Tampilkan postingan dengan label gorengan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gorengan. Tampilkan semua postingan

Bakwan Spaghetti


Assalamu'alaykum


Masih berusaha memberdayakan spaghetti pemberian bu Tari tempo hari. Setelah membuat Bitterballen Spaghetti dan sekarang telah habis, saya berpikir mau dibikin apalagi ya. Saya berusaha menggabungkan makanan tradisional dengan spaghetti yang notabene adalah makanan barat. Jika dipikir, bentuk spaghetti ini mirip dengan mie. Saya pun pernah membuat bakwan mie. Dari situlah ide ini muncul. Untuk bakwan, adonannya seperti bakwan pada umumnya yang berisi sayur. Saya menggunakan paket sayur sop dari tukang sayur langganan. Dalam satu bungkus sayur sop ada kol, wortel, kentang, buncis dan daun bawang. Semua bahan ini bisa dipakai untuk membuat bakwan. Karena di kulkas ada sisa bakso sapi 2 butir, dicemplungin saja sekalian supaya bakwan ini lebih kaya rasa. Ternyata, bakwan spaghetti ini tetep enak rasanya. Endess gitu. Cocok juga dibuat cemilan yang merupakan salah satu jajanan street food kita.

Bahan :
50 gr spaghetti kering
200 gr tepung terigu
25 gr tepung beras
1 sdm tepung tapioka/kanji/aci
1/2 sdt garam
1/4 sdt merica bubuk
225 ml air
2 bh wortel, serut memanjang
2 butir kentang, serut memanjang
5 batang buncis, iris bulat tipis
5 lembar kol, iris tipis
2 batang daun bawang, iris halus
2 butir bakso, potong kecil-kecil

Bumbu halus :
1/2 sdt ketumbar
2 siung bawang putih
2 butir kemiri
1 cm kunyit

Cara membuat :
1. Rebus air sampai medidih. Beri garam dan masukkan spaghetti. Masak spaghetti sampai matang. Tiriskan dan potong-potong, sepanjang 3-4cm. sisihkan.

2. Dalam sebuah wadah besar campur terigu, tepung beras, tapioka, garam, merica dan bumbu halus. Tuangi air sambil diaduk sampai rata, kental dan licin. Cek rasanya. Boleh ditambah kaldu bubuk dan penyedap rasa jika suka. Aduk rata.

3. Masukkan kentang, wortel, buncis, kol dan daun bawang, aduk rata. Menyusul spaghetti dan bakso, aduk sampai rata kembali.

4. Panaskan minyak di atas wajan cukup banyak. Dengan menggunakan sendok sayur, goreng adonan di bagian pinggir wajan sambil dilebarkan. Siram-siram supaya lepas dari wajan, dan goreng sampai kuning kecoklatan. Angkat dan tiriskan. Sajikan hangat bersama cabe rawit atau saus cabai.

Gelek Pandan (Onde-Onde Ketawa Pakai Yeast)

Assalamu'alaykum


Setelah tau rasanya gelek yang pernah dibuat dan hasilnya cepet ludes, saya kepingin bikin lagi. Kali ini bikin pakai daun pandan biar wangi hasilnya. Saya memotong daun pandan di teras karena daunnya sudah cukup lebat. Daripada kering, mending langsung diberdayakan saja jadi gelek.

Resep gelek yang dulu, dimodifikasi sedikit dengan mengurangi terigu, dan menambahkan air supaya sedikit lemas adonannya sehingga mudah dibentuk. Saya juga mencelupkan adonan ke dalam air sebelum digulingkan ke atas wijen agar tidak rontok ketika digoreng. Selain itu saya juga membuat keratan menggunakan gunting di atas adonan, sesaat sebelum digoreng. Hasilnya bisa merekah lebih lebar. Kelihatan kayak bunga malahan, hihihi.... Kelebihan adonan yang dikerat adalah adonan lebih mudah matang sampai ke dalam. Tanpa banyak prolog yang bertele-tele, berikut resepnya yah. Yuk capcus.....

Bahan :
1 butir telur
100 gr gula pasir
⅛ sdt garam halus
40 gr margarin suhu ruang, tidak perlu dicairkan
450 gr terigu serbaguna
6 gr yeast/ragi instant
5 gr baking powder
4 gr soda kue
½ sdt vanili bubuk
180 ml air pandan (10 lbr daun pandan+air diblend saring. Beri 2-3 tetes pewarna hijau tua)
Air secukupnya untuk celupan
100 gr wijen putih
Minyak goreng cukup banyak

Cara membuat :
1. Dalam baskom besar kocok telur, gula dan garam sampai kental dan gula larut. Masukkan margarin, kocok asal rata. Gunakan whisker atau garpu saja untuk mengocok.

