Roti Sobek Sarikaya Pandan

Assalamu'alaykum


Dalam rangka memberdayakan sarikaya, stok di dalam freezer. Karena di rumah penggemar roti, akhirnya selai sarikaya dihabiskan untuk bikin roti sobek saja. Jadi ingat dulu pernah membuat Roti Pandan Isi Sarikaya. Sekarang dibalik, sarikaya pakai pandan dan rotinya plain. Kali ini saya pakai pasta pandan botolan karena pohon saya sedang merana akibat kemarau. Daun pandan saya banyak yang mengering sehingga tidak tega untuk memotongnya, meski hanya sekedar sebagai pengharum nasi. Biarkan saja si pohon bertahan hidup sembari menunggu musim hujan tiba. Padahal setiap hari disiram menggunakan air cucian beras namun hanya sedikit sekali menolong. Daun tetep saja kering. Sedih deh melihat daunnya banyak sekali yang mengering. Sekian tahun lamanya pohon pandan ini sudah berbakti banyak pada keluarga kami. Pohonnya rimbun, meski hanya ditanam di pot. Anaknya juga banyak, muncul di bawah batang utama si induk. Tapi setali tiga uang, si anak pun daunnya juga banyak yang kering. Jadi kasian saya terhadap pohon pandan kesayangan. Alhamdulillah, hujan telah turun di Ciledug bulan Oktober ini. Tapi baru beberapa kali saja, belum setiap hari turun hujan. Pohon pandan kesayangan mulai kelihatan segar meski masih banyak yang kering daunnya. Gak apa deh. Semoga hujan makin sering turun di rumah. Aamiin.


Resepnya masih sama dengan yang dulu kok. Masih favorit gitu. Gurihnya santan dalam adonan roti memang membuat jatuh cinta. Wangi khas santan juga terasa nikmat ketika roti digigit. Alamaaakkkk nulis sambil ngeces nih hihihi...Langsung capcus saja ya biar gak ngelantur. Yuuuukkkk....

Bahan roti :
500 gr terigu serbaguna
50 gr susu bubuk fullcream
100 gr gula pasir
6 gr ragi instant
2 butir telur utuh
200-225 ml santan dingin dari kulkas
2 sdm mentega tawar
1 sdt garam halus

Isi sarikaya pandan :
500 ml santan, sedang kekentalannya
1 sdt pasta pandan botolan
150 gr gula pasir
75 gr terigu serbaguna
½ sdt vanili bubuk
½ sdt garam
3 butir kuning telur, kocok pakai garpu asal rata

Olesan sebelum dipanggang : 1 sdm telur kocok + ½ sdm susu cair

Taburan : wijen/chocochips/chocorice/ almond slice/kenari/keju cheddar parut

Cara membuat :
1. Isi sarikaya : campur semua bahan.  Aduk sampai rata dan licin, jangan bergerindil. Tuang ke dalam pan anti lengket. Rebus sampai meletup-letup dan kental. Matikan api, dinginkan. Masukkan ke dalam kulkas supaya lebih padat sehingga mudah diisikan ke dalam roti nantinya.

2. Roti : campur jadi satu terigu, susu bubuk, gula pasir dan ragi instant dalam wadah besar, aduk rata. Buat lubang di tengah.

3. Masukkan telur. Menyusul santan  sambil diuleni. Tuang santan sedikit demi sedikit. Uleni sampai menggumpal dan sedikit lengket.

4. Masukkan mentega dan garam. Uleni sebentar. Lanjutkan mengulen sampai kalis elastis mencapai tahap window pane stage (jika adonan dibentang bisa membentuk lapisan tipis transparan). Sisihkan.

5. Siapkan loyang berikut ini :
- 2 buah loyang brownies ukuran 20x10x4cm
- 1 bh loyang loaf ukuran 21x7x7cm.
- 1 bh loyang ring diameter 16cm tinggi 5cm.
Alasi semua loyang dengan kertas roti dan oles dengan mentega/margarine/minyak di semua bagian loyang. Sisihkan.

6. Tanpa fermentasi, timbang adonan masing masing seberat 50gr. Bulatkan. Sisihkan 10 menit supaya relax (hasilnya jadi 20-21 pcs).

7. Ambil adonan. Tipiskan, beri isian sarikaya kemudian gulung sambil dipadatkan. Rapatkan sisinya supaya tidak bocor. Letakkan berjajar di loyang  (loyang loaf berisi @ 5pcs, loyang ring berisi 6pcs). Lakukan sampai adonan habis.

Note :
* Berbekal pengalaman sebelumnya, saya selalu mengisi loyang loaf sebanyak 6pcs. Karena roti sobek ini menggunakan filling, jumlah roti yang ditata dikurangi supaya tidak meluap ketika dipanggang. Filling di dalamnya membuat roti jadi semakin gembul dan membesar.

8. Tutup adonan dan fermentasikan di tempat hangat hingga mencapai 80%-90% dari tinggi loyang.

9. Panaskan oven suhu 180'C. Ambil adonan yang telah mengembang. Olesi dengan campuran telur. Beri taburan.

10. Panggang sampai matang dan permukaannya kuning kecoklatan, selama 15-25 menit. Setelah matang olesi mentega selagi panas.


