Tampilkan postingan dengan label cake. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cake. Tampilkan semua postingan

Brudel Manado

Assalamu'alaykum


Yihaaaa....ngeblog lagi di bulan Oktober setelah absen lebih dari seminggu. Bulan September kemarin hanya bisa posting 5 resep. Ngenes ya hihihi..mood ngalor ngidul emang jadi biang kerok yang susah dihilangkan sih (alesan). Beberapa hari yang lalu mb Monica Rampo kirim WA, menanyakan kenapa saya belum update blog. Jawabannya ya gitu deh, ga mood dan belum punya ide bikin apapun. Padahal di dalam draft sudah berderet-deret aneka resep yang sekiranya bakal saya bikin dalam waktu dekat. Buanyak gitu aneka resep yang telah saya tulis termasuk prolognya. Kebiasaan buruk memang, suka menunda-nunda eksekusi resep yang telah direncanakan dengan alasan gak mutu, hihihi....

Karena hal itulah saya memaksakan diri harus bikin sesuatu yang membuat segera bergerak ke dapur. Setelah googling kepincut dengan Brudel ala Manado. Brudel paling beken tuh brudel resepnya Ibu Jane Sipasulta. Menurut saya resep ini masih orisinil karena langsung diwariskan dari Mama beliau pada putrinya. Takaran resepnya pun menggunakan gelas belimbing, bukan ditimbang. Jadul banget kan ya. Resep ini sudah saya simpan bertahun-tahun. Dan sudah dipraktekkan suhu-suhu baking di dunia maya. Review-nya, rata-rata memuaskan. Brudel berbeda dengan bluder ya. Jika brudel hasil akhirnya mendekati seperti cake atau bolu dengan aroma yeast, sedang bluder adalah roti atau bread. Tekstur dan rasa bluder itu adalah tekstur roti pada umumnya namun lembut sekali karena penggunaan kuning telur yang banyak.

Karena hasil akhir brudel yang perpaduan antara cake dan roti itulah yang menjadikannya unik. Meski saya sudah membuat beberapa Brudel di blog ini, tapi kangen juga untuk membuatnya kembali. Apalagi bahannya sudah tersedia di rumah, jadi tinggal eksekusi aja. Brudel ini ada juga yang menyebutnya bluder cake. Karena teksturnya seperti bolu makanya diberi embel-embel cake di belakangnya.

Brudel di bawah ini takarannya hanya dibuat setengah dari resep asli dan dikonversi ke gram. Karena jaman sekarang belum tentu ada gelas belimbing di rumah, makanya saya berinisiatif untuk mengkonversinya. Tapi jika mau pakai gelas yang lain boleh juga kok. Pakai cup juga boleh. Dengan catatan, harus pakai gelas atau cup yang sama, jika tidak mau berantakan hasilnya alias gagal heheheh.... Setelah matang, brudel ini sangat nikmat jika disandingkan dengan kopi atau teh. Rasanya tidak terlalu manis. Cake dengan aroma yeast ditimpali rasa susu hmmm....wangi dan enak sekali.

* Takaran 1 gelas belimbing = 250ml

Bahan:
2¾ gelas terigu (302 gr)
3 butir telur ukuran kecil
3/4 gelas gula pasir (150 gr)
1/2 gelas susu bubuk (50 gr)
50 gr margarin, suhu ruang dan tidak perlu dicairkan
1 gelas air hangat (250 ml)
5 gr yeast/ragi instant


Cara membuat :
1. Siapkan loyang tulban diameter 22cm tinggi 7cm. Olesi margarin semua bagian dan taburi terigu sampai rata.

2. Dalam wadah besar campur bahan kering seperti terigu, gula, susu bubuk dan ragi jadi satu.

3. Tambahkan margarin, setelah itu masukkan telur. Aduk rata pakai sendok kayu atau spatula. Kalo males ngaduk, bisa pake mixer dgn kecepatan sedang.

4. Tambahkan air hangat sedikit demi sedikit, sambil diaduk sampai rata. Adonan akhir kental tapi mudah dituang seperti adonan sponge cake.

5. Tuang di loyang yg sudah dioles margarin dan ditabur terigu (adonan ini akan ngembang, jadi masukkan setengah loyang saja, kalo ga bisa luber kemana-mana). Ratakan permukannya. Hentakkan loyang beberapa kali di atas meja untuk menghindarkan lubang setelah matang nanti.

