Bika Ambon Ekonomis, Hanya 2 Telur, Fermentasi Semalam

Assalamu'alaykum


Kepingin bikin bika ambon lagi nih. Setelah beberapa kali sukses bikin bika ambon bersarang, saya kangen. Bika ambon termasuk penganan yang disukai di rumah. Meski bolak balik bikin, saya tetap mengutak atik resep dengan pakem sedikit telur. Ngirit ya hihihi.....Tipikal emak-emak banget deh. Saya demen memodifikasi resep dengan komposisi bahan yang berbeda-beda. Salah satunya ya resep di bawah ini. Meski irit telur, tetep enak kok hasilnya. Jadi layak jual juga. Karena ekonomis, saya menambahkan terigu supaya bika bisa empuk dan nggak alot (liat). Penambahan terigu pada bika ambon bisa dilihat di resep yang lain, yang pernah saya buat. Maksudnya komposisi tapioka dan terigu berbeda-beda gitu di setiap resep. Karena lama gak bikin bika ambon, kadang saya merasa keder, ngeper sebelum bikin. Saya khawatir lupa trik dan tips yang pernah saya lakukan dulu. Masalahnya karena tidak semua trik atau tips bisa diingat, atau tidak ditulis dengan super detail. Apalagi saya tergolong jarang membuat kue kenyal satu ini. Jadi gampang lupa dengan semua trik dan tipsnya. Termasuk ketika eksekusi resep yang sekarang ini, saya deg-degan ketika memulainya.

Untuk resep kali ini saya pakai metode fermentasi semalam. Njiplak penjual bika ambon yang katanya adonan bikanya difermentasi semalam (hasil baca tabloid lama yang mewawancarai penjual bika ambon). Selama ini saya hanya mendiamkan adonan selama 2-3 jam untuk fermentasinya. Pingin tau aja, bisa gak saya melakukannya. Bahan yang digunakan sama dengan bika ambon pada umumnya. Karena fermentasi semalam, penggunaan yeast instant dikurangi banyak supaya tidak over fermentasi yang bisa mengakibatkan asam rasanya. Resep di bawah nanti hanya pakai 2 gram instant yeast saja. Proses fermentasi akan berlangsung lambat akibat pemakaian yeast yang sedikit tadi. Setelah difermentasi semalam, keesokan harinya barulah adonan dipanggang. Saya masih cocok pakai pasir untuk memanggangnya, tidak pakai oven. Menurut saya lebih praktis cara ini. Tapi kalo dirasa ribet, silakan pakai oven ya. Cuma, saya belum pernah mencoba pakai oven, jadi ga tau gimana tekniknya. Kalo nekat sok pinter kasih saran, takut gagal hasilnya. Jadi saya sharing yang sudah dicoba saja ya. Jika adonan mau difermentasi siang hari, bisa juga kok. Mungkin bisa lebih cepat kali ya karena suhu siang hari biasanya lebih panas. Jadi adonan dibuat pagi, difermentasi seharian, kemudian sorenya dipanggang. Terserah mau bikin pagi atau malam, suka suka aja ya. Satu-satunya hal yang tidak saya sukai dari bika ambon loyang adalah perjuangan mengeluarkan bika setelah matang wkwkwkwkw..... Bagian dasarnya pasti lengket sodara-sodara ! Ketika masih panas, bika sudah lengket. Apalagi setelah dingin. Lebih lengket lagi ! Super lengket malahan ! Padahal bika ambon dilarang keras dikeluarkan dari loyang selagi panas karena seratnya sangat rentan jadi rusak. Loyang juga tidak boleh dialas kertas karena akan mengapung selagi dipanggang. Apa boleh buat, harus berjuang mencongkel bika pakai spatula kayu supaya lepas dari loyang hihihi.... Perasaan saya campur aduk gak karuan antara ngeden (mengejan) karena harus mencongkel sekuat tenaga, tapi harus ekstra hati-hati juga supaya bika tidak rusak, sembari menggerutu panjang pendek hahahaha..... Meski begitu kenapa saya belum kapok bikin bika ambon pakai loyang ya ? Apa mungkin sudah waktunya memberi kode keras pada bapaknya anak-anak untuk beli loyang teflon baru (modus).

Untuk memanggang bika ambon, teorinya menggunakan slow baking. Artinya memanggang dengan panas rendah, api kecil, waktu cukup lama dan tidak ditutup. Bagian atas yang tidak ditutup tujuannya supaya gas atau udara yang didorong dari bawah, bisa lepas keluar. Gas yang keluar inilah yang membentuk serat dan permukaan bika ambon jadi berlubang-lubang. Setelah lubang tidak terbentuk lagi, barulah loyang ditutup agar permukaannya matang dan kering. Memang butuh waktu lama. Rata-rata lebih dari 1 jam. Tergantung dari tinggi rendahnya bika yang diinginkan. Semakin tinggi akan semakin lama waktu panggangnya. Sebaliknya, jika lebih rendah, waktu yang dibutuhkan juga lebih singkat. Jika kurang sabar dan ingin menggunakan api agak besar karena pingin cepet matang, dijamin bagian dasar bika akan menggelap cenderung gosong hihihi.....saya udah pernah sih bikin bika yang dasarnya gelap. Untungnya gak gosong dan gak pahit. Tapi jadi kurang cantik sih hasilnya. Oleh karena itu membuat bika ambon tidak bisa terburu-buru. Harus punya stok sabar yang buuanyak heheheh.... Gimana, siap bikin bika ambon ? Hayuk ah uji nyali bikin bika ambon.