Capcay Kekian Kampung

Assalamu'alaykum


Ketika saya masih di Solo, kami sering sekali beli capcay di kaki lima. Capcay di Solo yang harganya terjangkau biasanya pakai kekian kampung. Kekian terbuat dari adonan terigu dan air kemudian digoreng. Mirip seperti bakwan tapi tanpa sayur. Berhubung harganya yang terjangkau, kekian ini tanpa diberi ayam atau udang. Dengan kata lain kekian palsu. Sedang kekian yang asli biasanya pakai udang, ayam atau protein hewani lainnya. Dan kekian kampung ini kadang bisa dijumpai ketika membeli bihun goreng di bakul snack tenongan (FYI, tenongan berasal dari kata tenong, yaitu wadah bulat besar dari logam, yang biasanya berisi aneka jajan pasar. Bihun goreng ini biasanya dibungkus daun pisang sedang kekian kampungnya ngumpet di bawah bihun. Bakul tenongan ada yang keliling kampung atau komplek perumahan untuk menawarkan dagangannya, ada juga yang jualan di pasar tradisional). Selain itu bisa juga menambahkan kekian untuk nasi goreng atau mie goreng. Tapi yang paling sering dijumpai adalah kekian untuk capcay alias capjae (logat Jawa untuk mengucapkan capcay). Kekian kampung ini sudah jadi resep pakem untuk capjae Solo dan sekitarnya. Dan selama di Ciledug saya sering sekali bikin capcay ala Jawa ini menggunakan kekian kampung. Jujur saja, saya belum pernah bikin sendiri capcay yang menggunakan kekian asli, yang pakai protein hewani. Saya kurang demen. Lebih seneng kekian kampung yang ringan rasanya.

Resep untuk kekian kampungnya menggunakan soda kue, tanpa telur. Saya mendapatkan resepnya dari pedagang capcay waktu masih di Solo dulu. Soda kue memberi tekstur empuk dan berlubang-lubang meski tanpa telur. Jika mau pakai telur, boleh saja. Untuk 250 gr terigu, pakai 1 butir telur plus air secukupnya, tanpa bahan pengembang. Tentu saja pakai garam ya. Semua bahan itu dicampur jadi satu hingga menyerupai adonan bakwan. Lebih gurih pastinya hasil kekian yang pakai telur. Tapi dari segi tekstur lebih padat karena tanpa bahan pengembang. Boleh gak adonannya pakai telur dan bahan pengembang ? Saya tidak menyarankan karena rasanya kurang enak menurut saya. Aroma soda kue akan terasa lebih kuat (menyengat) jika dicampur telur. Sangat berpengaruh terhadap cita rasa kekiannya nanti. Selain itu warna kekian akan menjadi lebih coklat, lebih cepat berubah warna ketika digoreng. Penampilannya jadi kurang cantik dan menarik. Jadi pilih salah satu saja. Jika pakai bahan pengembang skip telurnya. Jika mau pakai telur skip bahan pengembangnya. Paham ya guys....

Sedang bumbu capcay yang dibuat ini seperti resep capcay pada umumnya. Mudah dan murah meriah. Jika bikin capcay gini selalu digadoin ketika menyantapnya. Tanpa nasi gitu. Lha kekiannya aja udah bikin kenyang, jadi gak perlu pakai nasi. Dan setiap kali bikin capcay, selalu habis dinikmati orang rumah. Alhamdulillah.

Bahan kekian kampung :
250 gr terigu
1 siung bawang putih, haluskan/diparut
½ sdt soda kue
¼ sdt garam
⅛ sdt lada bubuk
⅛ sdt kaldu bubuk (optional, saya gak pakai)
400 ml air

Bahan capcay :
1/2 butir bawang bombay, cincang
1/2 sdt kecap ikan/kecap asin
1 batang daun bawang, iris tipis
100 gr wortel, iris miring
50 ml air
5 batang sawi hijau, potong 3-4 cm
50 gr kol, potong kasar
5 butir bakso, iris sesuai selera
4 batang sosis, potong bulat 1 cm
2 butir telur dibuat scramble egg
200 ml air kaldu ayam/daging
1 sdm saus tiram
2 sdt kecap manis
½ sdt garam
¼ sdt lada bubuk
½ sdt gula pasir

Bumbu capcay, haluskan :
2 siung bawang putih
3 butir kemiri

Cara membuat :
1. Kekian kampung : campur semua bahan kering dan bawang putih. Tuangi air sedikit demi sedikit sampai menjadi adonan yang licin dan kental. Gunakan whisker supaya mudah bercampur. Aduk rata. Adonannya mirip seperti adonan bakwan ya.

2. Panaskan minyak cukup banyak. Tuang adonan menggunakan sendok sayur. Jangan terlalu banyak memasukkan adonan ke dalam minyak karena akan mengembang. Goreng sampai matang kuning kecoklatan kedua sisinya. Angkat, tiriskan sampai dingin. Potong sesuai selera. Sisihkan.

Note :
* Kekian kampung ini bisa dibuat dalam jumlah banyak. Setelah digoreng dan dingin, masukkan dalam box plastik supaya tidak keras, kemudian simpan di kulkas. Jika mau pakai, keluarkan dulu sampai suhu ruang, supaya empuk lagi, baru dipotong-potong. Bisa digunakan sebagai campuran mie, bihun goreng atau nasi goreng.

3. Capcay : tumis bawang bombay sampai layu dan bening. Menyusul bumbu halus, kecap ikan dan daun bawang. Setelah daun bawang layu masukkan wortel. Beri 50 ml air dan masak sampai wortel jadi lunak.

4. Tuangi kaldu. Bumbui saus tiram, kecap manis, garam, gula, lada dan kaldu bubuk jika suka. Biarkan mendidih. Koreksi rasanya. Menyusul sisa bahan seperti kol, sawi, bakso, sosis dan scramble egg. Masak sebentar asal sayur layu.

5. Terakhir masukkan kekian kampung, aduk rata. Masak sampai kekian sedikit lunak karena menyerap kuah capcay. Matikan api dan siap disajikan.



Bakwan Spaghetti


Assalamu'alaykum


Masih berusaha memberdayakan spaghetti pemberian bu Tari tempo hari. Setelah membuat Bitterballen Spaghetti dan sekarang telah habis, saya berpikir mau dibikin apalagi ya. Saya berusaha menggabungkan makanan tradisional dengan spaghetti yang notabene adalah makanan barat. Jika dipikir, bentuk spaghetti ini mirip dengan mie. Saya pun pernah membuat bakwan mie. Dari situlah ide ini muncul. Untuk bakwan, adonannya seperti bakwan pada umumnya yang berisi sayur. Saya menggunakan paket sayur sop dari tukang sayur langganan. Dalam satu bungkus sayur sop ada kol, wortel, kentang, buncis dan daun bawang. Semua bahan ini bisa dipakai untuk membuat bakwan. Karena di kulkas ada sisa bakso sapi 2 butir, dicemplungin saja sekalian supaya bakwan ini lebih kaya rasa. Ternyata, bakwan spaghetti ini tetep enak rasanya. Endess gitu. Cocok juga dibuat cemilan yang merupakan salah satu jajanan street food kita.

