Oseng Tauge Teri Jengki

Assalamu'alaykum


Ketika saya lagi bengong karena gak ada kerjaan dan hanya menonton tv, gonta-ganti channel, mendadak mata saya menatap acara di salah satu channel yang sedang menayangkan acara masak-masak. Kalo tidak salah acara Dapur Nova. Waktu itu Chef Dea memperagakan masakan simpel dan mudah yaitu Oseng Tauge. Seketika saya antusias melihat bahan yang dimasak. Bahan yang digunakan pun sederhana. Langsung ide tersebut nyantol di kepala dan akan dibuat jika sudah mood (contoh kemalasan diri dengan mengkambing hitamkan kepada si mood. Padahal bahan super gampil gitu kok gak segera dieksekusi. Keterlaluan kan 😁). Oke deh, akhirnya dengan sekuat tenaga saya paksa supaya mau terjun ke dapur untuk membuat resep murah meriah ini. Bagi yang ngefans dengan aliran masak memasak, yang demen mencampur baurkan antara sayur beserta lauk pauk dalam satu wajan, "garis keras" pulak, anda harus mengangkat tangan, high five dengan saya. Tossss 😂😂😂 Masakan model begini di rumah saya alhamdulillah, mesti cepet habis. Emak sih sueneng banget dengan aliran masak model begini. Soalnya ga perlu pakem. Dengan mengatas-namakan kreativitas, masak ngawur, asal gabruk semua bahan di kulkas tetap jadi kok. Yang penting bumbunya dibuat menyesuaikan selera keluarga. Meski enak tapi kalo selera tidak cocok, ya percuma karena gak bakalan "diendus" orang rumah. Nah oleh karena itulah kita harus mengenali selera makan keluarga supaya apa yang kita buat tidak sia-sia.

Ok ya, saya ga akan ngoceh terlalu banyak karena sudah ga ada ide untuk nulis prolognya. Buntu gitu karena tanggal tua wakakakakakaaaa 😂😂😂


Oseng Tauge Ikan Asin
By : Rina Audie

Bahan :
250 gr tauge kacang hijau
50 gr teri jengki asin, cuci bersih
1 batang daun bawang, iris tipis
¼ sdt garam
½ sdt gula pasir
½ sdt saus tiram
Kaldu bubuk, optional

Bumbu iris :
5 siung bawang merah
2 siung bawang putih
5 bh cabe merah keriting

Cara membuat :
1. Tumis bumbu iris sampai harum. Menyusul daun bawang, aduk sampai layu. Masukkan teri jengki. Boleh diberi air sekitar 50ml supaya buncis cepet matang. Masak sampai air habis.

2. Masukkan tauge, aduk rata dengan cepat.

3.  Bumbui garam, gula dan saus tiram. Koreksi rasanya. Jika menyukai kaldu bubuk silakan ditambahkan. Matikan api. Siap disajikan.

Note :
* Menumis tauge jangan terlalu lama supaya tauge tidak terlalu matang sehingga masih renyah rasanya.


Opor Ayam Kacang Panjang

Assalamu'alaykum


Karena sudah terlalu lama absen bikin Opor Ayam, saya langsung kalap begitu melihat ayam di tukang sayur. Apalagi bumbu di rumah lengkap karena beberapa hari sebelumnya sudah belanja bumbu. Untuk masak opor, saya terbiasa menggunakan kunyit supaya berwarna kuning cantik. Ada juga yang tanpa kunyit, sehingga disebut Opor Putih. Tapi saya demen opor kuning. Selain lebih menarik, hal ini sudah biasa saya lihat sejak saya kecil dulu. Jika ibu  masak opor, selalu berwarna kuning. Bumbu opor sangatlah simpel. Hanya menggunakan bumbu dapur yang sudah tersedia sehari-hari di rumah. Kali ini untuk variasi masakan saya menggunakan kacang panjang. Sudah beberapa resep opor ayam di blog DapurManis yang pernah saya buat. Opor menggunakan tahu tempe pun ada resepnya. Opor ayam yang dicampur sayur seperti buncis juga pernah dibuat dan rasanya tidak kalah enaknya. Jadi, variasi opor sangatlah banyak. Untuk masak opor gak perlu menunggu lebaran kayaknya, hehehe. Sekarang aja dicobain resepnya biar nggak penasaran. Yuk.

Bahan:
1 ekor ayam, potong 10 bagian
10 lonjor kacang panjang, dipotong-potong 4 cm
3 lembar daun jeruk, dibuang tulangnya,
2 lembar daun salam
1 batang serai, diambil putihnya, dimemarkan
2 cm lengkuas, dimemarkan
1/2 sendok makan garam
1 sendok teh gula pasir
800 ml santan dari 1/2 butir kelapa
3 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu Halus:
4 butir kemiri, disangrai
8 butir bawang merah
3 siung bawang putih
1/2 sendok teh ketumbar
4 cm kunyit

Cara membuat :
1. Panaskan minyak. Tumis bumbu halus, daun jeruk, daun salam, serai, dan lengkuas sampai harum.

2. Tambahkan ayam. Aduk rata. Masukkan santan, garam, dan gula pasir. Masak sampai mendidih dan matang.

3. Koreksi rasanya. Boleh diberi kaldu bubuk jika suka. Terakhir masukkan kacang panjang. Masak sebentar, matikan api. Siap disajikan.