Bahan Biang :
2 gr (½ sdt) ragi/yeast instant
1 sdt gula pasir
100 ml air hangat

Bahan bika :
325 ml santan kental dari 1 butir kelapa
4 gr garam
1 btg serai, memarkan
10 lbr daun jeruk purut, buang tulang daunnya supaya wangi
2 lbr daun pandan

200 gr tapioka/aci/pati kanji
100 gr terigu
1 sdt kunyit bubuk
200 gr Gula pasir
2 btr telur utuh
75 ml minyak goreng

Cara buat :
1. Rebus santan, garam, serai, daun jeruk dan pandan. Aduk-aduk dengan api kecil supaya tidak pecah, sampai mendidih. Matikan api kemudian dinginkan. Saring dan ukur kembali sebanyak 300 ml. Biarkan dingin.

2. Campur semua bahan biang : yeast instant, gula pasir dan air hangat, aduk rata. Biarkan berbuih selama 15 menit. Sisihkan.

3. Dalam wadah besar campurkan tapioka, terigu, kunyit bubuk dan gula pasir. Aduk pakai balloon whisk. Buat lubang di tengah. Tuangkan biang ke dalamnya.

4. Masukkan telur. Menyusul santan dingin sambil terus diaduk. Terakhir masukkan minyak goreng. Aduk sampai rata. Adonan akhir encer/cair. Tutup dan fermentasikan sampai berbuih banyak selama semalam (saya mulai fermentasi jam 21.00 s/d 06.00 esok pagi. Total fermentasi 9 jam).

Note :
* Jika mau fermentasi express (kereta kali pakai express 😁😁😁) alias lebih cepat, gunakan instant yeast 1 sachet (11 gr) dan difermentasi 2-3 jam.

* Selain gelembung dan buih yang terbentuk banyak, aroma ragi juga tercium cukup tajam ketika adonan dibuka tutupnya. Ini juga pertanda fermentasi harus segera diakhiri dan harus segera dipanggang.

5. Siapkan nampan/kaleng bekas biskuit/loyang butut/wajan butut atau apalah yang lain, kemudian diisi pasir setinggi 2-3 cm. Taruh di atas kompor. Beri selembar kertas bersih di atas pasir (pakai kertas baking) kemudian letakkan loyang ukuran 18x18x7 cm di atasnya. Olesi minyak goreng agak banyak. Ratakan. Minyak sedikit menggenang di tengah loyang. Panaskan sampai loyang panas selama 30 menit memakai api kecil.

Note :
* Jika tidak ada pasir bisa menggunakan abu gosok untuk cuci piring dengan ketebalan yang sama.

* Sengaja mengalasi loyang dengan selembar kertas supaya pasir tidak mengotori loyang yang kebetulan ada sambungannya. Tidak jarang minyak sering merembes yang mengakibatkan pasir nempel di sisi loyang. Ukuran kertas sedikit lebih lebar daripada loyang.

6. Ambil adonan bika, aduk-aduk adonan sampai kempis. Tuang ke dalam loyang panas. JANGAN DITUTUP. Panggang dengan api kecil (saya pakai api super kecil) sampai permukaan bergelembung kecil kecil. Lanjutkan memanggang sampai gelembung terbentuk rata di semua permukaan adonan (menit ke 15 mulai terlihat gelembung di pinggir loyang).

7. Setelah terbentuk gelembung, pada menit ke 40-45 akan terbentuk lubang-lubang. Lanjutkan memanggang selama 20-25 menit lagi sampai tidak terbentuk lubang di permukaan.

8. Setelah lubang berhenti berproduksi, saatnya menutup loyang. Tutup loyang (pakai tutup panci) sampai permukaan kering dan matang (10-15 menit). Test sentuh jari. Jika tidak nempel, sudah matang. Angkat loyang dari nampan berisi pasir kemudian dinginkan supaya kokoh tekstur bikanya.

Note :
* Total waktu panggang bika ini butuh waktu 90-100 menit (1 jam 40 menit). Semakin tinggi bika, semakin lama waktu panggangnya. Sebaliknya, semakin rendah, waktunya akan lebih singkat

* Untuk mendapatkan efek warna sedikit gosong di permukaan bika, saya menggunakan fire blow torch yang disemburkan ke atas bika yang telah matang.

Hasil : 1 buah bika ambon 18x18 cm dengan tinggi 5 cm



Roti Goreng Isi Sarikaya Pandan

Assalamu'alaykum


Musim kemarau mulai datang kembali pertengahan tahun ini. Karena panas yang terik, daun pandan di pot, ujungnya mulai kekuning-kuningan. Jika sudah seperti ini biasanya saya segera memotongnya sebelum menguning semua daunnya. Dan jika tidak punya ide untuk mengolahnya, biasanya dipakai untuk masak nasi supaya harum. Tapi berhubung jumlahnya buanyak, saya harus segera memberdayakannya supaya tidak bikin penuh di kulkas. Saya berinisiatif membuat sarikaya pandan untuk isi roti. Gegara bikin Roti Goreng Kepang Isi Pisang, kok kepingin roti goreng lagi. Tapi sekarang isinya diganti sarikaya pandan. Sarikaya yang diberi pandan emang bikin nagih. Aromanya hmmmm tiada duanya. Resep rotinya tetep sama ya. Untuk teman ngeteh atau ngopi, paaaasssss banget.


Bahan Roti :
500 gr terigu serbaguna
25 gr susu bubuk
25 gr gula pasir
4 gr garam
5 gr ragi/yeast instant
250-275 ml air
1½ sdm mentega (boleh diganti margarin)
Gula halus untuk taburan (optional)

Bahan sarikaya pandan:
500 ml santan pandan, sedang kentalnya (20 lbr daun pandan + santan diblend kemudian disaring)
150 gr gula pasir
75 gr terigu serbaguna
½ sdt vanili bubuk
½ sdt garam
3 butir kuning telur, kocok pakai garpu asal rata

Cara membuat :
1. Isi sarikaya : campur semua bahan.  Aduk sampai rata dan licin, jangan bergerindil. Saring bila perlu. Tuang ke dalam saucepan anti lengket. Rebus sampai meletup-letup dan kental. Matikan api, dinginkan kemudian masukkan kulkas selama semalam supaya mudah dihandle.

