Tampilkan postingan dengan label roti. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label roti. Tampilkan semua postingan

No Knead Sausage And Cheese Bread


Assalamu'alaykum


Apa kabar ? Setelah tempo hari bikin roti isi sarikaya pandan, saya pingin roti yang gurih. Roti gurih ini saya buat menggunakan metode tanpa ulen. Meski tanpa ulen tapi hasilnya lembut. Biasanya saya langsung membentuknya setelah difermentasi pertama. Tapi saya menginginkan roti yang lembut dan elastis meski tanpa diuleni. Saya melakukan proses gulung dan giling untuk mendapatkan tekstur kalis elastis yang saya inginkan. Dengan digiling, adonan akan melar, mirip seperti ditarik ketika diuleni menggunakan tangan atau mixer. Saya melakukan tahap gulung dan giling ini sebanyak 7-8 kali. Sebenarnya saya ingin bikin roti sobek, tapi kok malas ya untuk buletin adonan satu per satu. Apalagi suhu di Ciledug luar biasa panas di akhir Oktober ini. Saya tidak mau berkejar-kejaran dengan fermentasinya. Takut over proofing. Akhirnya adonan dibentuk loaf aja supaya cepat selesai. Untuk isian saya menggunakan sosis dan keju cheddar. Setelah matang, ih enyak sodara. Saya sampai makan beberapa iris sekali makan, hihihi.... Doyan deh roti gurih seperti ini. Lain kali mau bikin roti gurih lagi ah, biar ada variasi selain roti manis yang sudah biasa dimakan. Yuk sekarang capcus resepnya.

Bahan :
300 gr terigu serbaguna
15 gr susu bubuk
4 gr ragi instant
50 gr gula pasir
½ sdt garam halus
2 sdm irisan daun bawang, ambil bagian hijaunya saja
1 butir telur
150 ml air hangat
2 sdm mentega suhu ruang

Isi :
4 buah sosis, iris dadu kecil
100 gr keju cheddar diparut

Olesan dan taburan :
Telur kocok
Keju cheddar parut

Cara membuat :
1. Dalam wadah besar campur semua bahan kering seperti terigu, susu bubuk, ragi instant, gula pasir dan garam halus. Aduk rata. Masukkan irisan daun bawang, aduk rata kembali.

2. Buat lubang di tengah, masukkan telur dan air hangat. Aduk menggunakan centong nasi sampai rata. Adonan akan menggumpal dan lengket. Masukkan mentega, aduk kembali sampai benar-benar rata. Oles permukaan adonan dengan minyak goreng sampai rata supaya tidak kering. Tutup dan fermentasikan sampai naik 2 kali lipat atau lebih.

3. Siapkan loyang loaf 2 buah masing² berukuran 7x20x7 cm. Alasi kertas baking dan olesi minyak/margarin. Sisihkan.

4. Kempiskan adonan. Bulatkan. Giling hingga pipih berbentuk oval. Gulung. Putar 90' sehingga sisi pendek berada di depan kita, giling lagi hingga pipih. Gulung sambil dipadatkan. Putar 90' dan giling hingga pipih. Lakukan proses gulung dan giling ini hingga 7-8 kali untuk mendapatkan adonan yang halus dan elastis. Jika selama proses ini adonan masih lengket, taburi terigu secukupnya.

5. Setelah proses giling dan gulung selesai, bagi adonan jadi 2 bagian @315gr, bulatkan. Istirahatkan 15 menit supaya rileks.

6. Ambil 1 buah adonan, giling pipih sehingga berbentuk oval setebal 1 cm. Taburi sosis dadu dan keju parut. Gulung sambil dipadatkan. Putar 90'. Pipihkan lagi. Taburi sosis keju. Gulung sambil dipadatkan. Letakkan di loyang. Lakukan hal yang sama dengan sisa adonan. Fermentasikan hingga naik 90% dari tinggi loyang.