Puding Cocktail 3 Lapis

Assalamu'alaykum


Late Post (ditulis November 2019)
Hai halo semua, apa kabar. Semoga pembaca DapurManis selalu sehat dan bahagia semuanya ya. Aamiin. Karena cuaca tidak tentu di Ciledug, kadang hujan dueras sekali dan terkadang panas membara, saya membuat puding karena ada stok agar-agar 6 bungkus di toples besar. Biasa kan ya, emak-emak pemburu diskon kelakuannya selalu absurd. Melihat diskonan selalu gak tahan. Langsung main cemplang-cemplung ke dalam keranjang belanja, meski kadang gak tau mau dibuat apa semua barang diskonan itu. Supaya gak kelamaan nganggur, agar-agar ini diberdayakan jadi puding fruit cocktail saja alias puding buah. Buah yang saya pakai adalah buah cocktail kalengan. Jika ga ada, boleh kok diganti dengan buah lain. Misal jeruk, nenas, atau mangga. Btw, sekarang lagi musim mangga kan ya. Mangga lagi murah sehingga saya berinisiatif menambahkan mangga di dalam pudingnya. Di Ciledug 1 kg mangga hanya dibanderol 10 ribu rupiah saja. Murah banget kan ya. Selain alasan supaya lebih banyak, aroma mangga ini bikin pudingnya jadi wangi. Hmmm. Hasilnya, duh enakeee. Makan seiris berasa kurang hihihi.... Puding buah dipadu dengan lapisan tengahnya berasa seperti makan dengan vla. Masih ditimpali dengan puding cokelatnya. Nyampur jadi satu berasa rame di di dalam lidah. Nyam-nyam....

Mencontek dari resep Puding Biskuit 3 Lapis dulu, saya mengganti biskuit marie dengan buah cocktail. Buah cocktail ini pemberian dari Bu Tari, tetangga rumah. Ketika saya berkunjung ke rumah beliau untuk silaturahim, pulangnya dibawain cocktail buah kaleng. Ih bu Tari ini ya, terlalu baik deh sampai saya bingung bagaimana membalas kebaikannya. Setiap kali saya memberi sesuatu untuk beliau, pulangnya saya malah diberi aneka macam bawaan. Kue, roti, jilbab, pashmina atau yang lainnya. Padahal saya ga berniat untuk diberi apapun oleh beliau. Terakhir kali sewaktu saya mentraktir beliau makan gado-gado di depan Balai RW bersama bu Rini, saya diberi sehelai pashmina baru. Coba, gimana saya gak sungkan jadinya kalo begini hihihi..... Mau menolak, takut beliau tersinggung. Diterima, saya yang gak enak hati. Rasanya antara seneng dan sungkan campur aduk jadi satu hihihi..... Rejeki mah rejeki, tapi jangan sampai rejeki yang gak disangka-sangka ini menjadikan saya orang yang tidak tau diri. Misal, jadi ngarep yang berlebih terhadap kebaikan bu Tari. Malu deh rasanya. Hal satu ini berusaha saya jaga dengan sungguh-sungguh. Saya harus tau diri, jaga diri dan jaga sikap jangan sampai mengecewakan beliau dalam berteman. Sebagai balasan atas pemberian buah cocktailnya, bu Tari saya beri seloyang Puding Biskuit 3 Lapis. Mumpung saya bikin puding dan hasilnya banyak, sebagian saya berikan pada beliau. Alhamdulillah beliau menyukai puding buatan saya. Senangnyaaaa.

Puding Biskuit setelah sampai
di rumah Bu Tari

Bahan Lapisan Bening :
300 gr buah kaleng, pisahkan air dan buahnya
1 buah mangga, ambil dagingnya, potong dadu
1 pack (7gr) agar-agar bubuk putih/plain
800 ml air (campuran air buah kaleng + air biasa. Komposisi sesuaikan dengan selera)
5 sdm gula pasir (bisa disesuaikan dengan selera)

Bahan Lapisan Tengah :
2 sdm terigu
1 bungkus (7gr) agar agar putih/plain
700 ml susu cair
10 sdm gula pasir
50 ml susu kental manis putih
4 butir kuning telur
2 sdm margarin

Bahan Lapisan Cokelat :
1 bungkus (7gr) agar agar coklat (boleh pake warna putih)
3 sdt coklat bubuk
10 sdm gula pasir
50 gram dark cooking chocolate, cincang kasar
800 ml air

Cara membuat :
1. Siapkan 2 buah cetakan agar-agar. 1 loyang volume 2 liter dan 1 loyang ukuran 1 liter.

2. Tata/susun buah kaleng di dasar loyang. Sisihkan.

3. Lapisan bening : rebus semua bahan lapisan bening seperti agar-agar, gula dan air hingga mendidih, angkat dan biarkan uap panasnya hilang. Koreksi rasanya.

4. Tuangkan adonan agar-agar perlahan lahan, yang bertujuan agar buah tidak mengapung. Biarkan hingga mengeras permukaannya (setengah beku). Selanjutnya kita buat lapisan tengah

5. Lapisan tengah : larutkan terigu dalam 100-150 ml susu cair, aduk sampai benar benar licin. Saring jika bergerindil. Masukkan kuning telur, aduk sampai rata. Sisihkan.
Didihkan sisa bahan seperti agar-agar, susu cair, susu kental manis dan gula. Matikan api. Tuang 3-4 sendok sayur agar agar panas ke dalam adonan terigu, aduk rata. Masukkan kembali ke dalam panci panas berisi agar agar tadi. Nyalakan api kecil dan rebus sampai kental seperti vla dan meletup letup. Jangan lupa untuk selalu diaduk supaya tidak pecah. Koreksi rasanya. Jika kurang manis tambahkan gula. Matikan api. Masukkan margarin, aduk sampai mencair dan rata.