2. Dalam wadah besar campur terigu, susu bubuk, gula pasir dan garam. Aduk rata. Taburkan ragi instant, aduk rata lagi.

3. Tuangi air sedikit demi sedikit sambil diuleni sampai menggumpal dan lengket. Beri mentega, uleni lagi sampai kalis (tidak lengket). Tutup kemudian fermentasikan hingga naik dua kali lipat dari ukuran semula.

Note :
* Saya menguleni malam hari, selanjutnya dimasukkan toples plastik berdinding tinggi dan beroles minyak, tutup rapat. Kemudian masuk kulkas selama 11 jam. Dimulai dari jam 20.00 s/d 07.00 esok pagi.

4. Kempiskan adonan. Bagi jadi 30 bagian, bulatkan (lupa gak ditimbang, asal dibagi aja). Ambil adonan, pipihkan. Beri isi di tengah, bulatkan sampai rapat. Letakkan di atas loyang bertabur terigu. Lakukan adonan sampai habis. Tutup dan fermentasikan sampai naik 50% dari besar semula.

5. Panaskan minyak goreng cukup banyak. Goreng menggunakan api cenderung kecil sampai bawahnya kecoklatan. Balik sekali dan goreng sampai kuning kecoklatan. Angkat, tiriskan. Dinginkan. Sajikan dengan gula halus.



Gelek, Onde-Onde Ketawa Pakai Yeast


Assalamu'alaykum


Pernah dengar kata Gelek ? (huruf 'e' dibaca seperti ember). Ada yang pernah makan onde onde ketawa ? Pasti pernah. Onde-onde ketawa alias roti ketawa (Medan), sering saya nikmati ketika kecil dulu. Di Solo, ukuran onde onde ketawa cukup beragam, dari yang seukuran bola tenis hingga yang imut seukuran kelereng untuk sekali hap. Almarhum bapak saya, ngefans dengan onde onde ketawa ini. Apalagi jika saya nginthil (ngikut) ibu ke pasar, pasti ketemu sama snack satu ini. Berulang kali makan onde-onde ketawa, saya menemukan 2 macam tekstur yang berbeda. Ada yang garing, sedikit renyah bagian luarnya dan agak ngeprul atau beremah bagian dalamnya. Sedang satunya terasa lembut, empuk, digigit tidak keras dan sedikit terasa moist (lembab). Nah, onde-onde yang moist ini lho yang jadi favorit saya. Bertahun-tahun saya mencari resepnya tapi belum juga ketemu. Jadul, masih susah dong ya kalo mau cari resep. Gak seperti sekarang, resep bertebaran di internet. Suatu hari, ketika saya masih tinggal di Bawen dulu, saya disamper tetangga. Namanya mbak Hartini, yang datang ke rumah untuk pinjam mixer karena mau bikin gelek. Apa itu gelek ? Gelek adalah sebutan untuk onde-onde ketawa di daerah Ungaran dan sekitarnya (Kabupaten Semarang). Seumur hidup baru sekali ini saya mendengar istilah gelek. Lucu gitu rasanya hihihi... Tetangga saya itu mau mengadakan hajatan dan gelek ini akan jadi salah satu suguhannya. Selain pinjam mixer, dia juga mengajak saya untuk melihat proses pembuatan gelek. Dengan senang hati saya terima tawarannya. Di sana saya melihat mbak Hartini ini bikin gelek menggunakan ragi/yeast instant. Baru ngeh saya jika gelek pakai yeast. Karena setau saya, yeast hanya dipakai untuk bikin roti, pao atau donat. Ternyata gelek perlu yeast juga supaya bisa mekar dan memberi tekstur empuk. Setelah matang, saya diberi beberapa butir untuk dicicip. Dan saya kaget !! Gelek ini adalah onde-onde yang saya cari selama ini. Teksturnya mirip dengan onde-onde moist yang pernah saya makan dulu. Langsung deh saya nodong resepnya dan diberikan. Beberapa kali saya praktek bikin gelek ini. Secara rasa mirip dan enak, tapi bentuknya gak karuan. Pada gundul, rontok semua wijennya hahahah..... Sayang, ketika saya pindahan, catatan geleknya hilang. Padahal saya berniat memodifikasi resepnya supaya lebih baik. Sejak saat itu saya tidak pernah bikin gelek lagi.

Tanpa dinyana ketika saya masuk grup kuliner di sosmed, ada yang sharing resep gelek ala daerah Ungaran. Dan resepnya pakai yeast !! Seketika saya simpan resepnya. Resep ini milik mbak Eko Pangestuwati, seorang bakul kue rumahan yang tinggal di Ungaran. Ingatan saya kembali ke masa lampau ketika melihat mbak Hartini bikin gelek dulu. Resep mb Eko ini pakai yeast dan margarin sama seperti milik mb Hartini dulu. Dan menurut saya, margarin inilah yang membuat tekstur gelek jadi moist. Jika roti ketawa hanya menggunakan baking powder atau soda kue supaya bisa merekah, penggunaan yeast pada gelek membuat tekstur dalamnya lebih empuk. Dan saya suka onde onde yang empuk ini. Setelah resepnya disimpan beberapa lama, baru hari inilah saya bikin gelek yang kesekian kalinya. Resep mb Eko yang asli menggunakan 2,5 kg terigu. Memang hasilnya buanyak karena untuk jualan. Sedang resep di bawah saya pakai 500 gr terigu dengan 1 butir telur. Plus modif sedikit pada takarannya. Kan, umat di rumah cuma sedikit. Itupun hasilnya jadi 40-50 biji lho. Banyak sedikitnya tergantung ukuran yang dibuat ya. Ketika masih hangat teksturnya moist dan empuk. Begitu dingin, masih tetep empuk juga. Juara ! Gak mengecewakan deh resepnya. Jadi gigi gak perlu olah raga keras untuk mengunyah heheheh.... Setelah matang, ih senengnyaaaa. Makanan nostalgia saya sudah ketemu. Udah gitu, rasanya seperti yang saya impikan ketika saya masih anak anak dulu. Lembut, moist dan tidak terlalu manis. Dinikmati bersama teh hangat, maa syaa allah, surga deh....