7. Panaskan oven suhu 180'C. Olesi permukaan adonan dengan telur, taburi keju. Panggang selama 20-25 menit. Setelah matang keluarkan dari oven dan olesi mentega supaya tidak kering permukaannya.

Roti Sobek Sarikaya Pandan

Assalamu'alaykum


Dalam rangka memberdayakan sarikaya, stok di dalam freezer. Karena di rumah penggemar roti, akhirnya selai sarikaya dihabiskan untuk bikin roti sobek saja. Jadi ingat dulu pernah membuat Roti Pandan Isi Sarikaya. Sekarang dibalik, sarikaya pakai pandan dan rotinya plain. Kali ini saya pakai pasta pandan botolan karena pohon saya sedang merana akibat kemarau. Daun pandan saya banyak yang mengering sehingga tidak tega untuk memotongnya, meski hanya sekedar sebagai pengharum nasi. Biarkan saja si pohon bertahan hidup sembari menunggu musim hujan tiba. Padahal setiap hari disiram menggunakan air cucian beras namun hanya sedikit sekali menolong. Daun tetep saja kering. Sedih deh melihat daunnya banyak sekali yang mengering. Sekian tahun lamanya pohon pandan ini sudah berbakti banyak pada keluarga kami. Pohonnya rimbun, meski hanya ditanam di pot. Anaknya juga banyak, muncul di bawah batang utama si induk. Tapi setali tiga uang, si anak pun daunnya juga banyak yang kering. Jadi kasian saya terhadap pohon pandan kesayangan. Alhamdulillah, hujan telah turun di Ciledug bulan Oktober ini. Tapi baru beberapa kali saja, belum setiap hari turun hujan. Pohon pandan kesayangan mulai kelihatan segar meski masih banyak yang kering daunnya. Gak apa deh. Semoga hujan makin sering turun di rumah. Aamiin.


Resepnya masih sama dengan yang dulu kok. Masih favorit gitu. Gurihnya santan dalam adonan roti memang membuat jatuh cinta. Wangi khas santan juga terasa nikmat ketika roti digigit. Alamaaakkkk nulis sambil ngeces nih hihihi...Langsung capcus saja ya biar gak ngelantur. Yuuuukkkk....

Bahan roti :
500 gr terigu serbaguna
50 gr susu bubuk fullcream
100 gr gula pasir
6 gr ragi instant
2 butir telur utuh
200-225 ml santan dingin dari kulkas
2 sdm mentega tawar
1 sdt garam halus

Isi sarikaya pandan :
500 ml santan, sedang kekentalannya
1 sdt pasta pandan botolan
150 gr gula pasir
75 gr terigu serbaguna
½ sdt vanili bubuk
½ sdt garam
3 butir kuning telur, kocok pakai garpu asal rata

Olesan sebelum dipanggang : 1 sdm telur kocok + ½ sdm susu cair

Taburan : wijen/chocochips/chocorice/ almond slice/kenari/keju cheddar parut

Cara membuat :
1. Isi sarikaya : campur semua bahan.  Aduk sampai rata dan licin, jangan bergerindil. Tuang ke dalam pan anti lengket. Rebus sampai meletup-letup dan kental. Matikan api, dinginkan. Masukkan ke dalam kulkas supaya lebih padat sehingga mudah diisikan ke dalam roti nantinya.

2. Roti : campur jadi satu terigu, susu bubuk, gula pasir dan ragi instant dalam wadah besar, aduk rata. Buat lubang di tengah.

3. Masukkan telur. Menyusul santan  sambil diuleni. Tuang santan sedikit demi sedikit. Uleni sampai menggumpal dan sedikit lengket.

4. Masukkan mentega dan garam. Uleni sebentar. Lanjutkan mengulen sampai kalis elastis mencapai tahap window pane stage (jika adonan dibentang bisa membentuk lapisan tipis transparan). Sisihkan.

