap gula merah batok asli Palembang. Udah gitu saya pakai cabe merah besar sehingga warna cuko jadi coklat kemerahan, tidak coklat gelap lagi. Enak deh pempek rebon pakai nasi. Ketika digoreng aromanya whuaaaa membahana di seantero dapur saya hahahah..... Dah ya, baca resep di bawah baik-baik. Emak mau istirahat dulu. Semoga lekas baikan dari pilek. Aamiin 😇😇😇

Bahan :
125 gr nasi
100 gr udang rebon
600 ml air
1 sdm garam
150 gr terigu
2 butir telur
500 gr tepung tapioka/kanji/aci
Extra tapioka/aci/kanji untuk baluran tangan

Bahan kuah cuko :
500 ml air
200 gr gula merah, disisir
100 gr gula pasir
100 ml air asam jawa (asam jawa bisa diganti cuka jika tidak ada)

Bumbu yang dihaluskan untuk kuah cuko (saya pakai blender) :
8 siung bawang putih beserta kulitnya
5 bh cabe rawit merah
4 bh cabe merah besar
1 sdm ebi
1/2 sdm garam

Cara membuat :
1. Kuah cuko : Dalam sebuah panci masukkan air, gula merah, gula pasir, air asam dan bumbu halus. Rebus sampai mendidih. Cicip rasanya. Jika kurang, bisa ditambah gula dan cuka. Angkat dan saring. Buang ampasnya. Dinginkan.

Note :
* Simpan kuah cuko semalam sebelum digunakan supaya lebih kental dan rasanya lebih enak karena bumbu sudah blend (berbaur) semua jadi satu

2. Siapkan blender masukkan nasi, rebon dan garam. Tuangi air secukupnya (ambil dari 600 ml) asal blender bisa berputar. Proses sampai halus.

3. Siapkan panci, masukkan larutan rebon dan sisa air, rebus hingga air mendidih. Matikan api.

4. Letakkan terigu di wadah besar, tuangi dengan larutan rebon panas, aduk cepat dengan menggunakan spatula kayu. Aduk sampai rata, biarkan hingga dingin.

5. Tambahkan telur kemudian uleni. Uleni asal rata saja.

6. Tambahkan tepung tapioka/kanji sambil diuleni asal rata. Ringan-ringan saja. Jika sudah rata langsung stop ! Jangan terlalu lama mengulen supaya hasilnya tidak keras. Hasil akhir lengket ya. Tapi jangan ditambah tapioka, keras nanti hasilnya.

7. Siapkan air dalam panci cukup banyak. Beri 2 sdm minyak goreng supaya pempek tidak lengket nantinya. Didihkan.

8. Lumuri tangan dengan tapioka, ambil adonan sebesar bola pingpong. Segera masukkan ke dalam air mendidih, rebus hingga mengapung. Setelah mengapung lanjutkan merebus 5-10 menit supaya matang sampai ke dalam. Tiriskan. Lakukan sampai adonan habis. Dinginkan.

9. Goreng pempek dalam minyak panas hingga permukaannya sedikit kecoklatan, angkat dan tiriskan. Sajikan bersama kuah cuko.

Rasulullah shallallahu ‘alaih wa sallam bersabda :

“Orang tua adalah pintu surga yang paling tengah. Jika engkau ingin, maka sia-siakanlah pintu itu atau jagalah ia.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)