5. Diamkan di tempat hangat sampai adonan naik dan dan mengembang selama 30 menit (saya fermentasinya hampir 1 jam karena sambil ngerjain PR. Akibatnya tekstur kue berlubang-lubang, hiks)

6. Panaskan oven suhu 180'C. Panggang di dalam oven sampai matang. Lakukan test tusuk

7. Setelah matang, keluarkan dari oven. Langsung oleskan margarin di permukaan kue yang masih panas.

*********
Resep di bawah ini yang asli, milik ibu Jane Sipasulta.

BRUDEL (bukan BLUDER yaa..)

Bahan:
5 1/2 gls terigu
5 btr telur
1 ½ gls gula pasir
1 gls susu bubuk
100 gr margarin (blueband sachet 200gr, dibelah 2 aja, pake 1/2nya, jd ga usah repot nimbang..hehe)
2 gls air hangat
1 bungkus ragi instant


Cara membuat:
1. Campur bahan kering (terigu, gula, susu, ragi) jadi satu.

2. Tambahkan margarin, setelah itu masukkan telur. Kalo males ngaduk, bisa pake mixer dgn kecepatan sedang.

3. Tambahkan air hangat sedikit2. Aduk rata.

4. Tuang di loyang yg sudah dioles mentega dan ditabur terigu (catatan: adonan ini bakal ngembang, jd masukkan setengah loyang saja, kalo ga bisa luber kemana-mana)

5. Diamkan kurleb setengah jam, smp adonan naik.

6. Panggang di oven smp matang.

7. Setelah matang, keluarkan dari oven. Lgsg oleskan margarin di permukaan kue yg msh panas.

O iya, gelas yg dipake gelas belimbing ato yg standar aja.. kalo mau pake cup/cangkir jg okeh aja.. asal sama ukuran gls/cup/cangkirnya.. jgn ngukur terigu, pake cangkir ini.. trus ngukur gula, pake cangkir yg lain...

Jd praktis kan ga usah repot konversi resep ke ukuran gram2an...;)

Eggless Marble Sponge Cake Using Cake Emusifier (Cake Marmer Tanpa Telur Menggunakan Cake Emulsifier)

Assalamu'alaykum


Beberapa tahun yang lalu ketika saya sedang bengong melompong karena ga dapat ide untuk bikin apapun, mendadak di kepala pingin resep eggless cake pakai emulsifier. Ndilalah, kok ya segera menemukannya di google. Saya segera praktek yang ketika itu adalah resep Swiss Roll alias bolu gulung (tapi jangan tanya resep Eggless Swiss Roll ini ya. Udah gak ingat resepnya). Tanpa disangka setelah matang kok cepet habis ya sebelum difoto. Setelah itu saya tidak bikin lagi karena lupa, malah keasikan bikin aneka macam roti. Dan ketika teringat kembali akan resep ini saya segera capcus ke dapur. Resep ini adalah resep sponge cake. Penggunaan telur dihilangkan dan diganti air. Sedang bahan lain sama, misalnya seperti penggunaan tepung, gula dan juga lemak. Proses pembuatan juga persis plek seperti sponge cake. Pakai mixer juga dari awal pembuatan, untuk membuat adonan mengembang tinggi seperti halnya sponge cake. Oh ya nama lain cake emulsifier adalah cake gel. Mengacu pada bentuknya yang berupa gel. Sengaja bikin cake ini untuk variasi resep eggless di DapurManis ya, biar banyak pilihannya gitu. Jadi kalo lagi ga punya telur atau baking powder dan soda kue, bisa menggunakan cake gel. Hasilnya enak. Lembut, moist, sedikit membal dan tidak terlalu manis. Lebih light. Nggak seret ketika ditelan. Sedang kekurangannya adalah beremah dan sedikit rapuh. Rapuh karena tidak memakai telur sebagai perekat dan penguat struktur cake. Jadi ketika sudah matang, usahakan tunggu dingin dahulu baru dipotong. Selain itu warnanya juga lebih pucat karena tidak menggunakan telur. Ok, udahan dulu prolognya. Mau nganu, beberes yang lain di rumah hihihi....bye dulu ya.