5. Siapkan loyang berikut ini :
- 2 buah loyang brownies ukuran 20x10x4cm
- 1 bh loyang loaf ukuran 21x7x7cm.
- 1 bh loyang ring diameter 16cm tinggi 5cm.
Alasi semua loyang dengan kertas roti dan oles dengan mentega/margarine/minyak di semua bagian loyang. Sisihkan.

6. Tanpa fermentasi, timbang adonan masing masing seberat 50gr. Bulatkan. Sisihkan 10 menit supaya relax (hasilnya jadi 20-21 pcs).

7. Ambil adonan. Tipiskan, beri isian sarikaya kemudian gulung sambil dipadatkan. Rapatkan sisinya supaya tidak bocor. Letakkan berjajar di loyang  (loyang loaf berisi @ 5pcs, loyang ring berisi 6pcs). Lakukan sampai adonan habis.

Note :
* Berbekal pengalaman sebelumnya, saya selalu mengisi loyang loaf sebanyak 6pcs. Karena roti sobek ini menggunakan filling, jumlah roti yang ditata dikurangi supaya tidak meluap ketika dipanggang. Filling di dalamnya membuat roti jadi semakin gembul dan membesar.

8. Tutup adonan dan fermentasikan di tempat hangat hingga mencapai 80%-90% dari tinggi loyang.

9. Panaskan oven suhu 180'C. Ambil adonan yang telah mengembang. Olesi dengan campuran telur. Beri taburan.

10. Panggang sampai matang dan permukaannya kuning kecoklatan, selama 15-25 menit. Setelah matang olesi mentega selagi panas.


Roti Pisang Labu Kuning

Assalamu'alaykum


Ini juga salah satu resep yang belum tayang di blog, namun sudah nyantol resepnya di IG. Yuk capcus aja ya.
---------------------------------------------------------
Mengawali bulan April dengan membuat roti pisang nih. Mumpung tukang sayur bawa labu kuning, saya beli aja 2 potong seberat kurleb 1 kg. Di kepala saya sudah terbayang bikin aneka snack yang menggiurkan. Apa daya bulan Maret lalu saya kena radang tenggorokan. Terpaksa labu kuning yang sudah jadi bubur dibekukan dulu. Setelah sekitar 10 hari ambruk, Alhamdulillah sekarang saya sudah sehat kembali. Sudah merasa fit untuk membuat aneka makanan dan sibuk seperti biasa. Setelah enakan, saya berasa sakau pingin roti pisang hihihi...lama bingit gak makan roti pisang nih. Dan semalam, bapaknya anak-anak membelikan saya pisang uli untuk dibuat roti pisang. Dan hasilnya ya, seperti yang di post ini. Cantik deh warna rotinya jika pakai labu kuning. Selain cantik, hasilnya enak, moist dan lembut. Wangi juga karena saya pakai Royal Krone Butter Substitute @landkrone_id

Baru sekali ini pakai Royal Krone dan saya suka. Wanginya itu lho yang bikin nagih. Rasa juga enak. Lebih ekonomis dari butter tapi rasanya gak murahan. Bisa jadi alternatif pengganti mentega yang harganya kadang bikin dompet tipis hihihi.

Roti Pisang Labu Kuning . . .

Bahan roti :
250 gr terigu serbaguna
250 gr terigu protein tinggi
150 gr bubur labu kuning (ditimbang setelah dihaluskan ya)
30 gr susu bubuk fullcream
100 gr gula pasir
7 gr ragi instant
1 butir telur utuh 170-200 ml air es
50 gr Royal Krone Butter Substitute @landkrone_id
5 gr garam halus

Isi : 20 buah pisang uli, tumis dengan sedikit mentega atau margarin . .

* Telur kocok untuk olesan sebelum dipanggang
* Coklat meises untuk taburan
* Mentega atau margarin untuk olesan setelah dipanggang
* Siapkan loyang lebar, alasi loyang dengan kertas roti dan oles dengan mentega/margarine/minyak di semua bagian loyang. Sisihkan.