Bahan :
1 butir telur
100 gr gula pasir
⅛ sdt garam halus
40 gr margarin suhu ruang, tidak perlu dicairkan
500 gr terigu serbaguna
6 gr yeast/ragi instant
5 gr baking powder
4 gr soda kue
½ sdt vanili bubuk
160 ml air
100 gr wijen putih
Minyak goreng cukup banyak

Cara membuat :
1. Dalam baskom besar kocok telur, gula dan garam sampai kental dan gula larut. Masukkan margarin, kocok asal rata. Gunakan whisker atau garpu saja untuk mengocok.

2. Masukkan semua bahan kering seperti terigu, yeast instant, baking powder, soda kue dan vanili bubuk. Aduk menggunakan tangan (diuleni) sambil dituangi air sedikit demi sedikit, sampai rata dan kalis (tidak lengket di mangkuk).

3. Ambil adonan sebesar bola bekel, bulatkan kemudian gulingkan ke atas wijen. Lakukan sampai adonan habis.

Note :
* Ketika membulatkan onde-onde tidak perlu rapi dan mulus. Buat saja bulatan retak-retak, pecah-pecah yang nantinya akan merekah ketika digoreng.

4. Panaskan minyak goreng cukup banyak. Goreng gelek sampai warnanya kuning kecoklatan (deep fry). Gunakan api cenderung kecil supaya matang sampai ke dalam. Angkat, tiriskan dan dinginkan.

Roti Goreng Kepang Isi Pisang, Hanya Sekali Proofing, Tanpa Telur !!


Assalamu'alaykum


Meski cuaca cukup cetar membahana di Ciledug alias puanassss bingit, tapi tidak menyurutkan niat saya membuat cemilan untuk orang di rumah. Saya lagi kepingin roti goreng. Selama ini lebih sering bikin roti oven. Kangen gitu sama roti goreng. Mumpung di beliin pisang uli, saya buat aja roti pisang. Biar rada cantik (halah) saya sengaja mengepang rotinya. Emang kurang kerjaan kali ya. Tapi memang saya lagi ganjen nih, bikin roti yang tidak sekedar bulat-bulat dan dibuat roti sobek. Resepnya gampil kok sama seperti aneka resep roti di DapurManis. Yang pasti, pakai sekali proofing doang biar gak kelamaan proses bikinnya. Penggunaan ragi harus diperhatikan, karena cuaca yang puanaaass banget. Takut over proofing. Sedikit tips ya. Biar bentuk rotinya tidak berubah ketika diproofing, fermentasikan saja sebesar 50% dari besar semula. Jika lebih, khawatir bentuknya berubah atau kepangnya lepas dan akibatnya tidak cantik lagi. Apalagi ketika digoreng, roti akan mengembang lagi. Nah itu saja tipsnya. Untuk hal lain, saya yakin pasti sudah pada pinter dong ya urusan bikin roti goreng. Hasilnya, enak. Pori-porinya rapat dan halus. Rotinya ringan, tidak eneg tapi teteeeuuuppp lembut meski tanpa telur. Jadi pisangnya masih berasa gitu. Apalagi kalo masih anget, jossss tenan...... Sekarang, lihat resepnya yuk.



Sengaja ada yang tidak diberi isi biar kalo disobek kelihatan
tekstur dalamnya

Bahan :
325 gr terigu serbaguna
20 gr susu bubuk
30 gr gula pasir
4 gr garam
5 gr ragi/yeast instant
175 ml air
1½ sdm mentega (boleh pakai margarin)

Isi :
18 buah pisang uli/kepok 

* Pilih pisang yang benar-benar matang. Kulitnya berbintik-bintik hitam. Jadi tidak perlu disaute (ditumis) karena ketika digoreng nanti akan matang dengan sendirinya.

Cara buat :
1. Dalam wadah besar campur terigu, susu bubuk, gula pasir dan garam. Aduk rata. Taburkan ragi instant, aduk rata lagi.

2. Tuangi air sedikit demi sedikit sambil diuleni sampai menggumpal dan lengket. Beri mentega, uleni lagi sampai kalis (tidak lengket).

3. Timbang adonan @35 gr (18 bagian), bulatkan. Ambil adonan, gilas bentuk oval. Kerat kedua sisinya kemudian letakkan pisang di tengah.

4. Silangkan kedua sisi yang dikerat tadi ke atas pisang, dan membuat pisang tertutup. Sambil sedikit ditarik supaya rapat dan tidak terbuka ketika difermentasi dan digoreng. Letakkan di atas loyang bertabur terigu. Lakukan adonan sampai habis. Tutup dan fermentasikan sampai naik 50% dari besar semula.

5. Panaskan minyak goreng cukup banyak menggunakan api cenderung kecil. Goreng roti pisang sampai bawahnya kecoklatan. Balik sekali dan goreng sampai kuning kecoklatan. Angkat, tiriskan.