2. Masukkan semua bahan kering seperti terigu, yeast instant, baking powder, soda kue dan vanili bubuk. Aduk menggunakan tangan (diuleni) sambil dituangi air pandan sedikit demi sedikit, sampai rata dan kalis (tidak lengket di mangkuk).

3. Ambil adonan sebesar bola bekel, bulatkan, celupkan sebentar dalam air, kemudian gulingkan ke atas wijen. Tata di atas loyang. Lakukan sampai adonan habis.

4. Panaskan minyak goreng cukup banyak. Gunting adonan berbentuk silang di permukaannya. Goreng gelek sampai warnanya kuning kecoklatan (deep fry). Gunakan api kecil supaya matang sampai ke dalam. Angkat, tiriskan dan dinginkan.

Gelek, Onde-Onde Ketawa Pakai Yeast


Assalamu'alaykum


Pernah dengar kata Gelek ? (huruf 'e' dibaca seperti ember). Ada yang pernah makan onde onde ketawa ? Pasti pernah. Onde-onde ketawa alias roti ketawa (Medan), sering saya nikmati ketika kecil dulu. Di Solo, ukuran onde onde ketawa cukup beragam, dari yang seukuran bola tenis hingga yang imut seukuran kelereng untuk sekali hap. Almarhum bapak saya, ngefans dengan onde onde ketawa ini. Apalagi jika saya nginthil (ngikut) ibu ke pasar, pasti ketemu sama snack satu ini. Berulang kali makan onde-onde ketawa, saya menemukan 2 macam tekstur yang berbeda. Ada yang garing, sedikit renyah bagian luarnya dan agak ngeprul atau beremah bagian dalamnya. Sedang satunya terasa lembut, empuk, digigit tidak keras dan sedikit terasa moist (lembab). Nah, onde-onde yang moist ini lho yang jadi favorit saya. Bertahun-tahun saya mencari resepnya tapi belum juga ketemu. Jadul, masih susah dong ya kalo mau cari resep. Gak seperti sekarang, resep bertebaran di internet. Suatu hari, ketika saya masih tinggal di Bawen dulu, saya disamper tetangga. Namanya mbak Hartini, yang datang ke rumah untuk pinjam mixer karena mau bikin gelek. Apa itu gelek ? Gelek adalah sebutan untuk onde-onde ketawa di daerah Ungaran dan sekitarnya (Kabupaten Semarang). Seumur hidup baru sekali ini saya mendengar istilah gelek. Lucu gitu rasanya hihihi... Tetangga saya itu mau mengadakan hajatan dan gelek ini akan jadi salah satu suguhannya. Selain pinjam mixer, dia juga mengajak saya untuk melihat proses pembuatan gelek. Dengan senang hati saya terima tawarannya. Di sana saya melihat mbak Hartini ini bikin gelek menggunakan ragi/yeast instant. Baru ngeh saya jika gelek pakai yeast. Karena setau saya, yeast hanya dipakai untuk bikin roti, pao atau donat. Ternyata gelek perlu yeast juga supaya bisa mekar dan memberi tekstur empuk. Setelah matang, saya diberi beberapa butir untuk dicicip. Dan saya kaget !! Gelek ini adalah onde-onde yang saya cari selama ini. Teksturnya mirip dengan onde-onde moist yang pernah saya makan dulu. Langsung deh saya nodong resepnya dan diberikan. Beberapa kali saya praktek bikin gelek ini. Secara rasa mirip dan enak, tapi bentuknya gak karuan. Pada gundul, rontok semua wijennya hahahah..... Sayang, ketika saya pindahan, catatan geleknya hilang. Padahal saya berniat memodifikasi resepnya supaya lebih baik. Sejak saat itu saya tidak pernah bikin gelek lagi.