Bahan :
50 gr spaghetti kering
200 gr tepung terigu
25 gr tepung beras
1 sdm tepung tapioka/kanji/aci
1/2 sdt garam
1/4 sdt merica bubuk
225 ml air
2 bh wortel, serut memanjang
2 butir kentang, serut memanjang
5 batang buncis, iris bulat tipis
5 lembar kol, iris tipis
2 batang daun bawang, iris halus
2 butir bakso, potong kecil-kecil

Bumbu halus :
1/2 sdt ketumbar
2 siung bawang putih
2 butir kemiri
1 cm kunyit

Cara membuat :
1. Rebus air sampai medidih. Beri garam dan masukkan spaghetti. Masak spaghetti sampai matang. Tiriskan dan potong-potong, sepanjang 3-4cm. sisihkan.

2. Dalam sebuah wadah besar campur terigu, tepung beras, tapioka, garam, merica dan bumbu halus. Tuangi air sambil diaduk sampai rata, kental dan licin. Cek rasanya. Boleh ditambah kaldu bubuk dan penyedap rasa jika suka. Aduk rata.

3. Masukkan kentang, wortel, buncis, kol dan daun bawang, aduk rata. Menyusul spaghetti dan bakso, aduk sampai rata kembali.

4. Panaskan minyak di atas wajan cukup banyak. Dengan menggunakan sendok sayur, goreng adonan di bagian pinggir wajan sambil dilebarkan. Siram-siram supaya lepas dari wajan, dan goreng sampai kuning kecoklatan. Angkat dan tiriskan. Sajikan hangat bersama cabe rawit atau saus cabai.

Brudel Manado

Assalamu'alaykum


Yihaaaa....ngeblog lagi di bulan Oktober setelah absen lebih dari seminggu. Bulan September kemarin hanya bisa posting 5 resep. Ngenes ya hihihi..mood ngalor ngidul emang jadi biang kerok yang susah dihilangkan sih (alesan). Beberapa hari yang lalu mb Monica Rampo kirim WA, menanyakan kenapa saya belum update blog. Jawabannya ya gitu deh, ga mood dan belum punya ide bikin apapun. Padahal di dalam draft sudah berderet-deret aneka resep yang sekiranya bakal saya bikin dalam waktu dekat. Buanyak gitu aneka resep yang telah saya tulis termasuk prolognya. Kebiasaan buruk memang, suka menunda-nunda eksekusi resep yang telah direncanakan dengan alasan gak mutu, hihihi....

Karena hal itulah saya memaksakan diri harus bikin sesuatu yang membuat segera bergerak ke dapur. Setelah googling kepincut dengan Brudel ala Manado. Brudel paling beken tuh brudel resepnya Ibu Jane Sipasulta. Menurut saya resep ini masih orisinil karena langsung diwariskan dari Mama beliau pada putrinya. Takaran resepnya pun menggunakan gelas belimbing, bukan ditimbang. Jadul banget kan ya. Resep ini sudah saya simpan bertahun-tahun. Dan sudah dipraktekkan suhu-suhu baking di dunia maya. Review-nya, rata-rata memuaskan. Brudel berbeda dengan bluder ya. Jika brudel hasil akhirnya mendekati seperti cake atau bolu dengan aroma yeast, sedang bluder adalah roti atau bread. Tekstur dan rasa bluder itu adalah tekstur roti pada umumnya namun lembut sekali karena penggunaan kuning telur yang banyak.

Karena hasil akhir brudel yang perpaduan antara cake dan roti itulah yang menjadikannya unik. Meski saya sudah membuat beberapa Brudel di blog ini, tapi kangen juga untuk membuatnya kembali. Apalagi bahannya sudah tersedia di rumah, jadi tinggal eksekusi aja. Brudel ini ada juga yang menyebutnya bluder cake. Karena teksturnya seperti bolu makanya diberi embel-embel cake di belakangnya.

Brudel di bawah ini takarannya hanya dibuat setengah dari resep asli dan dikonversi ke gram. Karena jaman sekarang belum tentu ada gelas belimbing di rumah, makanya saya berinisiatif untuk mengkonversinya. Tapi jika mau pakai gelas yang lain boleh juga kok. Pakai cup juga boleh. Dengan catatan, harus pakai gelas atau cup yang sama, jika tidak mau berantakan hasilnya alias gagal heheheh.... Setelah matang, brudel ini sangat nikmat jika disandingkan dengan kopi atau teh. Rasanya tidak terlalu manis. Cake dengan aroma yeast ditimpali rasa susu hmmm....wangi dan enak sekali.

* Takaran 1 gelas belimbing = 250ml

Bahan:
2¾ gelas terigu (302 gr)
3 butir telur ukuran kecil
3/4 gelas gula pasir (150 gr)
1/2 gelas susu bubuk (50 gr)
50 gr margarin, suhu ruang dan tidak perlu dicairkan
1 gelas air hangat (250 ml)
5 gr yeast/ragi instant


Cara membuat :
1. Siapkan loyang tulban diameter 22cm tinggi 7cm. Olesi margarin semua bagian dan taburi terigu sampai rata.

2. Dalam wadah besar campur bahan kering seperti terigu, gula, susu bubuk dan ragi jadi satu.

3. Tambahkan margarin, setelah itu masukkan telur. Aduk rata pakai sendok kayu atau spatula. Kalo males ngaduk, bisa pake mixer dgn kecepatan sedang.

4. Tambahkan air hangat sedikit demi sedikit, sambil diaduk sampai rata. Adonan akhir kental tapi mudah dituang seperti adonan sponge cake.