6. Angkat, hilangkan uap panasnya, lalu tuang di atas puding buah yang sudah 1/2 beku. Biarkan mengeras hingga setengah beku. Sisihkan.

7. Sekarang kita buat lapisan cokelat. Rebus semua bahan hingga mendidih, angkat dan biarkan uap panasnya hilang. Tuang perlahan ke atas adonan kuning yang 1/2 beku. Bekukan di suhu ruang. Simpan di lemari es hingga semua bagian puding mengeras dan set.

8. Balikkan agar-agar di atas piring saji, potong-potong, sajikan dingin lebih nikmat.

Hasil : 2 loyang

Note :
* Selain menggunakan biskuit marie, resep puding biskuit ini bisa juga diganti dengan biskuit lain. Misal dengan biskuit kelapa, biskuit keju, oreo atau lainnya.

* Lapisan kuning boleh ditambah 2-3 tetes pewarna kuning muda supaya menarik warnanya. Atau bisa juga pake sejumput kunyit bubuk. Jika pingin lebih enak, ganti 2 butir telur utuh dengan 4 butir kuning telur.

* Jika suka kopi, boleh tuh lapisan coklat diberi kopi hitam instant semisal Nescafe gitu. 1-2 sdt sudah cukup kiranya supaya nggak terlalu pahit.

*Jika ingin dibagi rata, gunakan 2 loyang masing masing ukuran 1,5 liter ya.



No Knead Sausage And Cheese Bread


Assalamu'alaykum


Apa kabar ? Setelah tempo hari bikin roti isi sarikaya pandan, saya pingin roti yang gurih. Roti gurih ini saya buat menggunakan metode tanpa ulen. Meski tanpa ulen tapi hasilnya lembut. Biasanya saya langsung membentuknya setelah difermentasi pertama. Tapi saya menginginkan roti yang lembut dan elastis meski tanpa diuleni. Saya melakukan proses gulung dan giling untuk mendapatkan tekstur kalis elastis yang saya inginkan. Dengan digiling, adonan akan melar, mirip seperti ditarik ketika diuleni menggunakan tangan atau mixer. Saya melakukan tahap gulung dan giling ini sebanyak 7-8 kali. Sebenarnya saya ingin bikin roti sobek, tapi kok malas ya untuk buletin adonan satu per satu. Apalagi suhu di Ciledug luar biasa panas di akhir Oktober ini. Saya tidak mau berkejar-kejaran dengan fermentasinya. Takut over proofing. Akhirnya adonan dibentuk loaf aja supaya cepat selesai. Untuk isian saya menggunakan sosis dan keju cheddar. Setelah matang, ih enyak sodara. Saya sampai makan beberapa iris sekali makan, hihihi.... Doyan deh roti gurih seperti ini. Lain kali mau bikin roti gurih lagi ah, biar ada variasi selain roti manis yang sudah biasa dimakan. Yuk sekarang capcus resepnya.

Bahan :
300 gr terigu serbaguna
15 gr susu bubuk
4 gr ragi instant
50 gr gula pasir
½ sdt garam halus
2 sdm irisan daun bawang, ambil bagian hijaunya saja
1 butir telur
150 ml air hangat
2 sdm mentega suhu ruang

Isi :
4 buah sosis, iris dadu kecil
100 gr keju cheddar diparut

Olesan dan taburan :
Telur kocok
Keju cheddar parut

Cara membuat :
1. Dalam wadah besar campur semua bahan kering seperti terigu, susu bubuk, ragi instant, gula pasir dan garam halus. Aduk rata. Masukkan irisan daun bawang, aduk rata kembali.

2. Buat lubang di tengah, masukkan telur dan air hangat. Aduk menggunakan centong nasi sampai rata. Adonan akan menggumpal dan lengket. Masukkan mentega, aduk kembali sampai benar-benar rata. Oles permukaan adonan dengan minyak goreng sampai rata supaya tidak kering. Tutup dan fermentasikan sampai naik 2 kali lipat atau lebih.

3. Siapkan loyang loaf 2 buah masing² berukuran 7x20x7 cm. Alasi kertas baking dan olesi minyak/margarin. Sisihkan.

4. Kempiskan adonan. Bulatkan. Giling hingga pipih berbentuk oval. Gulung. Putar 90' sehingga sisi pendek berada di depan kita, giling lagi hingga pipih. Gulung sambil dipadatkan. Putar 90' dan giling hingga pipih. Lakukan proses gulung dan giling ini hingga 7-8 kali untuk mendapatkan adonan yang halus dan elastis. Jika selama proses ini adonan masih lengket, taburi terigu secukupnya.

5. Setelah proses giling dan gulung selesai, bagi adonan jadi 2 bagian @315gr, bulatkan. Istirahatkan 15 menit supaya rileks.

6. Ambil 1 buah adonan, giling pipih sehingga berbentuk oval setebal 1 cm. Taburi sosis dadu dan keju parut. Gulung sambil dipadatkan. Putar 90'. Pipihkan lagi. Taburi sosis keju. Gulung sambil dipadatkan. Letakkan di loyang. Lakukan hal yang sama dengan sisa adonan. Fermentasikan hingga naik 90% dari tinggi loyang.