Cakwe


Assalamu'alaykum


Mendadak semalam saya membayangkan makan cakwe sambil nonton tivi. Gegara itulah saya ngoprek stok terigu dan yeast instant. Lha kok habis. Ketika saya bilang pada bapaknya anak-anak bahwa saya kehabisan terigu dan yeast, tanpa sepengetahuan saya, beliau beli terigu sehabis makan malam. Ketika saya sedang asik melanjutkan nonton tivi dan pingin minum, saya pergi ke ruang makan untuk ambil air putih. Eh, kok ada kantung hitam ya. Segera saya cek. Ternyata isinya 1 kg terigu dan yeast instant di atas meja makan. Yeay, seneng deh dibelikan apa yang saya minta. Sip dah. Emak segera bikin adonan cakwe pakai BreadMaster kesayangan. Resepnya pakai yeast dan baking powder serta adonan difermentasi semalam. Saya merasa cocok dengan resep ini deh. Masih ciamik bagi saya. Rasa cakwe yang menggunakan air ini, terasa light ya. Ringan gitu rasanya. Mirip seperti yang saya beli di kaki lima. Tapi yang ini lebih berbumbu karena pakai bawang putih, garam, lada, sedikit gula dan kaldu atau vetsin jika suka. Jadi lebih mantep di lidah. Pernah sih, baca resep cakwe pakai telur dan susu. Saya malah mikir apa gak seperti roti ya rasanya hihihi..... Terus terang saya belum berani bikin cakwe pakai susu dan telur. Takut gak dimakan oleh orang rumah karena rasa yang pasti berbeda dari biasanya. Ada yang pernah bikin cakwe pakai susu dan telur gak ? Gimana reviewnya ? Boleh ninggal komen di bawah ya. Cakwe yang pakai telur dan susu mungkin lebih lembut kali ya. Sedangkan ciri khas cakwe itu pada sensasi alotnya (liat) ketika dikunyah. Nah, buat saya rasa alot tuh sudah saya temukan di resep ini. Jadi sudah merasa pas gitu. Untuk mengatasi rasa alot, cakwe memang cocok dimakan bersama saus asam pedas yang encer. Kuahnya bisa sedikit melunakkan rasa liatnya. Untuk satu resep ini jadinya lumayan banyak (lebih dari 20an kali. Gak ngitung jumlah persisnya), tergantung ukuran yang diinginkan ya. Mau dibuat mini atau ukuran standar seperti cakwe yang dijual, terserah. Yang penting rasanya enaaakkk.... Yuk kita bikin cakwe yuk....

Bahan :
500 gr terigu serbaguna
5 gr baking powder
3 gr yeast/ragi instant
300-340 ml air hangat
1 sdt gula
1 sdt garam
4 siung bawang putih, cincang halus/parut
vetsin/penyedap rasa jika suka
merica sedikit.

Kuah cakwe :
1 siung bawang putih
2 bh cabe merah besar
5 bh cabe merah keriting
½ sdt garam
2 sdt gula pasir
500 ml air
1-2 sdt cuka (air jeruk lemon/nipis)

* Haluskan semua bahan kecuali cuka menggunakan blender. Tuang ke dalam panci dan rebus sampai mendidih. Koreksi rasanya. Saring, masukkan cuka aduk rata. Siap digunakan.

Cara membuat :
1. Campur terigu dengan baking powder. Masukkan dalam mixer besar dengan hook pengadon roti (kalau gak ada masukkan ke dalam baskom dan diuleni tangan).

2. Masukkan gula dan yeast campur rata, masukkan air hangat dan biarkan tercampur agak rata, baru masukkan garam, merica, bawang putih dan vetsin jika suka.

3. Uleni hingga kalis, diamkan 30 menit (tutup serbet/plastik cling wrap), uleni kembali 5 menit (jika pakai tangan, olesi pakai minyak sayur supaya nggak lengket). Bulatkan, tutup lagi lalu biarkan hingga mengembang hampir 2 kalinya selama minimal 6 jam (saya mulai jam 21.00 - 07.00 keesokan hari). Tanda sudah cukup mengembang dari adonan elastis mudah ditarik. Adonan akhir agak lengket di tangan ya.

4. Siapkan meja kerja, taburi terigu. Bagi jadi 4 adonan, gilas agak tipis (0,5 cm) sambil ditaburi terigu, potong persegi 4 seperti pita besarnya/panjangnya sesuai selera. Ambil dua potong adonan lalu tempelkan dan tekan dengan sumpit agar menempel satu sama lain.

5. Panaskan minyak cukup banyak menggunakan api sedang. Sesaat sebelum digoreng, tarik sedikit kedua ujungnya sampai terasa lentur (jangan sampai putus ya). Goreng dalam minyak banyak dan panas. Angkat dan sajikan bersama kuahnya.



No-Knead Swirl Bread


Assalamu'alaykum


Akhirnya meroti lagiiii..... Orang rumah sudah nagih roti sejak lebaran lalu. Tapi mood si emak lagi gak ke sana. Emak lagi asik baca-baca. Baca tabloid lama, buku lama atau melototin artikel di internet. Dan yang dibaca, 90% isinya resep semua hahahah..... Karena segala macam resep itu, barulah tergugah untuk bikin roti. Tapi roti yang dibikin bukan hasil yang dibaca lho ya. Entah dapat wangsit darimana, saya lagi kepingin Swirl Bread yang tanpa ulen.  Resep ini tanpa telur ya di adonannya. Telur hanya dipakai sebagai olesan saja. Karena tanpa ulen, gampil dong bikinnya. Adonan cukup diaduk pakai sendok kayu saja. Hanya cemplung-cemplung, jadi deh adonan rotinya. Saya bikin bentuk Swirl Bread karena lagi ogah buletin satu per satu. Pegel gitu hihihi.....udah gitu butuh waktu lama kan. Kalo bentuknya model roti tawar gini kan cepet. Meski tanpa ulen hasilnya lembut lho. Pori-pori roti emang terlihat ya lubang-lubangnya. Tapi percayalah, lembut deh rotinya. Hal ini disebabkan pemakaian cairan yang cukup banyak. Saya aja agak surprise dengan hasilnya kok. Mungkin karena lama gak bikin No-Knead Bread, jadi rada kaget. Kaget-kaget seneng hihihi.... Selama ini kan lebih sering bikin roti yang diuleni jadi gak mengira hasil akhirnya. Tepatnya agak lupa kali ya. Well, daripada kepanjangan yang ngoceh, kita cek resep di bawah ini aja ya. Yuk mariiiiii......