Bahan :
300 ml air
¼ sdt garam
150 gr gula pasir
1¾ sdt cake emulsifier/cake gel (SP, Ovalet, TBM)
2 sdm susu bubuk
200 gr tepung terigu serbaguna
3 sdm tepung jagung
50 gr mentega tawar, lelehkan
50 ml minyak sayur
2 sdm cokelat bubuk larutkan dengan 2-3 sdm air panas hingga jadi pasta

Cara membuat :
1. Siapkan loyang persegi 18x18x7 cm. Alasi dasarnya dengan kertas roti dan olesi semua bagian dengan minyak/margarin. Panaskan oven suhu 180°C. Sisihkan.

2. Dalam wadah besar kocok air, garam dan gula sampai gula larut. Masukkan cake emulsifier, kocok menggunakan mixer speed rendah dahulu. Adonan akan berbuih dan pelan-pelan mengental. Seiring dengan itu, sedikit demi sedikit naikkan kelajuan mixer hingga maximal. Kocok terus adonan sampai jadi putih, mengembang besar, dan berjejak bekas baling-baling mixer. Tahap ini memakan waktu sekitar 10-15 menit.

3. Ayakkan campuran susu bubuk, terigu dan tepung jagung di atas adonan air. Kocok kembali dengan speed rendah asal rata.

4. Terakhir masukkan campuran mentega dan minyak sayur. Kocok sebentar asal rata. Ambil spatula, aduk balik sampai ke dasar wadah hingga benar-benar tercampur rata.

5. Ambil adonan sebanyak 2 sendok besar, beri larutan coklat, aduk rata. Tuang adonan putih ke dalam loyang. Menyusul adonan cokelat di atasnya secara acak. Dengan menggunakan lidi atau garpu atau sendok, buat motif marmer.

6. Panggang dalam oven sampai matang selama 45-50 menit. Lakukan tes tusuk. Jika sudah matang keluarkan dari oven. Biarkan 5-10 menit di dalam loyang. Balik di atas rak pendingin. Dinginkan sebelum dipotong.

Note :
* Pastikan permukaan cake benar-benar sudah kering. Karena salah perkiraan, bagian atas cake saya ternyata masih basah. Ketika dibalik lapisan atas lengket ! Sayang sekali. Jadi rusak penampilan cake saya. Disebabkan banyak mengandung air jadi lapisan atas agak lama keringnya.

* Jika oven mempunyai api atas nyalakan saja setelah bagian pinggir cake berwarna kuning kecoklatan. Panggang sampai permukaan jadi matang dan kering.



Bika Ambon Ekonomis, Hanya 2 Telur, Fermentasi Semalam

Assalamu'alaykum


Kepingin bikin bika ambon lagi nih. Setelah beberapa kali sukses bikin bika ambon bersarang, saya kangen. Bika ambon termasuk penganan yang disukai di rumah. Meski bolak balik bikin, saya tetap mengutak atik resep dengan pakem sedikit telur. Ngirit ya hihihi.....Tipikal emak-emak banget deh. Saya demen memodifikasi resep dengan komposisi bahan yang berbeda-beda. Salah satunya ya resep di bawah ini. Meski irit telur, tetep enak kok hasilnya. Jadi layak jual juga. Karena ekonomis, saya menambahkan terigu supaya bika bisa empuk dan nggak alot (liat). Penambahan terigu pada bika ambon bisa dilihat di resep yang lain, yang pernah saya buat. Maksudnya komposisi tapioka dan terigu berbeda-beda gitu di setiap resep. Karena lama gak bikin bika ambon, kadang saya merasa keder, ngeper sebelum bikin. Saya khawatir lupa trik dan tips yang pernah saya lakukan dulu. Masalahnya karena tidak semua trik atau tips bisa diingat, atau tidak ditulis dengan super detail. Apalagi saya tergolong jarang membuat kue kenyal satu ini. Jadi gampang lupa dengan semua trik dan tipsnya. Termasuk ketika eksekusi resep yang sekarang ini, saya deg-degan ketika memulainya.