7. Panaskan oven suhu 180'C. Olesi permukaan adonan dengan telur, taburi keju. Panggang selama 20-25 menit. Setelah matang keluarkan dari oven dan olesi mentega supaya tidak kering permukaannya.

Roti Sobek Sarikaya Pandan

Assalamu'alaykum


Dalam rangka memberdayakan sarikaya, stok di dalam freezer. Karena di rumah penggemar roti, akhirnya selai sarikaya dihabiskan untuk bikin roti sobek saja. Jadi ingat dulu pernah membuat Roti Pandan Isi Sarikaya. Sekarang dibalik, sarikaya pakai pandan dan rotinya plain. Kali ini saya pakai pasta pandan botolan karena pohon saya sedang merana akibat kemarau. Daun pandan saya banyak yang mengering sehingga tidak tega untuk memotongnya, meski hanya sekedar sebagai pengharum nasi. Biarkan saja si pohon bertahan hidup sembari menunggu musim hujan tiba. Padahal setiap hari disiram menggunakan air cucian beras namun hanya sedikit sekali menolong. Daun tetep saja kering. Sedih deh melihat daunnya banyak sekali yang mengering. Sekian tahun lamanya pohon pandan ini sudah berbakti banyak pada keluarga kami. Pohonnya rimbun, meski hanya ditanam di pot. Anaknya juga banyak, muncul di bawah batang utama si induk. Tapi setali tiga uang, si anak pun daunnya juga banyak yang kering. Jadi kasian saya terhadap pohon pandan kesayangan. Alhamdulillah, hujan telah turun di Ciledug bulan Oktober ini. Tapi baru beberapa kali saja, belum setiap hari turun hujan. Pohon pandan kesayangan mulai kelihatan segar meski masih banyak yang kering daunnya. Gak apa deh. Semoga hujan makin sering turun di rumah. Aamiin.


Resepnya masih sama dengan yang dulu kok. Masih favorit gitu. Gurihnya santan dalam adonan roti memang membuat jatuh cinta. Wangi khas santan juga terasa nikmat ketika roti digigit. Alamaaakkkk nulis sambil ngeces nih hihihi...Langsung capcus saja ya biar gak ngelantur. Yuuuukkkk....

Bahan roti :
500 gr terigu serbaguna
50 gr susu bubuk fullcream
100 gr gula pasir
6 gr ragi instant
2 butir telur utuh
200-225 ml santan dingin dari kulkas
2 sdm mentega tawar
1 sdt garam halus

Isi sarikaya pandan :
500 ml santan, sedang kekentalannya
1 sdt pasta pandan botolan
150 gr gula pasir
75 gr terigu serbaguna
½ sdt vanili bubuk
½ sdt garam
3 butir kuning telur, kocok pakai garpu asal rata

Olesan sebelum dipanggang : 1 sdm telur kocok + ½ sdm susu cair

Taburan : wijen/chocochips/chocorice/ almond slice/kenari/keju cheddar parut

Cara membuat :
1. Isi sarikaya : campur semua bahan.  Aduk sampai rata dan licin, jangan bergerindil. Tuang ke dalam pan anti lengket. Rebus sampai meletup-letup dan kental. Matikan api, dinginkan. Masukkan ke dalam kulkas supaya lebih padat sehingga mudah diisikan ke dalam roti nantinya.

2. Roti : campur jadi satu terigu, susu bubuk, gula pasir dan ragi instant dalam wadah besar, aduk rata. Buat lubang di tengah.

3. Masukkan telur. Menyusul santan  sambil diuleni. Tuang santan sedikit demi sedikit. Uleni sampai menggumpal dan sedikit lengket.

4. Masukkan mentega dan garam. Uleni sebentar. Lanjutkan mengulen sampai kalis elastis mencapai tahap window pane stage (jika adonan dibentang bisa membentuk lapisan tipis transparan). Sisihkan.

5. Siapkan loyang berikut ini :
- 2 buah loyang brownies ukuran 20x10x4cm
- 1 bh loyang loaf ukuran 21x7x7cm.
- 1 bh loyang ring diameter 16cm tinggi 5cm.
Alasi semua loyang dengan kertas roti dan oles dengan mentega/margarine/minyak di semua bagian loyang. Sisihkan.

6. Tanpa fermentasi, timbang adonan masing masing seberat 50gr. Bulatkan. Sisihkan 10 menit supaya relax (hasilnya jadi 20-21 pcs).

7. Ambil adonan. Tipiskan, beri isian sarikaya kemudian gulung sambil dipadatkan. Rapatkan sisinya supaya tidak bocor. Letakkan berjajar di loyang  (loyang loaf berisi @ 5pcs, loyang ring berisi 6pcs). Lakukan sampai adonan habis.

Note :
* Berbekal pengalaman sebelumnya, saya selalu mengisi loyang loaf sebanyak 6pcs. Karena roti sobek ini menggunakan filling, jumlah roti yang ditata dikurangi supaya tidak meluap ketika dipanggang. Filling di dalamnya membuat roti jadi semakin gembul dan membesar.

8. Tutup adonan dan fermentasikan di tempat hangat hingga mencapai 80%-90% dari tinggi loyang.

9. Panaskan oven suhu 180'C. Ambil adonan yang telah mengembang. Olesi dengan campuran telur. Beri taburan.

10. Panggang sampai matang dan permukaannya kuning kecoklatan, selama 15-25 menit. Setelah matang olesi mentega selagi panas.