Cara membuat :
1. Roti : campur jadi satu terigu, bubur labu kuning, susu bubuk, gula pasir dan ragi instant dalam wadah besar, aduk rata. Buat lubang di tengah.

2. Masukkan telur. Menyusul air es sambil diuleni. Tuang air sedikit demi sedikit. Uleni sampai menggumpal dan sedikit lengket.

3. Masukkan mentega dan garam. Lanjutkan mengulen sampai kalis elastis.

4. Tanpa fermentasi, timbang adonan masing masing seberat 50gr. Bulatkan. Sisihkan 10 menit supaya relax (hasilnya jadi 20 pcs).

5. Tipiskan adonan, beri isian pisang. Gulung setengah bagian. Sisanya dikerat kemudian gulung sampai habis. Tata di atas loyang lebar. Fermentasikan semua adonan hingga naik 50-60% dari besar semula.

6. Panaskan oven suhu 190°C. Olesi permukaan roti dengn telur kocok. Taburi coklat meises. Panggang sampai permukaan kuning kecoklatan. Keluarkan dari oven. Selagi panas oles mentega.



Sweet Bread With Gelatinized Dough Method

Assalamu'alaykum


Beberapa hari terakhir ini saya sering galau karena banyak resep numpuk di file tapi tidak segera dibuat. Jika ditilik sebabnya karena saya demen baca. Hobi baca resep baru. Karena demen baca itulah saya jadi kemecer berat dengan resep yang belum pernah saya bikin. Padahal draft saya buanyaaaakkk banget resep baru yang sudah disusun dengan prolog "ndakik-ndakik" (sok tau dan sok pinter) ala saya. Tapi gimana lagi yah kalo saya hobi selingkuh gini dengan resep yang sekiranya 'kinclong' hasil akhirnya. Saya tidak tau bagaimana mengendalikan hati yang suka selingkuh resep ini, halaaaaahhhh..... Mungkin hobi baca resep bisa jadi tidak berguna karena selalu menghasilkan selingkuhan baru bagi saya. Iki ngomong opo to yooooo..... Kurang sajen juga kayaknya karena prolognya ngelantur begini, hahahahaah.....

Salah satu perbuatan selingkuh saya ya resep yang sekarang ini. Resep roti menggunakan metode gelatinized dough. Gelatinized dough adalah membuat adonan terigu dicampur air mendidih sehingga muncul "starch" alias pati/endapan seperti lapisan gel. Seperti adonan bening gitu tapi sedikit. Silakan dikoreksi jika pengertian saya tentang gelatinized dough salah. Gelatinized ini berfungsi untuk melembutkan roti tidak ubahnya seperti tangzhong atau water roux. Jadi pelembut sintetis bisa diskip. Adonan gelatin terigu ini dipopulerkan oleh Alex Goh. Banyak sekali resep roti di internet yang menggunakan pedoman dari beliau. Saya mengambil resep dari blog The Amateur Baker karena kepincut dengan embel-embel :

[The Next Day] : Bread still very soft without the use of any bread improver etc or the need to heat up!! I'm liking this method of bread making already! :) 

Gimana hati saya gak menjerit jika tidak segera dipraktekin coba ??? (kalo lebay gini pingin ngejitak rasanya). Lha wong dipamerin roti bakalan empuk meski ga pakai bread improver tuh. Kan saya jadi kayak meronta-ronta alias penasaran gitu (perasaan, saya jadi demen browsing resep roti setelah punya Breadmaker deh). Adonan ini dibentuk jadi beberapa macam variasi. Ada cressent roll, butter sugar bread dan roti sobek. Jika mau dibentuk lain, silakan sesuai selera aja ya. Suka-suka deh. Roti dengan metode gelatinized ini menghasilkan roti yang lembut dan moist. Dibandingkan metode tangzhong hasilnya mendekati dari segi kelembutan. Masih juara tangzhong sih, buat saya pribadi. Sedang untuk pori-pori saya masih sedikit kedodoran. Belum bisa menghasilkan pori-pori rapat dan berserat panjang seperti roti sobek santan favorit saya. Overall, enak dan nikmat roti ini. Sekarang lihat resepnya yuk, yang sudah dipajang di bawah 👇👇👇