Untuk resep kali ini saya pakai metode fermentasi semalam. Njiplak penjual bika ambon yang katanya adonan bikanya difermentasi semalam (hasil baca tabloid lama yang mewawancarai penjual bika ambon). Selama ini saya hanya mendiamkan adonan selama 2-3 jam untuk fermentasinya. Pingin tau aja, bisa gak saya melakukannya. Bahan yang digunakan sama dengan bika ambon pada umumnya. Karena fermentasi semalam, penggunaan yeast instant dikurangi banyak supaya tidak over fermentasi yang bisa mengakibatkan asam rasanya. Resep di bawah nanti hanya pakai 2 gram instant yeast saja. Proses fermentasi akan berlangsung lambat akibat pemakaian yeast yang sedikit tadi. Setelah difermentasi semalam, keesokan harinya barulah adonan dipanggang. Saya masih cocok pakai pasir untuk memanggangnya, tidak pakai oven. Menurut saya lebih praktis cara ini. Tapi kalo dirasa ribet, silakan pakai oven ya. Cuma, saya belum pernah mencoba pakai oven, jadi ga tau gimana tekniknya. Kalo nekat sok pinter kasih saran, takut gagal hasilnya. Jadi saya sharing yang sudah dicoba saja ya. Jika adonan mau difermentasi siang hari, bisa juga kok. Mungkin bisa lebih cepat kali ya karena suhu siang hari biasanya lebih panas. Jadi adonan dibuat pagi, difermentasi seharian, kemudian sorenya dipanggang. Terserah mau bikin pagi atau malam, suka suka aja ya. Satu-satunya hal yang tidak saya sukai dari bika ambon loyang adalah perjuangan mengeluarkan bika setelah matang wkwkwkwkw..... Bagian dasarnya pasti lengket sodara-sodara ! Ketika masih panas, bika sudah lengket. Apalagi setelah dingin. Lebih lengket lagi ! Super lengket malahan ! Padahal bika ambon dilarang keras dikeluarkan dari loyang selagi panas karena seratnya sangat rentan jadi rusak. Loyang juga tidak boleh dialas kertas karena akan mengapung selagi dipanggang. Apa boleh buat, harus berjuang mencongkel bika pakai spatula kayu supaya lepas dari loyang hihihi.... Perasaan saya campur aduk gak karuan antara ngeden (mengejan) karena harus mencongkel sekuat tenaga, tapi harus ekstra hati-hati juga supaya bika tidak rusak, sembari menggerutu panjang pendek hahahaha..... Meski begitu kenapa saya belum kapok bikin bika ambon pakai loyang ya ? Apa mungkin sudah waktunya memberi kode keras pada bapaknya anak-anak untuk beli loyang teflon baru (modus).

Untuk memanggang bika ambon, teorinya menggunakan slow baking. Artinya memanggang dengan panas rendah, api kecil, waktu cukup lama dan tidak ditutup. Bagian atas yang tidak ditutup tujuannya supaya gas atau udara yang didorong dari bawah, bisa lepas keluar. Gas yang keluar inilah yang membentuk serat dan permukaan bika ambon jadi berlubang-lubang. Setelah lubang tidak terbentuk lagi, barulah loyang ditutup agar permukaannya matang dan kering. Memang butuh waktu lama. Rata-rata lebih dari 1 jam. Tergantung dari tinggi rendahnya bika yang diinginkan. Semakin tinggi akan semakin lama waktu panggangnya. Sebaliknya, jika lebih rendah, waktu yang dibutuhkan juga lebih singkat. Jika kurang sabar dan ingin menggunakan api agak besar karena pingin cepet matang, dijamin bagian dasar bika akan menggelap cenderung gosong hihihi.....saya udah pernah sih bikin bika yang dasarnya gelap. Untungnya gak gosong dan gak pahit. Tapi jadi kurang cantik sih hasilnya. Oleh karena itu membuat bika ambon tidak bisa terburu-buru. Harus punya stok sabar yang buuanyak heheheh.... Gimana, siap bikin bika ambon ? Hayuk ah uji nyali bikin bika ambon.



Bahan Biang :
2 gr (½ sdt) ragi/yeast instant
1 sdt gula pasir
100 ml air hangat

Bahan bika :
325 ml santan kental dari 1 butir kelapa
4 gr garam
1 btg serai, memarkan
10 lbr daun jeruk purut, buang tulang daunnya supaya wangi
2 lbr daun pandan

200 gr tapioka/aci/pati kanji
100 gr terigu
1 sdt kunyit bubuk
200 gr Gula pasir
2 btr telur utuh
75 ml minyak goreng

Cara buat :
1. Rebus santan, garam, serai, daun jeruk dan pandan. Aduk-aduk dengan api kecil supaya tidak pecah, sampai mendidih. Matikan api kemudian dinginkan. Saring dan ukur kembali sebanyak 300 ml. Biarkan dingin.