Bahan :
300 ml susu cair hangat
4 gr garam halus
100 gr gula pasir
7 gr yeast/ragi instant
250 gr terigu serbaguna
250 gr terigu protein tinggi
50 gr mentega tawar, lelehkan
70 ml minyak goreng
1 sdm coklat bubuk
Extra terigu untuk taburan
Olesan : telur kocok + 1 sdm air
Taburan : kacang kenari cincang dan wijen
Loyang :
3 buah loyang ukuran 20x10x5 cm. Alasi kertas roti, olesi mentega/margarine

Cara membuat :
1. Dalam wadah besar campur susu hangat, garam dan gula. Aduk rata. Taburkan ragi instant. Menyusul semua terigu, aduk pakai sendok kayu sampai rata.

2. Masukkan margarin leleh dan minyak goreng, aduk kembali sampai rata. Bagi jadi 2 bagian. Satu bagian beri coklat bubuk, uleni asal rata. Satu bagian biarkan putih. Bulatkan masing-masing adonan, selanjutnya tutup dan fermentasikan sampai mengembang 2x lipat (lama fermentasi tergantung suhu ruang).

3. Kempiskan semua adonan, kemudian masing-masing warna dibagi jadi 3 bagian yang sama (gak ditimbang, asal bagi saja). Jika lengket, taburi terigu. Bulatkan semuanya, kemudian istirahatkan 10 menit.

4. Ambil 1 bagian adonan putih, tipiskan bentuk persegi. Ambil juga adonan coklat, tipiskan dengan ukuran yang sama. Olesi permukaan adonan putih dengan air, tumpukkan adonan coklat di atasnya. Gulung sambil dipadatkan. Letakkan dalam loyang. Lakukan hal yang sama dengan sisa adonan berikutnya.

Note :
* Permukaan adonan putih dioles air supaya adonan coklat melekat dengan mudah. Hal ini bertujuan menghindarkan adonan tidak lepas setelah matang.

5. Tutup dan fermentasikan sampai naik 90% dari tinggi loyang .
6. Panaskan oven 180'C. Olesi permukaan adonan dengan telur. Beri taburan. Panggang sampai kuning kecoklatan selama 25-30 menit. Keluarkan dari oven, olesi mentega selagi panas.



Yuk Bikin Nasi Goreng Dengan Memanfaatkan Sisa Sayur Sup

Assalamu'alaykum


Alhamdulillah masih diberi karunia kesehatan sehingga saya masih bisa menulis resep baru di DapurManis. Terimakasih tuk doanya ya teman-teman. Hari ini saya mau posting resep Nasi Goreng karena mau memanfaatkan sisa sayur sup di rumah. Sering sekali saya merasa berlebih jika masak sup. Tidak jarang malah dibuang karena tidak punya ide untuk daur ulang. Kali ini saya berpikir untuk dibuat nasi goreng saja karena melihat isian sup yang luwes untuk didaur ulang. Saya terbiasa memisahkan isian sup dan kuahnya sebelum tidur malam. Isian sup dimasukkan kulkas sedang kuahnya yang tinggal sedikit dibuang. Keesokan hari, baru tuh dibuat nasi goreng. Apalagi sudah lama saya gak bikin nasi goreng, jadi cocok untuk mengobati rasa rindu akan nasgor. Setelah matang, beneran deh enak. Penghuni rumah doyan banget dengan nasgor hasil daur ulang ini. Jadi sekarang kita gak perlu mati gaya kan memanfaatkan sisa sayur sup hihihi..... Resep nasgor boleh kok pakai resep andalan masing masing yang disukai. Saya hanya berbagi ide, siapa tau pernah mengalami hal yang sama dengan saya. Biasa kan yes, ibu-ibu kan penyayang makanan di rumah, jadi sayang kalo harus membuang sisa sayur hihihi.... Sebelum ngoceh gak karuan, ada baiknya ceki ceki resepnya. Yuuuukkkkk.....


Bahan :
3 piring nasi dingin
½ sdt garam halus
½ sdt gula pasir
3 sdm kecap manis
1 sdm saus tiram
4 siung bawang merah, iris tipis
1 sdt kecap ikan
1 mangkuk (200 gr) isian sup, pisahkan kuahnya (saya pakai isian wortel, kol, buncis, makaroni spiral dan bakso)
2 butir telur, dibuat orak arik

Bumbu halus :
2 siung bawang putih
1 sdt ebi
3 butir kemiri

Cara membuat :
1. Campur dalam baskom nasi, garam, gula dan kecap manis. Aduk rata, sisihkan.

2. Panaskan sedikit minyak tumis bawang merah sampai agak kering. Menyusul bumbu halus dan kecap ikan. Aduk aduk sampai bumbu matang.

3. Masukkan isian sup, masak sampai panas. Menyusul nasi berbumbu, dan saus tiram, aduk sampai rata. Besarkan api, aduk cepat supaya nasi tidak hangus. Ini akan membuat aroma nasi goreng menjadi sedap. Aduk aduk sampai nasi sedikit kering.

4. Koreksi rasanya. Jika suka kaldu bubuk silakan ditambah. Setelah pas rasanya, masukkan telur orak arik. Aduk sebentar asal rata kemudian matikan api. Sajikan hangat.

Note :
* Jika nasi goreng dirasa terlalu minimalis isinya, boleh ditambahkan sosis, bakso, ayam, udang, kacang polong atau bahan lainnya sesuai selera.