Capcay Kekian Kampung

Assalamu'alaykum


Ketika saya masih di Solo, kami sering sekali beli capcay di kaki lima. Capcay di Solo yang harganya terjangkau biasanya pakai kekian kampung. Kekian terbuat dari adonan terigu dan air kemudian digoreng. Mirip seperti bakwan tapi tanpa sayur. Berhubung harganya yang terjangkau, kekian ini tanpa diberi ayam atau udang. Dengan kata lain kekian palsu. Sedang kekian yang asli biasanya pakai udang, ayam atau protein hewani lainnya. Dan kekian kampung ini kadang bisa dijumpai ketika membeli bihun goreng di bakul snack tenongan (FYI, tenongan berasal dari kata tenong, yaitu wadah bulat besar dari logam, yang biasanya berisi aneka jajan pasar. Bihun goreng ini biasanya dibungkus daun pisang sedang kekian kampungnya ngumpet di bawah bihun. Bakul tenongan ada yang keliling kampung atau komplek perumahan untuk menawarkan dagangannya, ada juga yang jualan di pasar tradisional). Selain itu bisa juga menambahkan kekian untuk nasi goreng atau mie goreng. Tapi yang paling sering dijumpai adalah kekian untuk capcay alias capjae (logat Jawa untuk mengucapkan capcay). Kekian kampung ini sudah jadi resep pakem untuk capjae Solo dan sekitarnya. Dan selama di Ciledug saya sering sekali bikin capcay ala Jawa ini menggunakan kekian kampung. Jujur saja, saya belum pernah bikin sendiri capcay yang menggunakan kekian asli, yang pakai protein hewani. Saya kurang demen. Lebih seneng kekian kampung yang ringan rasanya.

Resep untuk kekian kampungnya menggunakan soda kue, tanpa telur. Saya mendapatkan resepnya dari pedagang capcay waktu masih di Solo dulu. Soda kue memberi tekstur empuk dan berlubang-lubang meski tanpa telur. Jika mau pakai telur, boleh saja. Untuk 250 gr terigu, pakai 1 butir telur plus air secukupnya, tanpa bahan pengembang. Tentu saja pakai garam ya. Semua bahan itu dicampur jadi satu hingga menyerupai adonan bakwan. Lebih gurih pastinya hasil kekian yang pakai telur. Tapi dari segi tekstur lebih padat karena tanpa bahan pengembang. Boleh gak adonannya pakai telur dan bahan pengembang ? Saya tidak menyarankan karena rasanya kurang enak menurut saya. Aroma soda kue akan terasa lebih kuat (menyengat) jika dicampur telur. Sangat berpengaruh terhadap cita rasa kekiannya nanti. Selain itu warna kekian akan menjadi lebih coklat, lebih cepat berubah warna ketika digoreng. Penampilannya jadi kurang cantik dan menarik. Jadi pilih salah satu saja. Jika pakai bahan pengembang skip telurnya. Jika mau pakai telur skip bahan pengembangnya. Paham ya guys....

Sedang bumbu capcay yang dibuat ini seperti resep capcay pada umumnya. Mudah dan murah meriah. Jika bikin capcay gini selalu digadoin ketika menyantapnya. Tanpa nasi gitu. Lha kekiannya aja udah bikin kenyang, jadi gak perlu pakai nasi. Dan setiap kali bikin capcay, selalu habis dinikmati orang rumah. Alhamdulillah.

Bahan kekian kampung :
250 gr terigu
1 siung bawang putih, haluskan/diparut
½ sdt soda kue
¼ sdt garam
⅛ sdt lada bubuk
⅛ sdt kaldu bubuk (optional, saya gak pakai)
400 ml air

Bahan capcay :
1/2 butir bawang bombay, cincang
1/2 sdt kecap ikan/kecap asin
1 batang daun bawang, iris tipis
100 gr wortel, iris miring
50 ml air
5 batang sawi hijau, potong 3-4 cm
50 gr kol, potong kasar
5 butir bakso, iris sesuai selera
4 batang sosis, potong bulat 1 cm
2 butir telur dibuat scramble egg
200 ml air kaldu ayam/daging
1 sdm saus tiram
2 sdt kecap manis
½ sdt garam
¼ sdt lada bubuk
½ sdt gula pasir

Bumbu capcay, haluskan :
2 siung bawang putih
3 butir kemiri

Cara membuat :
1. Kekian kampung : campur semua bahan kering dan bawang putih. Tuangi air sedikit demi sedikit sampai menjadi adonan yang licin dan kental. Gunakan whisker supaya mudah bercampur. Aduk rata. Adonannya mirip seperti adonan bakwan ya.

2. Panaskan minyak cukup banyak. Tuang adonan menggunakan sendok sayur. Jangan terlalu banyak memasukkan adonan ke dalam minyak karena akan mengembang. Goreng sampai matang kuning kecoklatan kedua sisinya. Angkat, tiriskan sampai dingin. Potong sesuai selera. Sisihkan.

Note :
* Kekian kampung ini bisa dibuat dalam jumlah banyak. Setelah digoreng dan dingin, masukkan dalam box plastik supaya tidak keras, kemudian simpan di kulkas. Jika mau pakai, keluarkan dulu sampai suhu ruang, supaya empuk lagi, baru dipotong-potong. Bisa digunakan sebagai campuran mie, bihun goreng atau nasi goreng.