2. Campur semua bahan biang : yeast instant, gula pasir dan air hangat, aduk rata. Biarkan berbuih selama 15 menit. Sisihkan.

3. Dalam wadah besar campurkan tapioka, terigu, kunyit bubuk dan gula pasir. Aduk pakai balloon whisk. Buat lubang di tengah. Tuangkan biang ke dalamnya.

4. Masukkan telur. Menyusul santan dingin sambil terus diaduk. Terakhir masukkan minyak goreng. Aduk sampai rata. Adonan akhir encer/cair. Tutup dan fermentasikan sampai berbuih banyak selama semalam (saya mulai fermentasi jam 21.00 s/d 06.00 esok pagi. Total fermentasi 9 jam).

Note :
* Jika mau fermentasi express (kereta kali pakai express 😁😁😁) alias lebih cepat, gunakan instant yeast 1 sachet (11 gr) dan difermentasi 2-3 jam.

* Selain gelembung dan buih yang terbentuk banyak, aroma ragi juga tercium cukup tajam ketika adonan dibuka tutupnya. Ini juga pertanda fermentasi harus segera diakhiri dan harus segera dipanggang.

5. Siapkan nampan/kaleng bekas biskuit/loyang butut/wajan butut atau apalah yang lain, kemudian diisi pasir setinggi 2-3 cm. Taruh di atas kompor. Beri selembar kertas bersih di atas pasir (pakai kertas baking) kemudian letakkan loyang ukuran 18x18x7 cm di atasnya. Olesi minyak goreng agak banyak. Ratakan. Minyak sedikit menggenang di tengah loyang. Panaskan sampai loyang panas selama 30 menit memakai api kecil.

Note :
* Jika tidak ada pasir bisa menggunakan abu gosok untuk cuci piring dengan ketebalan yang sama.

* Sengaja mengalasi loyang dengan selembar kertas supaya pasir tidak mengotori loyang yang kebetulan ada sambungannya. Tidak jarang minyak sering merembes yang mengakibatkan pasir nempel di sisi loyang. Ukuran kertas sedikit lebih lebar daripada loyang.

6. Ambil adonan bika, aduk-aduk adonan sampai kempis. Tuang ke dalam loyang panas. JANGAN DITUTUP. Panggang dengan api kecil (saya pakai api super kecil) sampai permukaan bergelembung kecil kecil. Lanjutkan memanggang sampai gelembung terbentuk rata di semua permukaan adonan (menit ke 15 mulai terlihat gelembung di pinggir loyang).

7. Setelah terbentuk gelembung, pada menit ke 40-45 akan terbentuk lubang-lubang. Lanjutkan memanggang selama 20-25 menit lagi sampai tidak terbentuk lubang di permukaan.

8. Setelah lubang berhenti berproduksi, saatnya menutup loyang. Tutup loyang (pakai tutup panci) sampai permukaan kering dan matang (10-15 menit). Test sentuh jari. Jika tidak nempel, sudah matang. Angkat loyang dari nampan berisi pasir kemudian dinginkan supaya kokoh tekstur bikanya.

Note :
* Total waktu panggang bika ini butuh waktu 90-100 menit (1 jam 40 menit). Semakin tinggi bika, semakin lama waktu panggangnya. Sebaliknya, semakin rendah, waktunya akan lebih singkat

* Untuk mendapatkan efek warna sedikit gosong di permukaan bika, saya menggunakan fire blow torch yang disemburkan ke atas bika yang telah matang.

Hasil : 1 buah bika ambon 18x18 cm dengan tinggi 5 cm



Brownies Kukus Satu Telur

Assalamu'alaykum


Mengobati kerinduan akan cake coklat kukus sekalian mengurangi stok coklat bubuk di dapur. Karena bengong akibat ga ada kesibukan, dan blog tidak segera diupdate, saya membuat cake coklat kukus. Kalo di Indonesia lazim disebut dengan brownies kukus kan ya. Padahal ini cake kukus coklat yang spongy. Bukan brownies. Tapi karena sudah terbiasa disebut begitu ya gak apa deh. Cake coklat ini dibuat hanya dengan 1 telur saja. Biar irit hihihi....saya sering penasaran dengan hasilnya jika menggunakan sedikit telur. Kalo telur banyak, bisa ditebak hasilnya pasti empuk spongy dan menul-menul. Lebih gurih juga. Tapi sudah beberapa tahun belakangan ini saya kurang menyukai telur dengan jumlah sejibun karena merasa sudah eneg. Pingin cake atau bolu yang ringan-ringan saja rasanya. Salah satu eksperimen saya ya resep di bawah ini. Rasanya paduan kopi dan coklat. Jadi moka ya kalo begitu. Terserah deh mau disebut apa saja tetep rasanya oke kok.