Gabin Vla Susu

Assalamu'alaykum


Gabin goreng ini dibuat untuk menghabiskan gabin nganggur di toples bahan kue. Saya lupa jika beberapa bulan lalu pernah beli gabin. Karena ga ada cemilan, emak ngoprek toples gede berisi bahan bahan baking. Eh, lha kok ketemu gabin. Alhamdulilah. Langsung kepikir gabin goreng isi vla susu. Apalagi punya susu bubuk, susu kental manis dan susu cair. Sip deh. Saya bayangkan pasti gurih susu nih hasilnya nanti. Setelah matang beneran enak manis gurih. Cepet habis pulak gabin susu ini. Bagi yang tidak terlalu doyan susu, boleh dikurangi ya penggunaan susunya biar gak eneg. Atau ganti dengan susu nabati seperti susu kedelai. Atau boleh juga pakai santan. Pasti gurih juga hasilnya. Sekarang cekidot yuk resepnya.

Bahan :
30 keping gabin/crackers bertabur gula
Minyak goreng

Vla :
200 gr terigu serbaguna
90 gr gula pasir (tidak terlalu manis)
¼ sdt garam halus
25 gr susu bubuk
500 ml susu cair
½ sdt vanili
50 ml susu kental manis
1 sdm mentega tawar

Pelapis :
75 gr terigu
200 ml air

Cara membuat :
1. Vla : campur semua bahan kecuali mentega di atas pan anti lengket. Aduk sampai rata dan licin. Nyalakan api, aduk aduk sampai kental, pekat dan likat. Matikan api.

2. Masukkan mentega, aduk sampai meleleh dan rata.

3. Ambil 1 keping gabin, oleskan vla selagi panas, supaya mudah meratakannya. Ratakan. Tutup dengan 1 keping gabin lagi. Rapikan pinggirnya. Lakukan sampai vla habis.

Note :
* Letakkan sisi gabin bergula di bagian dalam supaya ketika digoreng tidak mudah hangus.

4. Pelapis : campur terigu dan air sampai rata dan licin. Adonan jangan terlalu kental supaya cepat matangnya.

5. Panaskan minyak dalam wajan. Celupkan gabin ke dalam pelapis. Goreng di dalam minyak dengan api sedang cenderung kecil sampai pelapis matang. Angkat, tiriskan.

Hasil : 15 buah

Telur Ceplok Kecap Pedas

Assalamu'alaykum


Apa kabar semua ? Taqaballallaahu minna wa minkum (semoga Allah menerima amalku dan amal kalian semua). Selamat Hari Raya 'Idul Fitri 1440 H. Lama ya saya gak ngeblog. Gegara Google Plus (G+) dihapus, saya gak bisa masuk ke blogger. Kok bisa ? Iya. Ini kesalahan saya. Murni salah saya. Beberapa bulan sebelumnya saya sudah dikirimi email beberapa kali oleh blogspot bahwa G+ akan segera dihapus dan disarankan untuk segera ganti profil jadi Google biasa. Saya cuek saja karena yakin profil yang saya pakai itu Google, bukan G+. Yakin banget seyakin yakinnya dan tidak berusaha ngecek profil blogger (kepedean yang keterlaluan yang berakhir kualat kayaknya). Akhirnya ketika buka blog tanggal 2 April 2019, kok saya gak bisa buka blogger ??? Saya benar benar kaget dan panik seketika. Segera saya menyadari bahwa saya sudah membuat kesalahan, tidak memeriksa profil blogger padahal sudah dikirimi surat cinta dari blogspot. Sampai beberapa hari ke depan saya cek terus, sambil googling sana sini mencari informasi, berharap siapa tau bisa membuka blogger (tetep usaha kan yes 😄). Menulis email bolak balik dan sangat berhati-hati menulis passwordnya dengan harapan bisa masuk blogger kembali. Teteeeepppp tidak bisa. Akhirnya setelah hampir 2 minggu saya menghentikan kegiatan buka blog karena merasa sia-sia. Meski blog bisa diakses, tapi saya tetap tidak bisa masuk ke blogger. Pasrah deh. Waktu itu saya berpikir mau migrasi ke IG saja dan tak peduli pada DapurManis lagi. Sedih sesedih sedihnya. Saya merasa blog yang dirintis sejak 2012 tidak bisa saya lanjutkan kembali. Belum lagi ada adsense yang sudah mencapai $75. Kan bikin mewek banget ini. Meski mewek, matre tetep wajib kan ya hahahah..... Dan akhirnya, saya sudah sampai di titik terendah, tidak berharap bisa menulis di blog lagi. Hal ini berlangsung sampai 1 bulan kurang lebihnya.

Suatu ketika saya iseng. Tujuannya ingin mengenang kegiatan saya beberapa tahun terakhir ini sebagai seorang blogger. Awal Juni 2019 lalu saya buka blog kemudian menulis email dan password, mencoba masuk blogger lagi. Lah kok bisa ??? Horeeeee.....langsung deh ceki-ceki semua "onderdil" di dalamnya. Masih lengkap. Komplit. Tidak lupa untuk cek komentar dan ternyata ada beberapa komen di tinggalkan teman blogger. Hari itu saya merasa sangat happy, merasa terbang sampai langit, saking senangnya karena DapurManis sudah kembali lagi. Alhamdulillah 😇😇😇 Serasa dapat surprise. Semangat saya muncul kembali untuk update resep. Saya berjanji dalam hati harus menulis resep baru di DapurManis. Dan sekaranglah saatnya saya harus menyapa kembali teman-teman dunia maya saya. Jujur saja, saya masih cinta blogspot. Masih cinta jadi seorang blogger. Yang paling penting, masih cinta duit adsense juga wkwkwkwk...... Saya juga berusaha memudahkan teman-teman pembaca DapurManis yang lebih suka membaca blog daripada buka IG atau Youtube karena alasan boros kuota. Saya berusaha memahami, tidak semua orang diberi kelebihan materi sehingga bisa mengakses IG atau Youtube. Pernah ada seorang teman yang keberatan jika saya pindah ke IG sepenuhnya dan meninggalkan DapurManis dengan alasan dia tidak mampu jika harus mengakses IG. Hal itulah yang menjadi penyemangat saya untuk bertahan menjadi seorang blogger. Penghapusan G+ ini jadi bahan pelajaran saya supaya tidak cuek dengan blog. Selama ini saya terlalu asik nulis resep dan motret, tapi abai terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan keberlangsungan DapurManis. Alasannya, karena saya sudah malas utak atik blog, dan merasa lebih asik menulis resep saja.