5. Tuang di loyang yg sudah dioles margarin dan ditabur terigu (adonan ini akan ngembang, jadi masukkan setengah loyang saja, kalo ga bisa luber kemana-mana). Ratakan permukannya. Hentakkan loyang beberapa kali di atas meja untuk menghindarkan lubang setelah matang nanti.

5. Diamkan di tempat hangat sampai adonan naik dan dan mengembang selama 30 menit (saya fermentasinya hampir 1 jam karena sambil ngerjain PR. Akibatnya tekstur kue berlubang-lubang, hiks)

6. Panaskan oven suhu 180'C. Panggang di dalam oven sampai matang. Lakukan test tusuk

7. Setelah matang, keluarkan dari oven. Langsung oleskan margarin di permukaan kue yang masih panas.

*********
Resep di bawah ini yang asli, milik ibu Jane Sipasulta.

BRUDEL (bukan BLUDER yaa..)

Bahan:
5 1/2 gls terigu
5 btr telur
1 ½ gls gula pasir
1 gls susu bubuk
100 gr margarin (blueband sachet 200gr, dibelah 2 aja, pake 1/2nya, jd ga usah repot nimbang..hehe)
2 gls air hangat
1 bungkus ragi instant


Cara membuat:
1. Campur bahan kering (terigu, gula, susu, ragi) jadi satu.

2. Tambahkan margarin, setelah itu masukkan telur. Kalo males ngaduk, bisa pake mixer dgn kecepatan sedang.

3. Tambahkan air hangat sedikit2. Aduk rata.

4. Tuang di loyang yg sudah dioles mentega dan ditabur terigu (catatan: adonan ini bakal ngembang, jd masukkan setengah loyang saja, kalo ga bisa luber kemana-mana)

5. Diamkan kurleb setengah jam, smp adonan naik.

6. Panggang di oven smp matang.

7. Setelah matang, keluarkan dari oven. Lgsg oleskan margarin di permukaan kue yg msh panas.

O iya, gelas yg dipake gelas belimbing ato yg standar aja.. kalo mau pake cup/cangkir jg okeh aja.. asal sama ukuran gls/cup/cangkirnya.. jgn ngukur terigu, pake cangkir ini.. trus ngukur gula, pake cangkir yg lain...

Jd praktis kan ga usah repot konversi resep ke ukuran gram2an...;)

Tumis Pare Goreng

Assalamu'alaykum


Salah satu resep yang belum tayang di blog, tapi sudah tersimpan di IG. Saya membuatnya di bulan April lalu. Cekidot yuk.
----------------------------------------------------------

Apa tuh maksud judul di atas ? Pare digoreng ? Iya. Pare yang digoreng. Jika kita masak pare pasti ada proses meremas remas kan ya untuk mengurangi rasa paitnya ? Nah, sekarang saya punya cara baru untuk mengurangi rasa paitnya. Yaitu digoreng !! Betul. Pare yang digoreng ternyata bisa berkurang rasa paitnya. Tips ini saya dapat dari Bunda Estherlita. Ih syuka deh sama tips ini. Selama ini jika dibejek atau diremas, pare sering hancur. Tapi jika beli tumis pare di luar rumah, kok cakep ya bentuknya. Masih utuh gitu. Warnanya juga masih ijo cantik. Tidak pucat seperti yang saya buat. Ternyata rahasianya adalah, parenya digoreng ! Tidak diremes atau dibejek. Selain itu lebih praktis. Tidak bikin capek atau pegel. Pare yang digoreng tidak terlalu berminyak hasilnya seperti jika kita menggoreng terong ya. Jika terong amat sangat berminyak setelah digoreng, pare tidak seperti itu. Nggak berminyak dong ? Enggak juga. Tetap saja berminyak, mirip gorengan kalo saya bilang. Kan digoreng. Jadi tetap saja berminyak tapi tidak sebasah terong gitu. Setelah tahu cara praktis ngilangin pahitnya pare, saya jadi ketagihan tuh masak pare hihihi....jika dihitung saya sudah empat kali pakai tips ini. Dan hasilnya memuaskan. Yuk cobain yuk. Biar gak penasaran bikin tumis parenya 😄😄

Bahan :
4 bh (500gr) pare/paria
3 sdm rebon, cuci bersih, tiriskan
1 sdt kecap ikan/asin
1 sdm saus tiram
¼ sdt garam
50 ml air
75 gr teri medan, goreng matang

Bumbu iris :
6 bh bawang merah, iris tipis
3 siung bawang putih, iris tipis
10 bh cabe merah keriting
6 bh cabe rawit merah

Cara membuat :
1. Potong ujung pare, buang isinya dan potong bulat bulat setebal 1cm. Cuci bersih, tiriskan.

2. Panaskan minyak agak banyak di atas wajan. Goreng pare asal layu saja. Angkat tiriskan. Sisihkan.

3. Panaskan sedikit minyak dalam wajan, masukkan bumbu iris dan rebon, tumis sampai harum. Masukkan kecap ikan dan saus tiram. Aduk rata

4. Masukkan pare dan garam, aduk rata. Cek rasanya. Masukkan air. Masak sampai meresap dan airnya habis Koreksi rasanya. Matikan api. Sajikan bersama taburan teri goreng.


Roti Pisang Labu Kuning

Assalamu'alaykum


Ini juga salah satu resep yang belum tayang di blog, namun sudah nyantol resepnya di IG. Yuk capcus aja ya.
---------------------------------------------------------
Mengawali bulan April dengan membuat roti pisang nih. Mumpung tukang sayur bawa labu kuning, saya beli aja 2 potong seberat kurleb 1 kg. Di kepala saya sudah terbayang bikin aneka snack yang menggiurkan. Apa daya bulan Maret lalu saya kena radang tenggorokan. Terpaksa labu kuning yang sudah jadi bubur dibekukan dulu. Setelah sekitar 10 hari ambruk, Alhamdulillah sekarang saya sudah sehat kembali. Sudah merasa fit untuk membuat aneka makanan dan sibuk seperti biasa. Setelah enakan, saya berasa sakau pingin roti pisang hihihi...lama bingit gak makan roti pisang nih. Dan semalam, bapaknya anak-anak membelikan saya pisang uli untuk dibuat roti pisang. Dan hasilnya ya, seperti yang di post ini. Cantik deh warna rotinya jika pakai labu kuning. Selain cantik, hasilnya enak, moist dan lembut. Wangi juga karena saya pakai Royal Krone Butter Substitute @landkrone_id

Baru sekali ini pakai Royal Krone dan saya suka. Wanginya itu lho yang bikin nagih. Rasa juga enak. Lebih ekonomis dari butter tapi rasanya gak murahan. Bisa jadi alternatif pengganti mentega yang harganya kadang bikin dompet tipis hihihi.