3. Capcay : tumis bawang bombay sampai layu dan bening. Menyusul bumbu halus, kecap ikan dan daun bawang. Setelah daun bawang layu masukkan wortel. Beri 50 ml air dan masak sampai wortel jadi lunak.

4. Tuangi kaldu. Bumbui saus tiram, kecap manis, garam, gula, lada dan kaldu bubuk jika suka. Biarkan mendidih. Koreksi rasanya. Menyusul sisa bahan seperti kol, sawi, bakso, sosis dan scramble egg. Masak sebentar asal sayur layu.

5. Terakhir masukkan kekian kampung, aduk rata. Masak sampai kekian sedikit lunak karena menyerap kuah capcay. Matikan api dan siap disajikan.



Bakwan Spaghetti


Assalamu'alaykum


Masih berusaha memberdayakan spaghetti pemberian bu Tari tempo hari. Setelah membuat Bitterballen Spaghetti dan sekarang telah habis, saya berpikir mau dibikin apalagi ya. Saya berusaha menggabungkan makanan tradisional dengan spaghetti yang notabene adalah makanan barat. Jika dipikir, bentuk spaghetti ini mirip dengan mie. Saya pun pernah membuat bakwan mie. Dari situlah ide ini muncul. Untuk bakwan, adonannya seperti bakwan pada umumnya yang berisi sayur. Saya menggunakan paket sayur sop dari tukang sayur langganan. Dalam satu bungkus sayur sop ada kol, wortel, kentang, buncis dan daun bawang. Semua bahan ini bisa dipakai untuk membuat bakwan. Karena di kulkas ada sisa bakso sapi 2 butir, dicemplungin saja sekalian supaya bakwan ini lebih kaya rasa. Ternyata, bakwan spaghetti ini tetep enak rasanya. Endess gitu. Cocok juga dibuat cemilan yang merupakan salah satu jajanan street food kita.

Bahan :
50 gr spaghetti kering
200 gr tepung terigu
25 gr tepung beras
1 sdm tepung tapioka/kanji/aci
1/2 sdt garam
1/4 sdt merica bubuk
225 ml air
2 bh wortel, serut memanjang
2 butir kentang, serut memanjang
5 batang buncis, iris bulat tipis
5 lembar kol, iris tipis
2 batang daun bawang, iris halus
2 butir bakso, potong kecil-kecil

Bumbu halus :
1/2 sdt ketumbar
2 siung bawang putih
2 butir kemiri
1 cm kunyit

Cara membuat :
1. Rebus air sampai medidih. Beri garam dan masukkan spaghetti. Masak spaghetti sampai matang. Tiriskan dan potong-potong, sepanjang 3-4cm. sisihkan.

2. Dalam sebuah wadah besar campur terigu, tepung beras, tapioka, garam, merica dan bumbu halus. Tuangi air sambil diaduk sampai rata, kental dan licin. Cek rasanya. Boleh ditambah kaldu bubuk dan penyedap rasa jika suka. Aduk rata.

3. Masukkan kentang, wortel, buncis, kol dan daun bawang, aduk rata. Menyusul spaghetti dan bakso, aduk sampai rata kembali.

4. Panaskan minyak di atas wajan cukup banyak. Dengan menggunakan sendok sayur, goreng adonan di bagian pinggir wajan sambil dilebarkan. Siram-siram supaya lepas dari wajan, dan goreng sampai kuning kecoklatan. Angkat dan tiriskan. Sajikan hangat bersama cabe rawit atau saus cabai.

Brudel Manado

Assalamu'alaykum


Yihaaaa....ngeblog lagi di bulan Oktober setelah absen lebih dari seminggu. Bulan September kemarin hanya bisa posting 5 resep. Ngenes ya hihihi..mood ngalor ngidul emang jadi biang kerok yang susah dihilangkan sih (alesan). Beberapa hari yang lalu mb Monica Rampo kirim WA, menanyakan kenapa saya belum update blog. Jawabannya ya gitu deh, ga mood dan belum punya ide bikin apapun. Padahal di dalam draft sudah berderet-deret aneka resep yang sekiranya bakal saya bikin dalam waktu dekat. Buanyak gitu aneka resep yang telah saya tulis termasuk prolognya. Kebiasaan buruk memang, suka menunda-nunda eksekusi resep yang telah direncanakan dengan alasan gak mutu, hihihi....

Karena hal itulah saya memaksakan diri harus bikin sesuatu yang membuat segera bergerak ke dapur. Setelah googling kepincut dengan Brudel ala Manado. Brudel paling beken tuh brudel resepnya Ibu Jane Sipasulta. Menurut saya resep ini masih orisinil karena langsung diwariskan dari Mama beliau pada putrinya. Takaran resepnya pun menggunakan gelas belimbing, bukan ditimbang. Jadul banget kan ya. Resep ini sudah saya simpan bertahun-tahun. Dan sudah dipraktekkan suhu-suhu baking di dunia maya. Review-nya, rata-rata memuaskan. Brudel berbeda dengan bluder ya. Jika brudel hasil akhirnya mendekati seperti cake atau bolu dengan aroma yeast, sedang bluder adalah roti atau bread. Tekstur dan rasa bluder itu adalah tekstur roti pada umumnya namun lembut sekali karena penggunaan kuning telur yang banyak.