Well, sekarang kembali ke resep ya. Masak praktis dan sederhana saja karena kita semua telah makan makanan berlemak tinggi ketika lebaran tempo hari. Telur ceplok yang dibuat ini sebenarnya karena kepepet. Biasalah kalo lebaran, tukang sayur yang jualan masih bisa dihitung dengan jari. Terpaksa harus ke pasar induk karena pasar komplek masih sepi dari pedagang. Udah gitu harga sayur juga masih selangit. Sebagai penyelamat perut, bikinlah telur ceplok kecap pedas sebagai menu makan siang di rumah. Resep yang gampang banget. Semua pasti bisa. Bahan juga sederhana dan murah meriah. Tapi hasilnya, jangan ditanya deh. Buktinya orang di rumah mau nambah nasi terus di piringnya hahahah...

Bahan :
6 butir telur ayam
300 ml air
5 sdm kecap manis
½ sdt garam
2 sdt gula pasir
½ sdt saus tiram

Bumbu iris :
6 butir bawang merah
3 siung bawang putih
8 bh cabe merah keriting
5 bh cabe rawit merah

Cara membuat :
1. Buat telur ceplok satu persatu dengan minyak sampai matang. Jangan lupa diberi sejumput garam ya masing masing telur ceploknya. Biar gurih hasil akhirnya nanti. Angkat, tiriskan.

2. Panaskan sedikit minyak di atas wajan, tumis bumbu iris sampai layu, harum dan sedikit kering. Tuangkan air.

3. Menyusul sisa bumbu, kecap manis, garam, gula dan saus tiram. Biarkan mendidih.

4. Masukkan telur ceploknya. Masak hingga meresap dan kuah sedikit berkurang. Koreksi rasanya. Boleh diberi kaldu bubuk bila suka. Jika sudah pas rasanya, matikan api. Siap disajikan.


Cah Sayur dan Otak-Otak

Assalamu'alaykum


Bikin cah lagiiiii..... Masak tanpa ribet adalah salah satu prinsip hidup saya. Lol 😂😂😂 Lha iya gitu lho. Wong saya single fighter di rumah, otomatis jadi mikir masak apa yang cepet dan anti ribet. Masak lauk dan sayur yang digabrukin jadi satu merupakan copasan dari ibu rahimahullah hihihi.... Yess. Ibu saya gak demen masak. Beliau seneng jahit baju dan bikin bordir. Kalo urusan masak, rasanya entahlah. Nggak ngalor nggak ngidul (nggak ke utara, enggak ke selatan). Alias gak tau deh pokoknya. Karena latar belakang itulah saya jadi kepincut dengan dapur. Cita-citanya pingin expert di dapur meski cuma kelas rumahan hahahah..... Dari situlah saya serius pingin bisa baking dan cooking yang disukai orang rumah. Alhasil, cita-cita saya terkabul sampai sekarang. Bisa baking dan cooking yang disertai rasa cinta sepenuh hati sangatlah membuat saya happy. Asli ini. Gak bohong. Alhamdulillah, sampai saat ini saya sangat menikmatinya meski levelnya gak naik-naik ke youtube dan cuma sampai kelas blogger doangan hahahah......

Well berhubung saya lagi punya ide yang moncer (halah) kali ini saya masak otak-otak. Lagi ditinggal mudik bapaknya anak-anak nih makanya saya buruan masak yang praktis. Untung gak males ngetik. Nggak males masak juga. Nggak males ngepel, nyapu dll. Malah lebih rajin rasanya karena di rumah sepi. Ngerjain apapun bisa fokus dan tidak terganggu. Kepala jadi punya ide aneh-aneh dan jejari selalu pingin ngetik. Udahan dulu ya nulisnya. Mau ngelanjut kerjaan yang lain nih. Yuk mariiiii....

Bahan :
10 buah otak-otak, potong serong
150 gram buncis, potong 4 cm
2 buah wortel, iris miring
50 ml air
100 gr sawi hijau, potong 3 cm
3 siung bawang putih, cincang halus
6 butir bawang merah, iris tipis
1/2 sendok teh garam
1/4 sendok teh merica bubuk
1/2 sdt gula pasir
1 sdt saus tiram
100 ml air
1 batang daun bawang, potong 1 cm
1 sendok makan minyak untuk menumis

Cara Membuat :
1. Goreng otak-otak asal matang. Jangan terlalu kering supaya tidak alot. Angkat, tiriskan.

2. Panaskan 1 sdm minyak bersih. Tumis bawang putih dan bawang merah sampai harum. Masukkan wortel dan buncis, masak sampai setengah matang. Beri 50 ml air supaya cepet empuk

2. Masukkan otak-otak, aduk rata. Tambahkan garam, merica, gula pasir dan saus tiram. Aduk rata. Tuang 100 ml air. Masak sampai matang dan meresap.

3. Terakhir masukkan sawi dan daun bawang, aduk sampai layu. Matikan api. Siap disajikan.