Tampilkan postingan dengan label kukus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kukus. Tampilkan semua postingan

Brownies Kukus Satu Telur

Assalamu'alaykum


Mengobati kerinduan akan cake coklat kukus sekalian mengurangi stok coklat bubuk di dapur. Karena bengong akibat ga ada kesibukan, dan blog tidak segera diupdate, saya membuat cake coklat kukus. Kalo di Indonesia lazim disebut dengan brownies kukus kan ya. Padahal ini cake kukus coklat yang spongy. Bukan brownies. Tapi karena sudah terbiasa disebut begitu ya gak apa deh. Cake coklat ini dibuat hanya dengan 1 telur saja. Biar irit hihihi....saya sering penasaran dengan hasilnya jika menggunakan sedikit telur. Kalo telur banyak, bisa ditebak hasilnya pasti empuk spongy dan menul-menul. Lebih gurih juga. Tapi sudah beberapa tahun belakangan ini saya kurang menyukai telur dengan jumlah sejibun karena merasa sudah eneg. Pingin cake atau bolu yang ringan-ringan saja rasanya. Salah satu eksperimen saya ya resep di bawah ini. Rasanya paduan kopi dan coklat. Jadi moka ya kalo begitu. Terserah deh mau disebut apa saja tetep rasanya oke kok.

Bahan :
2 sachet (20 gr) kopi 3 in1
250 ml air panas
200 ml minyak sayur/minyak goreng
1 butir telur
170 gr gula pasir
1/8 sdt garam halus (tambahan dari saya)
200 gr tepung terigu
50 gr coklat bubuk (pakai Bensdorp)
½ sdt soda kue
1/2 sdt baking powder
2 sdm (20gr) susu bubuk

Cara membuat ;
1. Siapkan loyang tulban/ring diameter 20cm (volume 1.200 ml) olesi dengan margarin/minyak goreng. Panaskan kukusan supaya mendidih dan beruap banyak.

2. Campur kopi dan air panas aduk sampai larut. Tambahkan minyak goreng, sisihkan. Ayak terigu, coklat bubuk, soda kue dan baking powder. Masukkan susu bubuk, sisihkan.

3. Kocok telur, gula dan garam menggunakan whisker atau garpu sampai gula larut (saya pake mixer speed rendah).

4. Masukkan campuran tepung terigu dan susu bubuk, berselang-seling dengan larutan kopi+minyak. Awali dengan tepung dan akhiri dengan tepung juga. Adonan akhir agak kental dan mudah dituang.

5. Tuang ke dalam loyang dan kukus selama 35-40 menit. Lakukan test tusuk.



Eggless Butterless And Milkless Chocolate Cake


Assalamu'alaykum


Meski saya sedang tidak enak badan karena sisa-sisa flu, masih juga nguprek di dapur karena sakau baking hihihi....lha lidah rasanya pahit dan rasanya kok jadi manja pingin makan ini itu. Mumpung weekend ini adalah cheating day, saya bikin aja coklat cake (hayoooo ☝☝ makan sepotong aja ya. Ingat, alarm tubuh akan "berbunyi" jika kebanyakan). Setelah beberapa lamanya absen, saya rindu dengan cake coklat. Dulu saya keranjingan banget sama cake coklat. Gila banget gitu. Minimal seminggu sekali harus bikin cake coklat. Kalo nggak, berasa sakau. Tapi setelah mengikuti pola makan Food Combining, saya merasa lebih anteng terhadap coklat. Nggak craving atau ngebet banget terhadap coklat. Terhadap makanan lain juga biasa saja. Tidak sering berasa "ngidam" mendadak. Tapi kali ini saya rindu cake coklat meski gak merasa sakau. Rindu pada masa-masa dulu saya sering eksekusi cake coklat. Rindu pada rasa antusias supaya resep bisa segera nampang di blog. Karena rindu itulah saya mantengin koleksi resep yang telah disimpan. Dan pilihan jatuh pada eggless chocolate cake. Mumpung masih ada stok coklat bubuk banyak di rumah, jadi alasan untuk membuatnya. Resep di bawah ini adaptasi dari resep Dayang Jack, seorang blogger Malaysia yang sudah lama absen dari dunia blogging. Meski lama tidak update resep, tapi koleksi resepnya masih sering saya intip. Terpesona dengan segala resep di dalamnya terutama Eggless Recipes-nya. Gegara resep dari Dayang Jack, Cake Coklat Kukus Tanpa Telur pernah jadi resep fenomenal di jagat maya, meski sudah diubah suai sesuai selera saya. Meski sudah diubah sedemikian rupa, asal mula siapa pemilik resep tetap saya cantumkan. Saya berusaha memiliki etika dan norma kesopanan dalam hal ini. Tidak asal comot resep orang kemudian diaku-aku sebagai resep asli miliknya. Malu 🙈🙈🙈

Nah sebelum saya ngelantur ada baiknya cekidot resep di bawah ini yang gampil banget ya. Resep cuma diaduk-aduk pakai whisker saja supaya mudah homogen. Resep asli menggunakan loyang bulat 23 cm, dipanggang selama 30 menit. Tapi saya pakai loyang ring diameter 22cm biar hasilnya tebal. Ini kedua kalinya saya bikin cake coklat dengan resep yang sama. Resep pertama dipanggang, hasilnya agak kering kulitnya. Dan sedikit sulit dipotong karena kulitnya kering. Harus menginap dulu supaya lebih lembut. Selain itu penggunaan baking powder sebanyak 2 sdt mengakibatkan permukaan cake jadi pecah-pecah.  Percobaan kedua kali, mencoba dikukus dan hasilnya lebih ciamik dikukus. Ketika dikukus masih saja merekah, tapi rada lumayan, meski baking powder sudah dikurangi jadi 1 sdt saja. Begitu juga penggunaan soda kue dikurangi separuh. Dengan dikukus rasanya jadi lebih lembab dan legit menurut saya. Lebih recommend dikukus yah. Resep di bawah sudah dimodif jadi bukan resep aslinya. Yuk sekarang kepoin resepnya yuk.