Roti Pisang Labu Kuning . . .

Bahan roti :
250 gr terigu serbaguna
250 gr terigu protein tinggi
150 gr bubur labu kuning (ditimbang setelah dihaluskan ya)
30 gr susu bubuk fullcream
100 gr gula pasir
7 gr ragi instant
1 butir telur utuh 170-200 ml air es
50 gr Royal Krone Butter Substitute @landkrone_id
5 gr garam halus

Isi : 20 buah pisang uli, tumis dengan sedikit mentega atau margarin . .

* Telur kocok untuk olesan sebelum dipanggang
* Coklat meises untuk taburan
* Mentega atau margarin untuk olesan setelah dipanggang
* Siapkan loyang lebar, alasi loyang dengan kertas roti dan oles dengan mentega/margarine/minyak di semua bagian loyang. Sisihkan.

Cara membuat :
1. Roti : campur jadi satu terigu, bubur labu kuning, susu bubuk, gula pasir dan ragi instant dalam wadah besar, aduk rata. Buat lubang di tengah.

2. Masukkan telur. Menyusul air es sambil diuleni. Tuang air sedikit demi sedikit. Uleni sampai menggumpal dan sedikit lengket.

3. Masukkan mentega dan garam. Lanjutkan mengulen sampai kalis elastis.

4. Tanpa fermentasi, timbang adonan masing masing seberat 50gr. Bulatkan. Sisihkan 10 menit supaya relax (hasilnya jadi 20 pcs).

5. Tipiskan adonan, beri isian pisang. Gulung setengah bagian. Sisanya dikerat kemudian gulung sampai habis. Tata di atas loyang lebar. Fermentasikan semua adonan hingga naik 50-60% dari besar semula.

6. Panaskan oven suhu 190°C. Olesi permukaan roti dengn telur kocok. Taburi coklat meises. Panggang sampai permukaan kuning kecoklatan. Keluarkan dari oven. Selagi panas oles mentega.



Eggless Shortbread Brownies

Assalamu'alaykum


Late Post
Tiga atau empat hari yang lalu saya iseng hendak mencari resep brownies di blog ini. Saya mencari Shortbread Brownies yang pernah saya posting. Kok gak nemu ya. Berhari-hari saya cari, keluar masuk blogger, jangan-jangan masih tersimpan di dalam draft. Ternyata gak ada. Ketika saya mencari via google, resep ini muncul di IG. Saat itu saya saya belum sadar jika resep ini sudah tayang di IG, tapi belum masuk blog. Tetep saja kekeuh mencari di blogger. Sampai bingung, kenapa di blog gak ada, tapi bisa muncul di IG ? Saking bingungnya saya sampai kirim wa ke mbak Monica Rampo. Saya bertanya, postinganku di blog kok bisa hilang ya ? Setelah WA beberapa lama, akhirnya saya berkesimpulan bahwa saya memang belum posting resep ini di blog, hihihi.... Bikin sebel ya. Panik dan bingung sampai segitunya, ternyata resepnya memang belum diposting. Penyebabnya adalah, waktu itu saya keblokir tidak bisa masuk blogger di bulan April. Tapi saya masih membuat beberapa resep dan diposting di IG supaya tidak hilang. Setelah bisa masuk blogger kembali, saya lupa dengan resep ini yang belum diposting di blog (faktor U ini pasti penyebabnya). Dan akibatnya seperti yang saya ceritakan di atas. Saya kebingungan setengah mati. Tapi sekarang, huffffttt lega rasanya setelah tau dan yakin jika resep saya tidak hilang dan masih ada di IG. Dan hari ini saya berniat mendokumentasikan resep yang belum tayang di blog. Mbak Monic lah yang meyakinkan saya bahwa resep ini memang belum dimuat di blog.  Alesannya, mb Monic belum pernah melihat di blog dan meninggalkan komen di postingan tersebut. To mb Monic, makasih ya sudah mau meladeni WA ku kemarin itu. Hug hug. Udah enteng sekarang perasaanku hihihi.....

--------------------------------------------------------

Resep lama yang sudah tertunda sekian tahun untuk mengeksekusinya. Cara pembuatan yang simpel sangatlah saya sukai. Tanpa alat yang aneh-aneh atau bahan yang sulit saya dapatkan. Shortbread adalah adonan kukis sederhana yang terdiri dari gula, mentega dan tepung. Asal muasal shortbread dari Scotlandia ya. Tekstur shortbread tuh crumbly alias beremah (orang Jawa bilang ngeprul. Renyah dan ringkih teksturnya. Mudah hancur gitu). Dan biasanya bertipe manis. Untuk mendapatkan tekstur crumbly, adonan cukup di-rub, yaitu diremas-remas menggunakan ujung jari. Ringan-ringan saja, sampai terbentuk adonan seperti pasir. Jika punya pastry blender boleh tuh digunakan. Atau menggunakan 2 buah pisau. Ya pisau dapur biasa. Gerakkan pisau seperti memotong-motong (menyilang gitu ya) sampai adonan jadi berbutir seperti pasir. Jaman dulu, shortbread hanya menggunakan 3 bahan saja untuk membuatnya seperti yang saya tulis di atas. Yaitu, lemak, gula dan tepung. Sekarang bisa divariasi sesuai selera. Misal diberi tambahan keju, almond atau buah kering seperti orange peel. Kismis atau kurma juga cocok sepertinya.