Karena hasil akhir brudel yang perpaduan antara cake dan roti itulah yang menjadikannya unik. Meski saya sudah membuat beberapa Brudel di blog ini, tapi kangen juga untuk membuatnya kembali. Apalagi bahannya sudah tersedia di rumah, jadi tinggal eksekusi aja. Brudel ini ada juga yang menyebutnya bluder cake. Karena teksturnya seperti bolu makanya diberi embel-embel cake di belakangnya.

Brudel di bawah ini takarannya hanya dibuat setengah dari resep asli dan dikonversi ke gram. Karena jaman sekarang belum tentu ada gelas belimbing di rumah, makanya saya berinisiatif untuk mengkonversinya. Tapi jika mau pakai gelas yang lain boleh juga kok. Pakai cup juga boleh. Dengan catatan, harus pakai gelas atau cup yang sama, jika tidak mau berantakan hasilnya alias gagal heheheh.... Setelah matang, brudel ini sangat nikmat jika disandingkan dengan kopi atau teh. Rasanya tidak terlalu manis. Cake dengan aroma yeast ditimpali rasa susu hmmm....wangi dan enak sekali.

* Takaran 1 gelas belimbing = 250ml

Bahan:
2¾ gelas terigu (302 gr)
3 butir telur ukuran kecil
3/4 gelas gula pasir (150 gr)
1/2 gelas susu bubuk (50 gr)
50 gr margarin, suhu ruang dan tidak perlu dicairkan
1 gelas air hangat (250 ml)
5 gr yeast/ragi instant


Cara membuat :
1. Siapkan loyang tulban diameter 22cm tinggi 7cm. Olesi margarin semua bagian dan taburi terigu sampai rata.

2. Dalam wadah besar campur bahan kering seperti terigu, gula, susu bubuk dan ragi jadi satu.

3. Tambahkan margarin, setelah itu masukkan telur. Aduk rata pakai sendok kayu atau spatula. Kalo males ngaduk, bisa pake mixer dgn kecepatan sedang.

4. Tambahkan air hangat sedikit demi sedikit, sambil diaduk sampai rata. Adonan akhir kental tapi mudah dituang seperti adonan sponge cake.

5. Tuang di loyang yg sudah dioles margarin dan ditabur terigu (adonan ini akan ngembang, jadi masukkan setengah loyang saja, kalo ga bisa luber kemana-mana). Ratakan permukannya. Hentakkan loyang beberapa kali di atas meja untuk menghindarkan lubang setelah matang nanti.

5. Diamkan di tempat hangat sampai adonan naik dan dan mengembang selama 30 menit (saya fermentasinya hampir 1 jam karena sambil ngerjain PR. Akibatnya tekstur kue berlubang-lubang, hiks)

6. Panaskan oven suhu 180'C. Panggang di dalam oven sampai matang. Lakukan test tusuk

7. Setelah matang, keluarkan dari oven. Langsung oleskan margarin di permukaan kue yang masih panas.

*********
Resep di bawah ini yang asli, milik ibu Jane Sipasulta.

BRUDEL (bukan BLUDER yaa..)

Bahan:
5 1/2 gls terigu
5 btr telur
1 ½ gls gula pasir
1 gls susu bubuk
100 gr margarin (blueband sachet 200gr, dibelah 2 aja, pake 1/2nya, jd ga usah repot nimbang..hehe)
2 gls air hangat
1 bungkus ragi instant


Cara membuat:
1. Campur bahan kering (terigu, gula, susu, ragi) jadi satu.

2. Tambahkan margarin, setelah itu masukkan telur. Kalo males ngaduk, bisa pake mixer dgn kecepatan sedang.

3. Tambahkan air hangat sedikit2. Aduk rata.

4. Tuang di loyang yg sudah dioles mentega dan ditabur terigu (catatan: adonan ini bakal ngembang, jd masukkan setengah loyang saja, kalo ga bisa luber kemana-mana)

5. Diamkan kurleb setengah jam, smp adonan naik.

6. Panggang di oven smp matang.

7. Setelah matang, keluarkan dari oven. Lgsg oleskan margarin di permukaan kue yg msh panas.

O iya, gelas yg dipake gelas belimbing ato yg standar aja.. kalo mau pake cup/cangkir jg okeh aja.. asal sama ukuran gls/cup/cangkirnya.. jgn ngukur terigu, pake cangkir ini.. trus ngukur gula, pake cangkir yg lain...

Jd praktis kan ga usah repot konversi resep ke ukuran gram2an...;)

Tumis Pare Goreng

Assalamu'alaykum


Salah satu resep yang belum tayang di blog, tapi sudah tersimpan di IG. Saya membuatnya di bulan April lalu. Cekidot yuk.
----------------------------------------------------------