Bahan gelatinized :
100 gr terigu protein tinggi
70 ml air mendidih

Cara membuat :
1. Letakkan terigu di mangkuk tahan panas. Tuangi air mendidih. Aduk menggunakan sendok kayu. Tahap awal pengadukan akan terlihat agak kering. Diamkan sebentar supaya suhu sedikit turun. Aduk-aduk lagi. Pada tahap ini adonan akan terlihat lebih lembut dan lembab. Aduk terus sampai rata hingga terbentuk adonan yang solid dan padat. Tutup rapat menggunakan plastik dengan posisi plastik melekat pada permukaan adonan.

2. Masukkan kulkas minimal selama 1 jam sampai dingin. Boleh disimpan selama 12 jam. Adonan gelatinized siap digunakan.


Bahan roti :
250 gr terigu protein tinggi
150 gr terigu protein sedang
100 gr gula pasir
20 gr susu bubuk
1 butir telur utuh
160-200 ml air es
60 gr mentega tawar
4 gr (1 sdt) garam halus

Olesan : 1 butir telur kocok + 1 sdt air
Taburan :
* mentega suhu ruang masukkan piping bag (untuk Butter Sugar Bread)
* gula pasir, keju cheddar parut, cokelat beras, aneka kacang-kacangan, wjien atau yang lain

Cara membuat :
1. Campur jadi satu terigu, susu bubuk, gula pasir dan ragi instant dalam wadah besar, aduk rata. Buat lubang di tengah.

3. Masukkan adonan gelatinized dough yang telah dipotong-potong beberapa bagian (kata Thukul Arwana "disobek-sobek" hihihi) dan telur ke dalam lubang tadi. Uleni sambil dituang air es sedikit demi sedikit sampai menggumpal dan sedikit lengket.

4. Masukkan mentega dan garam. Lanjutkan mengulen sampai kalis elastis (window pane stage). Bulatkan. Tutup adonan dan fermentasikan sampai naik 2x lipat atau lebih.

* Tabiat pemalas saya muncul deh karena demen menyimpan adonan roti di dalam kulkas selama semalam setelah kalis elastis. Dulu males bikin roti dengan alesan gak kuat nguleni. Giliran udah beli Breadmaker, sekarang malas menunggu fermentasi. Dasssaaarrrr hahahahah.......

* Biar gak dibilang pemalas harusnya bilang gini 'roti akan lebih syedap aromanya jika disimpan dalam kulkas semalam'. Ngeles hahahaha..... Padahal menurut saya sama aja aromanya, mau fermentasi 2x lipat di suhu ruang atau masuk kulkas semalam. Wong mengembangnya juga sama atau lebih gede dikit. Kecuali disimpan lebih dari 24 jam (di dalam kulkas), naaaa baru beda aromanya. Aroma ragi lebih tajam. Tapi saya kurang menyukai aroma ragi yang tajam. Perasaan kayak roti basi hahahahah.... Beda hidung, eh beda selera sama bule yang buat mereka lebih enak aromanya jika disimpan lebih lama di kulkas.

5. Siapkan loyang, alasi kertas roti dan olesi minyak atau margarin. Sisihkan.

6. Timbang adonan masing masing seberat 50gr untuk cressent roll dan Butter sugar bread. Bulatkan. Untuk roti sobek @ 100gr sebanyak 3 buah. Sisihkan 10 menit supaya relax.

7. Bentuk adonan sesuai selera kemudian tata di atas loyang dengan diberi jarak. Biarkan mengembang. Panaskan oven suhu 200'C. Sisihkan.