Sedangkan Shortbread Brownies adalah dessert gabungan antara kukis dan brownies. Lapisan bawah berupa adonan kukis dan lapisan atas adalah adonan brownies. Resep di bawah ini hasil kreasi saya yang dimodif tanpa telur. Saya lagi malas keluar rumah untuk beli telur, jadi adonannya dibuat aja yang tanpa telur. Mudah dan murah kok. Gak bikin kantong jebol. Gunakan coklat bubuk kualitas bagus untuk mendapatkan hasil maksimal.

Eggless Shortbread Brownies

Bahan lapisan bawah :
113 gr mentega dingin
50 gr gula pasir
140 gr terigu serbaguna

Bahan lapisan brownies :
100 gr mentega tawar
125 ml minyak goreng
50 gr coklat bubuk kualitas bagus
200 gr gula pasir
¼ sdt garam
150 ml air panas
200 gr terigu
½ sdt soda kue
1 sdt baking powder

Taburan : coklat meises, kacang kenari dan wijen putih

Cara membuat :
1. Siapkan loyang persegi ukuran 22x22x4cm. Alasi kertas roti dengan melebihkan bagian sisinya. Olesi minyak semua bagian. Panaskan oven suhu 180'C. Sisihkan.

2. Lapisan bawah : campur mentega dingin, gula dan terigu jadi satu. Rub menggunakan ujung jari-jari tangan hingga berbutir seperti pasir. Tuang ke dalam loyang, padatkan. Panggang setengah matang, selama 8 menit. Keluarkan dari oven, sisihkan. Sekarang kita buat lapisan brownies.

3. Lapisan brownies : lelehkan mentega, matikan api, tambahkan minyak goreng. Sisihkan sampai hangat.

4. Dalam wadah besar campur coklat bubuk, gula pasir dan garam. Tuangi air panas, aduk sampai rata dan coklat jadi larut. Masukkan campuran mentega leleh dan minyak. Adonan akan sedikit turun suhunya.

Note : * Menuangkan air panas pada coklat bubuk bertujuan untuk mengeluarkan aroma coklatnya. 

5. Ayakkan ke atas adonan coklat tadi terigu, soda kue dan baking powder. Aduk menggunakan sendok kayu hingga rata. Adonan akhir kental, sedikit liat dan agak pekat.

6. Segera tuangkan adonan brownies di atas lapisan bawah tadi. Ratakan, beri taburan. Panggang dalam oven sampai matang selama +- 35-40 menit.

Seperti pada umumnya brownies, dessert satu ini paling nikmat jika sudah menginap. Lebih moist dan blend rasanya. Nyammmm.....


Sweet Bread With Gelatinized Dough Method

Assalamu'alaykum


Beberapa hari terakhir ini saya sering galau karena banyak resep numpuk di file tapi tidak segera dibuat. Jika ditilik sebabnya karena saya demen baca. Hobi baca resep baru. Karena demen baca itulah saya jadi kemecer berat dengan resep yang belum pernah saya bikin. Padahal draft saya buanyaaaakkk banget resep baru yang sudah disusun dengan prolog "ndakik-ndakik" (sok tau dan sok pinter) ala saya. Tapi gimana lagi yah kalo saya hobi selingkuh gini dengan resep yang sekiranya 'kinclong' hasil akhirnya. Saya tidak tau bagaimana mengendalikan hati yang suka selingkuh resep ini, halaaaaahhhh..... Mungkin hobi baca resep bisa jadi tidak berguna karena selalu menghasilkan selingkuhan baru bagi saya. Iki ngomong opo to yooooo..... Kurang sajen juga kayaknya karena prolognya ngelantur begini, hahahahaah.....

Salah satu perbuatan selingkuh saya ya resep yang sekarang ini. Resep roti menggunakan metode gelatinized dough. Gelatinized dough adalah membuat adonan terigu dicampur air mendidih sehingga muncul "starch" alias pati/endapan seperti lapisan gel. Seperti adonan bening gitu tapi sedikit. Silakan dikoreksi jika pengertian saya tentang gelatinized dough salah. Gelatinized ini berfungsi untuk melembutkan roti tidak ubahnya seperti tangzhong atau water roux. Jadi pelembut sintetis bisa diskip. Adonan gelatin terigu ini dipopulerkan oleh Alex Goh. Banyak sekali resep roti di internet yang menggunakan pedoman dari beliau. Saya mengambil resep dari blog The Amateur Baker karena kepincut dengan embel-embel :

[The Next Day] : Bread still very soft without the use of any bread improver etc or the need to heat up!! I'm liking this method of bread making already! :) 

Gimana hati saya gak menjerit jika tidak segera dipraktekin coba ??? (kalo lebay gini pingin ngejitak rasanya). Lha wong dipamerin roti bakalan empuk meski ga pakai bread improver tuh. Kan saya jadi kayak meronta-ronta alias penasaran gitu (perasaan, saya jadi demen browsing resep roti setelah punya Breadmaker deh). Adonan ini dibentuk jadi beberapa macam variasi. Ada cressent roll, butter sugar bread dan roti sobek. Jika mau dibentuk lain, silakan sesuai selera aja ya. Suka-suka deh. Roti dengan metode gelatinized ini menghasilkan roti yang lembut dan moist. Dibandingkan metode tangzhong hasilnya mendekati dari segi kelembutan. Masih juara tangzhong sih, buat saya pribadi. Sedang untuk pori-pori saya masih sedikit kedodoran. Belum bisa menghasilkan pori-pori rapat dan berserat panjang seperti roti sobek santan favorit saya. Overall, enak dan nikmat roti ini. Sekarang lihat resepnya yuk, yang sudah dipajang di bawah 👇👇👇

Bahan gelatinized :
100 gr terigu protein tinggi
70 ml air mendidih

Cara membuat :
1. Letakkan terigu di mangkuk tahan panas. Tuangi air mendidih. Aduk menggunakan sendok kayu. Tahap awal pengadukan akan terlihat agak kering. Diamkan sebentar supaya suhu sedikit turun. Aduk-aduk lagi. Pada tahap ini adonan akan terlihat lebih lembut dan lembab. Aduk terus sampai rata hingga terbentuk adonan yang solid dan padat. Tutup rapat menggunakan plastik dengan posisi plastik melekat pada permukaan adonan.