Bahan :
2 sachet (20 gr) kopi 3 in1
250 ml air panas
200 ml minyak sayur/minyak goreng
1 butir telur
170 gr gula pasir
1/8 sdt garam halus (tambahan dari saya)
200 gr tepung terigu
50 gr coklat bubuk (pakai Bensdorp)
½ sdt soda kue
1/2 sdt baking powder
2 sdm (20gr) susu bubuk

Cara membuat ;
1. Siapkan loyang tulban/ring diameter 20cm (volume 1.200 ml) olesi dengan margarin/minyak goreng. Panaskan kukusan supaya mendidih dan beruap banyak.

2. Campur kopi dan air panas aduk sampai larut. Tambahkan minyak goreng, sisihkan. Ayak terigu, coklat bubuk, soda kue dan baking powder. Masukkan susu bubuk, sisihkan.

3. Kocok telur, gula dan garam menggunakan whisker atau garpu sampai gula larut (saya pake mixer speed rendah).

4. Masukkan campuran tepung terigu dan susu bubuk, berselang-seling dengan larutan kopi+minyak. Awali dengan tepung dan akhiri dengan tepung juga. Adonan akhir agak kental dan mudah dituang.

5. Tuang ke dalam loyang dan kukus selama 35-40 menit. Lakukan test tusuk.



Eggless Butterless And Milkless Chocolate Cake


Assalamu'alaykum


Meski saya sedang tidak enak badan karena sisa-sisa flu, masih juga nguprek di dapur karena sakau baking hihihi....lha lidah rasanya pahit dan rasanya kok jadi manja pingin makan ini itu. Mumpung weekend ini adalah cheating day, saya bikin aja coklat cake (hayoooo ☝☝ makan sepotong aja ya. Ingat, alarm tubuh akan "berbunyi" jika kebanyakan). Setelah beberapa lamanya absen, saya rindu dengan cake coklat. Dulu saya keranjingan banget sama cake coklat. Gila banget gitu. Minimal seminggu sekali harus bikin cake coklat. Kalo nggak, berasa sakau. Tapi setelah mengikuti pola makan Food Combining, saya merasa lebih anteng terhadap coklat. Nggak craving atau ngebet banget terhadap coklat. Terhadap makanan lain juga biasa saja. Tidak sering berasa "ngidam" mendadak. Tapi kali ini saya rindu cake coklat meski gak merasa sakau. Rindu pada masa-masa dulu saya sering eksekusi cake coklat. Rindu pada rasa antusias supaya resep bisa segera nampang di blog. Karena rindu itulah saya mantengin koleksi resep yang telah disimpan. Dan pilihan jatuh pada eggless chocolate cake. Mumpung masih ada stok coklat bubuk banyak di rumah, jadi alasan untuk membuatnya. Resep di bawah ini adaptasi dari resep Dayang Jack, seorang blogger Malaysia yang sudah lama absen dari dunia blogging. Meski lama tidak update resep, tapi koleksi resepnya masih sering saya intip. Terpesona dengan segala resep di dalamnya terutama Eggless Recipes-nya. Gegara resep dari Dayang Jack, Cake Coklat Kukus Tanpa Telur pernah jadi resep fenomenal di jagat maya, meski sudah diubah suai sesuai selera saya. Meski sudah diubah sedemikian rupa, asal mula siapa pemilik resep tetap saya cantumkan. Saya berusaha memiliki etika dan norma kesopanan dalam hal ini. Tidak asal comot resep orang kemudian diaku-aku sebagai resep asli miliknya. Malu 🙈🙈🙈