Tanpa dinyana ketika saya masuk grup kuliner di sosmed, ada yang sharing resep gelek ala daerah Ungaran. Dan resepnya pakai yeast !! Seketika saya simpan resepnya. Resep ini milik mbak Eko Pangestuwati, seorang bakul kue rumahan yang tinggal di Ungaran. Ingatan saya kembali ke masa lampau ketika melihat mbak Hartini bikin gelek dulu. Resep mb Eko ini pakai yeast dan margarin sama seperti milik mb Hartini dulu. Dan menurut saya, margarin inilah yang membuat tekstur gelek jadi moist. Jika roti ketawa hanya menggunakan baking powder atau soda kue supaya bisa merekah, penggunaan yeast pada gelek membuat tekstur dalamnya lebih empuk. Dan saya suka onde onde yang empuk ini. Setelah resepnya disimpan beberapa lama, baru hari inilah saya bikin gelek yang kesekian kalinya. Resep mb Eko yang asli menggunakan 2,5 kg terigu. Memang hasilnya buanyak karena untuk jualan. Sedang resep di bawah saya pakai 500 gr terigu dengan 1 butir telur. Plus modif sedikit pada takarannya. Kan, umat di rumah cuma sedikit. Itupun hasilnya jadi 40-50 biji lho. Banyak sedikitnya tergantung ukuran yang dibuat ya. Ketika masih hangat teksturnya moist dan empuk. Begitu dingin, masih tetep empuk juga. Juara ! Gak mengecewakan deh resepnya. Jadi gigi gak perlu olah raga keras untuk mengunyah heheheh.... Setelah matang, ih senengnyaaaa. Makanan nostalgia saya sudah ketemu. Udah gitu, rasanya seperti yang saya impikan ketika saya masih anak anak dulu. Lembut, moist dan tidak terlalu manis. Dinikmati bersama teh hangat, maa syaa allah, surga deh....

Bahan :
1 butir telur
100 gr gula pasir
⅛ sdt garam halus
40 gr margarin suhu ruang, tidak perlu dicairkan
500 gr terigu serbaguna
6 gr yeast/ragi instant
5 gr baking powder
4 gr soda kue
½ sdt vanili bubuk
160 ml air
100 gr wijen putih
Minyak goreng cukup banyak

Cara membuat :
1. Dalam baskom besar kocok telur, gula dan garam sampai kental dan gula larut. Masukkan margarin, kocok asal rata. Gunakan whisker atau garpu saja untuk mengocok.

2. Masukkan semua bahan kering seperti terigu, yeast instant, baking powder, soda kue dan vanili bubuk. Aduk menggunakan tangan (diuleni) sambil dituangi air sedikit demi sedikit, sampai rata dan kalis (tidak lengket di mangkuk).

3. Ambil adonan sebesar bola bekel, bulatkan kemudian gulingkan ke atas wijen. Lakukan sampai adonan habis.

Note :
* Ketika membulatkan onde-onde tidak perlu rapi dan mulus. Buat saja bulatan retak-retak, pecah-pecah yang nantinya akan merekah ketika digoreng.

4. Panaskan minyak goreng cukup banyak. Goreng gelek sampai warnanya kuning kecoklatan (deep fry). Gunakan api cenderung kecil supaya matang sampai ke dalam. Angkat, tiriskan dan dinginkan.

Cakwe


Assalamu'alaykum


Mendadak semalam saya membayangkan makan cakwe sambil nonton tivi. Gegara itulah saya ngoprek stok terigu dan yeast instant. Lha kok habis. Ketika saya bilang pada bapaknya anak-anak bahwa saya kehabisan terigu dan yeast, tanpa sepengetahuan saya, beliau beli terigu sehabis makan malam. Ketika saya sedang asik melanjutkan nonton tivi dan pingin minum, saya pergi ke ruang makan untuk ambil air putih. Eh, kok ada kantung hitam ya. Segera saya cek. Ternyata isinya 1 kg terigu dan yeast instant di atas meja makan. Yeay, seneng deh dibelikan apa yang saya minta. Sip dah. Emak segera bikin adonan cakwe pakai BreadMaster kesayangan. Resepnya pakai yeast dan baking powder serta adonan difermentasi semalam. Saya merasa cocok dengan resep ini deh. Masih ciamik bagi saya. Rasa cakwe yang menggunakan air ini, terasa light ya. Ringan gitu rasanya. Mirip seperti yang saya beli di kaki lima. Tapi yang ini lebih berbumbu karena pakai bawang putih, garam, lada, sedikit gula dan kaldu atau vetsin jika suka. Jadi lebih mantep di lidah. Pernah sih, baca resep cakwe pakai telur dan susu. Saya malah mikir apa gak seperti roti ya rasanya hihihi..... Terus terang saya belum berani bikin cakwe pakai susu dan telur. Takut gak dimakan oleh orang rumah karena rasa yang pasti berbeda dari biasanya. Ada yang pernah bikin cakwe pakai susu dan telur gak ? Gimana reviewnya ? Boleh ninggal komen di bawah ya. Cakwe yang pakai telur dan susu mungkin lebih lembut kali ya. Sedangkan ciri khas cakwe itu pada sensasi alotnya (liat) ketika dikunyah. Nah, buat saya rasa alot tuh sudah saya temukan di resep ini. Jadi sudah merasa pas gitu. Untuk mengatasi rasa alot, cakwe memang cocok dimakan bersama saus asam pedas yang encer. Kuahnya bisa sedikit melunakkan rasa liatnya. Untuk satu resep ini jadinya lumayan banyak (lebih dari 20an kali. Gak ngitung jumlah persisnya), tergantung ukuran yang diinginkan ya. Mau dibuat mini atau ukuran standar seperti cakwe yang dijual, terserah. Yang penting rasanya enaaakkk.... Yuk kita bikin cakwe yuk....