2. Masukkan kulkas minimal selama 1 jam sampai dingin. Boleh disimpan selama 12 jam. Adonan gelatinized siap digunakan.


Bahan roti :
250 gr terigu protein tinggi
150 gr terigu protein sedang
100 gr gula pasir
20 gr susu bubuk
1 butir telur utuh
160-200 ml air es
60 gr mentega tawar
4 gr (1 sdt) garam halus

Olesan : 1 butir telur kocok + 1 sdt air
Taburan :
* mentega suhu ruang masukkan piping bag (untuk Butter Sugar Bread)
* gula pasir, keju cheddar parut, cokelat beras, aneka kacang-kacangan, wjien atau yang lain

Cara membuat :
1. Campur jadi satu terigu, susu bubuk, gula pasir dan ragi instant dalam wadah besar, aduk rata. Buat lubang di tengah.

3. Masukkan adonan gelatinized dough yang telah dipotong-potong beberapa bagian (kata Thukul Arwana "disobek-sobek" hihihi) dan telur ke dalam lubang tadi. Uleni sambil dituang air es sedikit demi sedikit sampai menggumpal dan sedikit lengket.

4. Masukkan mentega dan garam. Lanjutkan mengulen sampai kalis elastis (window pane stage). Bulatkan. Tutup adonan dan fermentasikan sampai naik 2x lipat atau lebih.

* Tabiat pemalas saya muncul deh karena demen menyimpan adonan roti di dalam kulkas selama semalam setelah kalis elastis. Dulu males bikin roti dengan alesan gak kuat nguleni. Giliran udah beli Breadmaker, sekarang malas menunggu fermentasi. Dasssaaarrrr hahahahah.......

* Biar gak dibilang pemalas harusnya bilang gini 'roti akan lebih syedap aromanya jika disimpan dalam kulkas semalam'. Ngeles hahahaha..... Padahal menurut saya sama aja aromanya, mau fermentasi 2x lipat di suhu ruang atau masuk kulkas semalam. Wong mengembangnya juga sama atau lebih gede dikit. Kecuali disimpan lebih dari 24 jam (di dalam kulkas), naaaa baru beda aromanya. Aroma ragi lebih tajam. Tapi saya kurang menyukai aroma ragi yang tajam. Perasaan kayak roti basi hahahahah.... Beda hidung, eh beda selera sama bule yang buat mereka lebih enak aromanya jika disimpan lebih lama di kulkas.

5. Siapkan loyang, alasi kertas roti dan olesi minyak atau margarin. Sisihkan.

6. Timbang adonan masing masing seberat 50gr untuk cressent roll dan Butter sugar bread. Bulatkan. Untuk roti sobek @ 100gr sebanyak 3 buah. Sisihkan 10 menit supaya relax.

7. Bentuk adonan sesuai selera kemudian tata di atas loyang dengan diberi jarak. Biarkan mengembang. Panaskan oven suhu 200'C. Sisihkan.

* Untuk Butter Sugar Bread : setelah adonan ditimbang dan sedikit mengembang, pipihkan. Pindah di loyang dan biarkan mengembang kembali sebesar 50-60%. Tusuk-tusuk permukaannya menggunakan jari di beberapa tempat sehingga terbentuk lubang. Oles telur sampai rata. Semprotkan mentega ke dalam lubang tersebut. Taburi gula pasir.

8. Setelah semua adonan terlihat mengembang, olesi telur, taburi gula pasir atau keju parut.

9. Panggang dalam oven selama 20-25 menit sampai kuning kecoklatan. Keluarkan dari oven.



Bitterballen Spaghetti

Assalamu'alaykum


Hari Sabtu yang lalu saya membuat Roti Sobek Manis Santan untuk cemilan. Hasil jadi lumayan banyak, 3 loyang. Sebagian saya antarkan ke tetangga yaitu Bu Tari. Bu Tari saya beri 1 loyang roti sobek toping wijen. Tanpa disangka ketika sampai di rumah beliau, saya malah disuguh tumis makaroni dan telur (mirip orak arik makaroni telur gitu. Kapan-kapan mau bikin juga ah) dan pulangnya dibawain spaghetti kering 1 pack, brownies buatan beliau dan 1 bungkus crackers. Lah, saya kok malah jadi gimana ya, hihihi. Niat saya hanya ingin berbagi makanan hasil tangan saya sendiri, tapi beliau malah memberi lebih pada saya. Maa syaa allah bu Tari, saya jadi terharu dengan kebaikannya.  Dengan penuh rasa tulus saya katakan, selama 3 tahun berteman dengan beliau, bu Tari adalah orang yang pemurah. Sangat murah hati malahan. Sebelum ini, berulang kali saya menyaksikan sendiri kemurahan hati beliau, tidak hanya kepada saya tapi dengan orang lain juga. Kadang, jika sedang bengong melompong saya sering teringat kebaikan dan kemurahan hati beliau. Dengan siapa pun beliau bersikap seperti itu. Sangat murah hati. Beberapa kali saya diajak makan (ditraktir) bu Tari bersama dengan seorang tetangga yang bernama Bu Tina. Tidak jarang saya jadi sungkan dibuatnya. Karena ditraktir itulah, saya ingin membalasnya dengan membuat roti untuk beliau sekalian buat orang rumah. Ternyata beliau menyukainya. Katanya enak dan layak jual malahan. Alhamdulillaah. Semoga Allah selalu memberkahi Bu Tari dengan rejeki yang berlimpah, kesehatan prima dan umur panjang. Aamiin.