* Untuk Butter Sugar Bread : setelah adonan ditimbang dan sedikit mengembang, pipihkan. Pindah di loyang dan biarkan mengembang kembali sebesar 50-60%. Tusuk-tusuk permukaannya menggunakan jari di beberapa tempat sehingga terbentuk lubang. Oles telur sampai rata. Semprotkan mentega ke dalam lubang tersebut. Taburi gula pasir.

8. Setelah semua adonan terlihat mengembang, olesi telur, taburi gula pasir atau keju parut.

9. Panggang dalam oven selama 20-25 menit sampai kuning kecoklatan. Keluarkan dari oven.



Roti Goreng Daging Kari

Assalamu'alaykum

Iseng-iseng saya memberdayakan daging sapi stok Idul Adha tempo hari. Daripada kelamaan ngendon di kulkas, harus segera dieksekusi. Karena teringat suguhan roti goreng waktu 17 Agustusan, saya jadi kepingin roti goreng gurih. Klop kan. Daging yang sudah diolah dijadikan isian roti goreng. Enak lho. Bapaknya anak-anak yang gak suka roti gurih aja, bilang enak. Artinya, doyan. Dia lebih suka roti manis soalnya. Dan roti goreng ini sukses jadi cemilan orang rumah. Pagi hari dibuat, menjelang siang sudah habis. Alhamdulillah.

Bahan isi :
5 butir bawang merah*
3 siung bawang putih*
¼ sdt jintan*
½ sdt ketumbar *
3 butir kemiri*
300 daging sapi, rebus, cincang kasar
150 gr kentang, kupas, potong dadu kecil
2 sdm kari bubuk
Garam, gula dan merica bubuk secukup rasa
200 ml air kaldu daging
1 batang daun bawang, iris halus

Bahan Roti :
500 gr terigu serbaguna
25 gr susu bubuk
25 gr gula pasir
4 gr garam
5 gr ragi/yeast instant
250-275 ml air
1½ sdm mentega (boleh diganti margarin)

Bahan lain :
Putih telur untuk celupan
Tepung panir kasar untuk pelapis

Cara membuat :
1. Bahan isi : haluskan bumbu bertanda * kemudian tumis sampai garing dan matang. Masukkan kentang dadu dan air kaldu. Didihkan dan rebus kentang sampai empuk. Masukkan daging cincang. Taburi bumbu kari, garam, gula dan merica, aduk rata. Masak sampai matang dan airnya kering. Masukkan daun bawang aduk rata. Matikan api, dinginkan.

2. Roti : dalam wadah besar campur terigu, susu bubuk, gula pasir dan garam. Aduk rata. Taburkan ragi instant, aduk rata lagi.

3. Tuangi air sedikit demi sedikit sambil diuleni sampai menggumpal dan lengket. Beri mentega, uleni lagi sampai kalis (tidak lengket). Tutup kemudian fermentasikan hingga naik dua kali lipat dari ukuran semula.

Note :
* Saya menguleni malam hari, selanjutnya dimasukkan toples plastik berdinding tinggi dan beroles minyak, tutup rapat. Kemudian masuk kulkas selama 11 jam. Dimulai dari jam 20.00 s/d 07.00 esok pagi.

4. Kempiskan adonan. Bagi jadi 30 bagian, bulatkan (@ 30 gr). Ambil adonan, pipihkan. Beri isi daging kari di tengah, bulatkan sampai rapat. Celup dalam putih telur, gulingkan ke atas tepung panir. Letakkan di atas loyang bertabur terigu. Lakukan adonan sampai habis. Tutup dan fermentasikan sampai naik 50% dari besar semula.

5. Panaskan minyak goreng cukup banyak. Goreng menggunakan api cenderung kecil sampai bawahnya kecoklatan. Balik sekali dan goreng sampai kuning kecoklatan. Angkat, tiriskan.