Bahan :
500 gr terigu serbaguna
5 gr baking powder
3 gr yeast/ragi instant
300-340 ml air hangat
1 sdt gula
1 sdt garam
4 siung bawang putih, cincang halus/parut
vetsin/penyedap rasa jika suka
merica sedikit.

Kuah cakwe :
1 siung bawang putih
2 bh cabe merah besar
5 bh cabe merah keriting
½ sdt garam
2 sdt gula pasir
500 ml air
1-2 sdt cuka (air jeruk lemon/nipis)

* Haluskan semua bahan kecuali cuka menggunakan blender. Tuang ke dalam panci dan rebus sampai mendidih. Koreksi rasanya. Saring, masukkan cuka aduk rata. Siap digunakan.

Cara membuat :
1. Campur terigu dengan baking powder. Masukkan dalam mixer besar dengan hook pengadon roti (kalau gak ada masukkan ke dalam baskom dan diuleni tangan).

2. Masukkan gula dan yeast campur rata, masukkan air hangat dan biarkan tercampur agak rata, baru masukkan garam, merica, bawang putih dan vetsin jika suka.

3. Uleni hingga kalis, diamkan 30 menit (tutup serbet/plastik cling wrap), uleni kembali 5 menit (jika pakai tangan, olesi pakai minyak sayur supaya nggak lengket). Bulatkan, tutup lagi lalu biarkan hingga mengembang hampir 2 kalinya selama minimal 6 jam (saya mulai jam 21.00 - 07.00 keesokan hari). Tanda sudah cukup mengembang dari adonan elastis mudah ditarik. Adonan akhir agak lengket di tangan ya.

4. Siapkan meja kerja, taburi terigu. Bagi jadi 4 adonan, gilas agak tipis (0,5 cm) sambil ditaburi terigu, potong persegi 4 seperti pita besarnya/panjangnya sesuai selera. Ambil dua potong adonan lalu tempelkan dan tekan dengan sumpit agar menempel satu sama lain.

5. Panaskan minyak cukup banyak menggunakan api sedang. Sesaat sebelum digoreng, tarik sedikit kedua ujungnya sampai terasa lentur (jangan sampai putus ya). Goreng dalam minyak banyak dan panas. Angkat dan sajikan bersama kuahnya.



Gabin Vla Susu

Assalamu'alaykum


Gabin goreng ini dibuat untuk menghabiskan gabin nganggur di toples bahan kue. Saya lupa jika beberapa bulan lalu pernah beli gabin. Karena ga ada cemilan, emak ngoprek toples gede berisi bahan bahan baking. Eh, lha kok ketemu gabin. Alhamdulilah. Langsung kepikir gabin goreng isi vla susu. Apalagi punya susu bubuk, susu kental manis dan susu cair. Sip deh. Saya bayangkan pasti gurih susu nih hasilnya nanti. Setelah matang beneran enak manis gurih. Cepet habis pulak gabin susu ini. Bagi yang tidak terlalu doyan susu, boleh dikurangi ya penggunaan susunya biar gak eneg. Atau ganti dengan susu nabati seperti susu kedelai. Atau boleh juga pakai santan. Pasti gurih juga hasilnya. Sekarang cekidot yuk resepnya.

Bahan :
30 keping gabin/crackers bertabur gula
Minyak goreng

Vla :
200 gr terigu serbaguna
90 gr gula pasir (tidak terlalu manis)
¼ sdt garam halus
25 gr susu bubuk
500 ml susu cair
½ sdt vanili
50 ml susu kental manis
1 sdm mentega tawar

Pelapis :
75 gr terigu
200 ml air

Cara membuat :
1. Vla : campur semua bahan kecuali mentega di atas pan anti lengket. Aduk sampai rata dan licin. Nyalakan api, aduk aduk sampai kental, pekat dan likat. Matikan api.