Hasilnya jadi 3 loyang tuh

Roti Sobek Toping Wijen
untuk Bu Tari

Karena saya diberi spaghetti 1 pack, saya rada bingung mau dibuat apa. Sebelumnya saya tidak pernah mengolah spaghetti. Jika diberi saus bolognaise, saya ragu orang rumah bisa doyan. Maklum selera kampung soalnya hihihi..... Akhirnya buka blog, lihat resep apa saja yang ada di DapurManis, yang sekiranya bisa cocok dengan spaghetti. Akhirnya saya teringat dengan bitterballen. Yesss... Beberapa kali sudah saya membuat bitterballen dengan aneka variasi. Pakai jamur tiram, jamur kuping, keju, misoa atau makaroni. Spaghetti termasuk kategori pasta, sama dengan makaroni. Sip deh. Resep tinggal copas, hanya takarannya yang dimodifikasi. Udah pada tau dong ya kalo emak DapurManis selalu gatal tangan mengutak-atik resepnya. Untuk satu resep di bawah ini hasilnya banyak. Tapi tergantung ukuran juga sih. Mau gede atau kecil sesuai selera ya. Bikin bitterballen tuh mudah banget lho. Bahan juga gak neko-neko. Nggak perlu skill khusus. Paling hanya mengaduk dengan telaten adonan terigu dan susu cairnya di atas wajan supaya tidak berbutir-butir sehingga bisa menghasilkan adonan yang smooth alias licin. Sekarang, yuk ceki-ceki bahan dan cara buatnya.

Bahan :
4 sendok makan margarin untuk menumis
6 butir bawang merah, dicincang halus
100 gr fillet ayam, digiling
100 gr terigu serbaguna
600 ml campuran air kaldu dan susu cair
100 gram spaghetti, direbus matang, dipotong-potong
1/2 sendok teh kaldu ayam bubuk
3/4 sendok teh garam
1/2 sendok teh merica bubuk
3/4 sendok teh pala bubuk

Bahan pelapis :
2 butir telur, dikocok lepas
100 gram tepung panir kasar oranye

Cara membuat :
1. Panaskan margarin. Tumis bawang merah sampai harum. Menyusul ayam giling, aduk-aduk sampai ayam berubah warna.

2. Kecilkan api. Tambahkan tepung terigu. Aduk menggunakan sendok kayu sampai berbutir. Tuang campuran kaldu susu cair sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai licin.

* Menuangkan campuran kaldu+susu cairnya secara bertahap ya, 4-5 kali supaya terigu tidak berbutir-butir. Tiap selesai dituang aduk dengan sendok kayu sampai rata. Gunakan api kecil supaya tidak mudah menggumpal terigunya.

3. Masukkan spaghetti, aduk rata. Taburkan garam, merica bubuk dan pala bubuk. Aduk rata dan koreksi rasanya. Masak terus sampai mengental. Matikan api, dinginkan. Adonan akan jadi padat setelah dingin.

4. Ambil selembar plastik, olesi minyak goreng. Ambil sedikit adonan. Bentuk bola-bola. Celupkan ke dalam telur. Gulingkan ke tepung panir kasar oranye. Lakukan sampai adonan habis. Diamkan minimal 30 menit supaya panir melekat lebih kuat dan tidak rontok ketika digoreng.

5. Goreng dalam minyak yang sudah dipanaskan di atas api sedang sampai matang berwarna kuning kecoklatan.

Hasil : 27 buah


Gelek Pandan (Onde-Onde Ketawa Pakai Yeast)

Assalamu'alaykum


Setelah tau rasanya gelek yang pernah dibuat dan hasilnya cepet ludes, saya kepingin bikin lagi. Kali ini bikin pakai daun pandan biar wangi hasilnya. Saya memotong daun pandan di teras karena daunnya sudah cukup lebat. Daripada kering, mending langsung diberdayakan saja jadi gelek.

Resep gelek yang dulu, dimodifikasi sedikit dengan mengurangi terigu, dan menambahkan air supaya sedikit lemas adonannya sehingga mudah dibentuk. Saya juga mencelupkan adonan ke dalam air sebelum digulingkan ke atas wijen agar tidak rontok ketika digoreng. Selain itu saya juga membuat keratan menggunakan gunting di atas adonan, sesaat sebelum digoreng. Hasilnya bisa merekah lebih lebar. Kelihatan kayak bunga malahan, hihihi.... Kelebihan adonan yang dikerat adalah adonan lebih mudah matang sampai ke dalam. Tanpa banyak prolog yang bertele-tele, berikut resepnya yah. Yuk capcus.....

Bahan :
1 butir telur
100 gr gula pasir
⅛ sdt garam halus
40 gr margarin suhu ruang, tidak perlu dicairkan
450 gr terigu serbaguna
6 gr yeast/ragi instant
5 gr baking powder
4 gr soda kue
½ sdt vanili bubuk
180 ml air pandan (10 lbr daun pandan+air diblend saring. Beri 2-3 tetes pewarna hijau tua)
Air secukupnya untuk celupan
100 gr wijen putih
Minyak goreng cukup banyak

Cara membuat :
1. Dalam baskom besar kocok telur, gula dan garam sampai kental dan gula larut. Masukkan margarin, kocok asal rata. Gunakan whisker atau garpu saja untuk mengocok.

2. Masukkan semua bahan kering seperti terigu, yeast instant, baking powder, soda kue dan vanili bubuk. Aduk menggunakan tangan (diuleni) sambil dituangi air pandan sedikit demi sedikit, sampai rata dan kalis (tidak lengket di mangkuk).

3. Ambil adonan sebesar bola bekel, bulatkan, celupkan sebentar dalam air, kemudian gulingkan ke atas wijen. Tata di atas loyang. Lakukan sampai adonan habis.

4. Panaskan minyak goreng cukup banyak. Gunting adonan berbentuk silang di permukaannya. Goreng gelek sampai warnanya kuning kecoklatan (deep fry). Gunakan api kecil supaya matang sampai ke dalam. Angkat, tiriskan dan dinginkan.