No Knead Chicken Carrot Buns

Assalamu'alaykum


Beberapa waktu yang lalu, saya rajin mantengin youtube selama berjam-jam. Selama ini jarang sekali saya lihat youtube karena saya pribadi lebih suka membaca daripada lihat video, meski video tentang resep sekalipun. Saat itu saya sedang mendapat bonus kuota internet beberapa GB dari provider yang saya pakai (biasanya saya cuekin bonusnya padahal sering banget dapet bonus). Makanya bisa ugal-ugalan ngabisin kuota buat youtube, hihihi...... Asik kan ya. Meski begitu, dalam sehari saya tidak bisa habis 1 GB karena mata sudah menjerit kelelahan. Kepala pun jadi migrain jadinya. Mau gak mau harus stop, istirahat melihat hp. Akibatnya bonus kuota tidak habis dan masih tersisa cukup banyak (mulai medit alias itungan deh hihihi).

Nah di youtube ini saya kepincut dengan aneka resep roti dari Ninik Becker. Resep yang saya tonton kebanyakan yang versi asin (savoury bread) daripada manis. Dari sinilah saya mendapat berbagai macam contoh roti asin yang bisa saya terapkan ketika bikin roti. Selama ini lebih sering bikin roti manis daripada roti asin. Jujur saja, beberapa waktu terakhir saya sudah merasa bosan dengan roti manis. Kepaksa bikin roti manis mulu karena menyesuaikan dengan selera orang rumah yang kalo gak isi coklat, pisang atau sarikaya. Berhubung emak sudah mblenger dengan aneka roti manis, melihat roti-rotinya mb Ninik jadi ngiler seketika. Apalagi adonan rotinya ada yang tanpa ulen. Cuma diaduk-aduk pakai sendok kayu doang. Sip deh. Dari sekian banyak resepnya, saya tertarik dengan Carrot Buns. Adonan roti dan isi dicampur jadi satu kemudian dioven. Jadi isinya bisa menyebar ke semua bagian roti, tidak hanya di tengahnya saja seperti filling. Selama ini saya belum pernah bikin roti pakai isian yang dicampur ke adonan rotinya. Roti yang dihasilkan ini lembut, chewy dan moist karena menggunakan cairan cukup banyak dan penambahan sayur di dalamnya. Ternyata kami bisa menikmati roti dengan tekstur seperti ini karena enak. Roti dipadu dengan ayam dan sayur tuh emang top. Apalagi plus keju. Klop dah. Resep di bawah sudah dimodif sesuai selera saya ya. Tapi cara membuatnya tetep nyontek. Fermentasi adonan ini hanya sekali saja, yaitu setelah masuk loyang, sebelum dioven. Sekarang bikin rotinya yuukkk.....


Bahan roti tanpa ulen (no-knead bread) :
400 gr terigu serbaguna
7 gr yeast instant
2 telur utuh
400 ml susu cair
3 sdm gula
1 sdt garam
3 sdm butter tawar, suhu ruang

Bahan campuran :
1 butir bawang bombay, cincang
150 gr wortel, parut kasar
250 gr daging ayam rebus, suwir suwir (bisa ganti tuna, minced beef, sosis, smoked beef dll)
2 batang daun bawang, iris tipis
½ sdt garam
¼ sdt pala bubuk
¼ sdt lada bubuk/lada parut
100 gr terigu.
100 gr keju cheddar diparut (boleh lebih kalo demen gurih)

Olesan : telur kocok

Cara buat :
1. Roti : siapkan wadah besar, campur semua bahan kecuali mentega, aduk pakai sendok kayu atau centong sampai rata. Masukkan butter, aduk rata kembali. Adonan lembek, kental dan lengket seperti adonan cake. Tutup dan sisihkan sebentar, sementara kita membuat campuran ayam wortel.

2. Campur ayam rebus, wortel parut, daun bawang dan bawang bombay, aduk rata. Bumbui garam, pala dan lada, aduk rata. Beri terigu, aduk kembali sampai rata.

3. Tuang campuran ayam terigu ke dalam adonan roti tadi. Aduk rata pakai sendok kayu. Tambahkan keju parut, aduk rata. Adonan lembek dan lengket.  Sisihkan.