2. Masukkan mentega, aduk sampai meleleh dan rata.

3. Ambil 1 keping gabin, oleskan vla selagi panas, supaya mudah meratakannya. Ratakan. Tutup dengan 1 keping gabin lagi. Rapikan pinggirnya. Lakukan sampai vla habis.

Note :
* Letakkan sisi gabin bergula di bagian dalam supaya ketika digoreng tidak mudah hangus.

4. Pelapis : campur terigu dan air sampai rata dan licin. Adonan jangan terlalu kental supaya cepat matangnya.

5. Panaskan minyak dalam wajan. Celupkan gabin ke dalam pelapis. Goreng di dalam minyak dengan api sedang cenderung kecil sampai pelapis matang. Angkat, tiriskan.

Hasil : 15 buah

Roti Bohong

Assalamu'alaykum


Baru sekali ini saya tau ada makanan bernama roti bohong. Roti ini sangat beken di Medan, sebagai teman ngopi. Jika ditelusuri resepnya, mirip dengan olieballen. Itu lho donat Belanda. Jika olieballen biasanya diberi campuran buah kering, roti bohong gak pakai isian. Disebut roti bohong karena tanpa isian sama sekali. Taburan gula halus pun juga tidak. Tekstur roti bohong ini bolong gede-gede. Ini yang membuatnya jadi empuk. Selain itu sedikit liat karena tanpa telur. Jika pernah makan roti bantal, nah mirip tuh. Cara membuatnya gampang kok. Semua bahan dicampur pakai sendok kayu atau tangan aja. Setelah difermentasi kemudian digoreng. Ukuran roti bohong agak gede ya, seperti roti bantal.


Bahan-bahan :
250 gram tepung terigu
6 gr yeast/ragi instant
½ sdt garam
1/2 sdt vanili
250 ml santan sedang, hangat
3 sdm gula pasir

Cara membuat :
1. Campurkan semua bahan kering aduk sampai rata.

2. Kemudian tuangkan santan hangatnya lalu aduk menggunakan sendok kayu sampai adonan mengental. Tutup dan diamkan selama 40 menit di tempat hangat sampai naik.

3. Panaskan minyak goreng cukup banyak di atas wajan. Ambil sendok sayur, basahi minyak goreng. Ambil setengah sendok sayur, goreng dengan api cenderung kecil sampai kuning kecoklatan.

Note :
* Jangan memasukkan adonan terlalu banyak ketika menggoreng karena akan mengembang. Jika terlalu banyak, khawatir lama matangnya yang berakibat roti akan jadi alot karena cairannya habis.

Hasil : 14 buah


Tahu Beranak

Assalamu'alaykum


Gorengan gurih memang ga ada matinya. Udah gitu, nagih lagi. Ya nggak 😁😁 Terinspirasi dari tahu susur, cemilan tradisional, saya membuat tahu beranak isi fusilli. Sempat ditegur orang rumah, kok aneh aneh sih ide masaknya. Ah kagak juga. Biasa aja tuh. Saya jawab gitu karena saya rendah hati *sambit* Soalnya emak tipe pembosan untuk urusan makanan. Latar belakang picky eater juga. Makanya ketika ada GA @pastabisa dan @rahasiadapursedap saya bisa menuangkan ide liar (sedikit tapi 😁) di dapur. Sekarang capcus ya....


Bahan :
75 gr Fusilli La Fonte
15 buah tahu goreng segitiga

Saus :
100 gr mayonaise
3 sdm saus sambal
1 sdm susu kental manis

Pelapis :
1 siung bawang putih, haluskan
½ sdt garam
⅛ sdt lada bubuk
100 gr terigu
200 gr air

Cara membuat :
1. Rebus fusilli sampai matang, tiriskan. Campur bahan saus sampai rata, masukkan dalam piping bag, sisihkan.

2. Belah sisi panjang tahu, keruk isinya. Semprotkan saus ke dalam lubang tahu. Jejalkan fusilli hingga penuh. Lakukan sampai semua bahan habis. Sisihkan.

3. Campur semua bahan pelapis, aduk rata. Koreksi rasanya. Jika suka kaldu bubuk, silakan ditambahkan.

4. Panaskan minyak cukup banyak. Celupkan tahu ke dalam adonan tepung, goreng hingga kuning kecoklatan. Sajikan bersama saus tomat atau saus sambal.

#PastaNusantara #PastaBisa #pastabisaxrahasiadapursedap #PastaBisa2018 #rinaaudie #dapurmanis