Apa tuh maksud judul di atas ? Pare digoreng ? Iya. Pare yang digoreng. Jika kita masak pare pasti ada proses meremas remas kan ya untuk mengurangi rasa paitnya ? Nah, sekarang saya punya cara baru untuk mengurangi rasa paitnya. Yaitu digoreng !! Betul. Pare yang digoreng ternyata bisa berkurang rasa paitnya. Tips ini saya dapat dari Bunda Estherlita. Ih syuka deh sama tips ini. Selama ini jika dibejek atau diremas, pare sering hancur. Tapi jika beli tumis pare di luar rumah, kok cakep ya bentuknya. Masih utuh gitu. Warnanya juga masih ijo cantik. Tidak pucat seperti yang saya buat. Ternyata rahasianya adalah, parenya digoreng ! Tidak diremes atau dibejek. Selain itu lebih praktis. Tidak bikin capek atau pegel. Pare yang digoreng tidak terlalu berminyak hasilnya seperti jika kita menggoreng terong ya. Jika terong amat sangat berminyak setelah digoreng, pare tidak seperti itu. Nggak berminyak dong ? Enggak juga. Tetap saja berminyak, mirip gorengan kalo saya bilang. Kan digoreng. Jadi tetap saja berminyak tapi tidak sebasah terong gitu. Setelah tahu cara praktis ngilangin pahitnya pare, saya jadi ketagihan tuh masak pare hihihi....jika dihitung saya sudah empat kali pakai tips ini. Dan hasilnya memuaskan. Yuk cobain yuk. Biar gak penasaran bikin tumis parenya 😄😄

Bahan :
4 bh (500gr) pare/paria
3 sdm rebon, cuci bersih, tiriskan
1 sdt kecap ikan/asin
1 sdm saus tiram
¼ sdt garam
50 ml air
75 gr teri medan, goreng matang

Bumbu iris :
6 bh bawang merah, iris tipis
3 siung bawang putih, iris tipis
10 bh cabe merah keriting
6 bh cabe rawit merah

Cara membuat :
1. Potong ujung pare, buang isinya dan potong bulat bulat setebal 1cm. Cuci bersih, tiriskan.

2. Panaskan minyak agak banyak di atas wajan. Goreng pare asal layu saja. Angkat tiriskan. Sisihkan.

3. Panaskan sedikit minyak dalam wajan, masukkan bumbu iris dan rebon, tumis sampai harum. Masukkan kecap ikan dan saus tiram. Aduk rata

4. Masukkan pare dan garam, aduk rata. Cek rasanya. Masukkan air. Masak sampai meresap dan airnya habis Koreksi rasanya. Matikan api. Sajikan bersama taburan teri goreng.


Roti Pisang Labu Kuning

Assalamu'alaykum


Ini juga salah satu resep yang belum tayang di blog, namun sudah nyantol resepnya di IG. Yuk capcus aja ya.
---------------------------------------------------------
Mengawali bulan April dengan membuat roti pisang nih. Mumpung tukang sayur bawa labu kuning, saya beli aja 2 potong seberat kurleb 1 kg. Di kepala saya sudah terbayang bikin aneka snack yang menggiurkan. Apa daya bulan Maret lalu saya kena radang tenggorokan. Terpaksa labu kuning yang sudah jadi bubur dibekukan dulu. Setelah sekitar 10 hari ambruk, Alhamdulillah sekarang saya sudah sehat kembali. Sudah merasa fit untuk membuat aneka makanan dan sibuk seperti biasa. Setelah enakan, saya berasa sakau pingin roti pisang hihihi...lama bingit gak makan roti pisang nih. Dan semalam, bapaknya anak-anak membelikan saya pisang uli untuk dibuat roti pisang. Dan hasilnya ya, seperti yang di post ini. Cantik deh warna rotinya jika pakai labu kuning. Selain cantik, hasilnya enak, moist dan lembut. Wangi juga karena saya pakai Royal Krone Butter Substitute @landkrone_id

Baru sekali ini pakai Royal Krone dan saya suka. Wanginya itu lho yang bikin nagih. Rasa juga enak. Lebih ekonomis dari butter tapi rasanya gak murahan. Bisa jadi alternatif pengganti mentega yang harganya kadang bikin dompet tipis hihihi.

Roti Pisang Labu Kuning . . .

Bahan roti :
250 gr terigu serbaguna
250 gr terigu protein tinggi
150 gr bubur labu kuning (ditimbang setelah dihaluskan ya)
30 gr susu bubuk fullcream
100 gr gula pasir
7 gr ragi instant
1 butir telur utuh 170-200 ml air es
50 gr Royal Krone Butter Substitute @landkrone_id
5 gr garam halus

Isi : 20 buah pisang uli, tumis dengan sedikit mentega atau margarin . .

* Telur kocok untuk olesan sebelum dipanggang
* Coklat meises untuk taburan
* Mentega atau margarin untuk olesan setelah dipanggang
* Siapkan loyang lebar, alasi loyang dengan kertas roti dan oles dengan mentega/margarine/minyak di semua bagian loyang. Sisihkan.

Cara membuat :
1. Roti : campur jadi satu terigu, bubur labu kuning, susu bubuk, gula pasir dan ragi instant dalam wadah besar, aduk rata. Buat lubang di tengah.

2. Masukkan telur. Menyusul air es sambil diuleni. Tuang air sedikit demi sedikit. Uleni sampai menggumpal dan sedikit lengket.

3. Masukkan mentega dan garam. Lanjutkan mengulen sampai kalis elastis.

4. Tanpa fermentasi, timbang adonan masing masing seberat 50gr. Bulatkan. Sisihkan 10 menit supaya relax (hasilnya jadi 20 pcs).

5. Tipiskan adonan, beri isian pisang. Gulung setengah bagian. Sisanya dikerat kemudian gulung sampai habis. Tata di atas loyang lebar. Fermentasikan semua adonan hingga naik 50-60% dari besar semula.

6. Panaskan oven suhu 190°C. Olesi permukaan roti dengn telur kocok. Taburi coklat meises. Panggang sampai permukaan kuning kecoklatan. Keluarkan dari oven. Selagi panas oles mentega.