4. Siapkan 1 buah loyang ring diameter 22cm tinggi 5 cm. Dan 1 buah loyang loaf 20x7x8 cm. Olesi mentega/margarin. Isi dengan adonan setinggi 60%. Tutup loyang dan fermentasikan hingga naik 90%.

5. Panaskan oven suhu 180'C. Olesi permukaan adonan dengan telur. Segera panggang adonan selama 40-45 menit hingga matang berwarna golden brown. Keluarkan dari oven.


************************************
Foto di bawah ini kiriman dari mb Monica Rampo. Makacih ya tuk rebake-nya. Lup youuuu...


Roti Goreng Isi Sarikaya Pandan

Assalamu'alaykum


Musim kemarau mulai datang kembali pertengahan tahun ini. Karena panas yang terik, daun pandan di pot, ujungnya mulai kekuning-kuningan. Jika sudah seperti ini biasanya saya segera memotongnya sebelum menguning semua daunnya. Dan jika tidak punya ide untuk mengolahnya, biasanya dipakai untuk masak nasi supaya harum. Tapi berhubung jumlahnya buanyak, saya harus segera memberdayakannya supaya tidak bikin penuh di kulkas. Saya berinisiatif membuat sarikaya pandan untuk isi roti. Gegara bikin Roti Goreng Kepang Isi Pisang, kok kepingin roti goreng lagi. Tapi sekarang isinya diganti sarikaya pandan. Sarikaya yang diberi pandan emang bikin nagih. Aromanya hmmmm tiada duanya. Resep rotinya tetep sama ya. Untuk teman ngeteh atau ngopi, paaaasssss banget.


Bahan Roti :
500 gr terigu serbaguna
25 gr susu bubuk
25 gr gula pasir
4 gr garam
5 gr ragi/yeast instant
250-275 ml air
1½ sdm mentega (boleh diganti margarin)
Gula halus untuk taburan (optional)

Bahan sarikaya pandan:
500 ml santan pandan, sedang kentalnya (20 lbr daun pandan + santan diblend kemudian disaring)
150 gr gula pasir
75 gr terigu serbaguna
½ sdt vanili bubuk
½ sdt garam
3 butir kuning telur, kocok pakai garpu asal rata

Cara membuat :
1. Isi sarikaya : campur semua bahan.  Aduk sampai rata dan licin, jangan bergerindil. Saring bila perlu. Tuang ke dalam saucepan anti lengket. Rebus sampai meletup-letup dan kental. Matikan api, dinginkan kemudian masukkan kulkas selama semalam supaya mudah dihandle.

2. Dalam wadah besar campur terigu, susu bubuk, gula pasir dan garam. Aduk rata. Taburkan ragi instant, aduk rata lagi.

3. Tuangi air sedikit demi sedikit sambil diuleni sampai menggumpal dan lengket. Beri mentega, uleni lagi sampai kalis (tidak lengket). Tutup kemudian fermentasikan hingga naik dua kali lipat dari ukuran semula.

Note :
* Saya menguleni malam hari, selanjutnya dimasukkan toples plastik berdinding tinggi dan beroles minyak, tutup rapat. Kemudian masuk kulkas selama 11 jam. Dimulai dari jam 20.00 s/d 07.00 esok pagi.

4. Kempiskan adonan. Bagi jadi 30 bagian, bulatkan (lupa gak ditimbang, asal dibagi aja). Ambil adonan, pipihkan. Beri isi di tengah, bulatkan sampai rapat. Letakkan di atas loyang bertabur terigu. Lakukan adonan sampai habis. Tutup dan fermentasikan sampai naik 50% dari besar semula.

5. Panaskan minyak goreng cukup banyak. Goreng menggunakan api cenderung kecil sampai bawahnya kecoklatan. Balik sekali dan goreng sampai kuning kecoklatan. Angkat, tiriskan. Dinginkan. Sajikan dengan gula halus.