Nah sebelum saya ngelantur ada baiknya cekidot resep di bawah ini yang gampil banget ya. Resep cuma diaduk-aduk pakai whisker saja supaya mudah homogen. Resep asli menggunakan loyang bulat 23 cm, dipanggang selama 30 menit. Tapi saya pakai loyang ring diameter 22cm biar hasilnya tebal. Ini kedua kalinya saya bikin cake coklat dengan resep yang sama. Resep pertama dipanggang, hasilnya agak kering kulitnya. Dan sedikit sulit dipotong karena kulitnya kering. Harus menginap dulu supaya lebih lembut. Selain itu penggunaan baking powder sebanyak 2 sdt mengakibatkan permukaan cake jadi pecah-pecah.  Percobaan kedua kali, mencoba dikukus dan hasilnya lebih ciamik dikukus. Ketika dikukus masih saja merekah, tapi rada lumayan, meski baking powder sudah dikurangi jadi 1 sdt saja. Begitu juga penggunaan soda kue dikurangi separuh. Dengan dikukus rasanya jadi lebih lembab dan legit menurut saya. Lebih recommend dikukus yah. Resep di bawah sudah dimodif jadi bukan resep aslinya. Yuk sekarang kepoin resepnya yuk.

Bahan :
250 gr terigu serbaguna
1 sdt baking powder (atau ½ sdt Baking Powder Double Action)
½ sdt soda kue
50 gr coklat bubuk kualitas bagus
2 sachet (40gr) kopi 3in1
½ sdt garam
175 gr gula pasir
500 ml air panas
160 ml minyak sayur
2 sdt (10ml) cuka

* Takaran gula menyesuaikan rasa coklat bubuknya. Saya menggunakan merk Bensdorp yang rasanya tawar (tapi wangiii aromanya). Jika menggunakan coklat bubuk pahit, tambahkan takaran gula pasirnya.

* Cuka bisa diganti air jeruk nipis/lemon 15-20 ml. Jangan takut jadi asam karena tingkat keasaman jeruk nipis/lemon lebih rendah daripada cuka.

* Penggunaan bahan pengembang bisa dikurangi lagi atau dihilangkan salah satu (baking powder atau soda kue) karena masih retak juga setelah dikukus.

Cara membuat :
1. Siapkan loyang ring diameter 22 cm tinggi 8 cm. Olesi mentega/margarin semua bagiannya. Sisihkan. Panaskan kukusan.

2. Campur kemudian ayak jadi satu semua bahan kering seperti terigu, baking powder, soda kue dan coklat bubuk. Tuang ke dalam wadah besar. Menyusul kopi, gula dan garam, aduk sampai rata.

3. Masukkan air panas dalam 2-3 tahap, aduk menggunakan whisker sampai rata. Pada tahap ini adonan agak kental ya. Menyusul minyak sayur, aduk sampai rata dan homogen. Hasil akhir adonan sedikit cair.

4. Terakhir masukkan cuka, aduk cepat supaya daya kerjanya tidak segera habis. Tuang ke dalam loyang. Hentakkan loyang beberapa kali untuk menghindarkan kue berlubang setelah matang.

5. Kukus dalam dandang yang sudah dipanaskan sampai matang selama 45-50 menit. Gunakan api kecil-sedang supaya permukaan tidak merekah. Lakukan tes tusuk untuk mengetahui tingkat kematangannya.

اِنَّ اللّٰهَ فَالِقُ الْحَبِّ وَالنَّوٰى ۗ  يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَمُخْرِجُ الْمَيِّتِ مِنَ الْحَيِّ   ۗ  ذٰ لِكُمُ اللّٰهُ فَاَنّٰى تُؤْفَكُوْنَ

"Sungguh, Allah yang menumbuhkan 
butir (padi-padian) dan biji (kurma). Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. Itulah (kekuasaan) Allah, maka mengapa kamu masih berpaling?"
(QS. Al-An'am: Ayat 95)

* Via Al-Qur'an Muslimah https://goo.gl/hWQsvK

Brudel Tape....Enak Moist dan Ekonomis

Assalamu'alaykum


Agak lama saya tidak mengolah tape singkong. Rindu rasanya ingin menikmati sepotong olahan tape beserta teh atau kopi (duh cheating ini namanya).

Cake Pisang Ambon

Assalamu'alaykum


Ketika saya batuk pilek kemarin, bapaknya anak anak beli pisang ambon. Seperti biasa, jika sakit saya selalu diberi "sajen" pisang.