Bahan :
250 gr terigu serbaguna
1 sdt baking powder (atau ½ sdt Baking Powder Double Action)
½ sdt soda kue
50 gr coklat bubuk kualitas bagus
2 sachet (40gr) kopi 3in1
½ sdt garam
175 gr gula pasir
500 ml air panas
160 ml minyak sayur
2 sdt (10ml) cuka

* Takaran gula menyesuaikan rasa coklat bubuknya. Saya menggunakan merk Bensdorp yang rasanya tawar (tapi wangiii aromanya). Jika menggunakan coklat bubuk pahit, tambahkan takaran gula pasirnya.

* Cuka bisa diganti air jeruk nipis/lemon 15-20 ml. Jangan takut jadi asam karena tingkat keasaman jeruk nipis/lemon lebih rendah daripada cuka.

* Penggunaan bahan pengembang bisa dikurangi lagi atau dihilangkan salah satu (baking powder atau soda kue) karena masih retak juga setelah dikukus.

Cara membuat :
1. Siapkan loyang ring diameter 22 cm tinggi 8 cm. Olesi mentega/margarin semua bagiannya. Sisihkan. Panaskan kukusan.

2. Campur kemudian ayak jadi satu semua bahan kering seperti terigu, baking powder, soda kue dan coklat bubuk. Tuang ke dalam wadah besar. Menyusul kopi, gula dan garam, aduk sampai rata.

3. Masukkan air panas dalam 2-3 tahap, aduk menggunakan whisker sampai rata. Pada tahap ini adonan agak kental ya. Menyusul minyak sayur, aduk sampai rata dan homogen. Hasil akhir adonan sedikit cair.

4. Terakhir masukkan cuka, aduk cepat supaya daya kerjanya tidak segera habis. Tuang ke dalam loyang. Hentakkan loyang beberapa kali untuk menghindarkan kue berlubang setelah matang.

5. Kukus dalam dandang yang sudah dipanaskan sampai matang selama 45-50 menit. Gunakan api kecil-sedang supaya permukaan tidak merekah. Lakukan tes tusuk untuk mengetahui tingkat kematangannya.

اِنَّ اللّٰهَ فَالِقُ الْحَبِّ وَالنَّوٰى ۗ  يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَمُخْرِجُ الْمَيِّتِ مِنَ الْحَيِّ   ۗ  ذٰ لِكُمُ اللّٰهُ فَاَنّٰى تُؤْفَكُوْنَ

"Sungguh, Allah yang menumbuhkan 
butir (padi-padian) dan biji (kurma). Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. Itulah (kekuasaan) Allah, maka mengapa kamu masih berpaling?"
(QS. Al-An'am: Ayat 95)

* Via Al-Qur'an Muslimah https://goo.gl/hWQsvK

Ketan Biru Bunga Telang

Assalamu'alaykum


(Late post. Dibuat sehari sebelum puasa ramadhan). Beberapa waktu yang lalu saya diberi oleh-oleh beras ketan oleh tukang sayur langganan saya yang barusan balik dari mudik. Seneng rasanya jika diberi oleh-oleh. Artinya dia ingat akan saya. Memang sih, jika saya bikin cake, roti atau bahkan masakan, mbak satu ini sering jadi "tester" saya hihihi.... Biar apa yang saya buat bisa jadi cemilan sambil jualan keliling. Kali ini ketan pemberian mbak sayur diolah jadi ketan biru. Gak sengaja saya menemukan sekantung kecil bunga telang kering sisa tahun kemarin. Tahun ini pohon telang habis tak bersisa, ketika rumah dicat ulang termasuk pagarnya. Jadi pohon telang yang tumbuh di depan pagar dibabat habis. Setelah selesai dicat, saya sebar biji telang lagi. Baru tumbuh subur-suburnya, malah dipatukin ayam tetangga sampai habis. Duh.... Awalnya saya gak tau kenapa pohon telang yang sudah tumbuh selalu gundul. Dan itu berulang kali terjadi. Setelah beberapa waktu barulah diketahui biang keroknya. Saya pergoki si ayam asyik matukin pohon telang saya. Akhirnya saya stop nanam dulu sebelum punya pot untuk menanam telang. Jadi bisa ditaruh di dalam pagar gitu. Baru 2-3 bulan belakangan inilah saya menanamnya kembali. Tapi belum berbunga banyak karena musim hujan keburu berakhir. Pohon telang akan berbunga dan berbiji lebat pada musim hujan. Pada saat kemarau, biji akan mengering. Pohonnya pun meranggas. Nah setelah kering inilah biji bisa dipanen. Sayang, pohon telang ini belum keluar bijinya. Jadi biji sisa tahun lalu harus dihemat dulu. Begitu juga dengan bunganya.

Well kembali ke resep deh. Sebenarnya saya sudah bertahun lalu pingin resep Ketan Biru dari blognya Cik Ine Elkaje (beliau salah satu food blogger senior). Kan sudah lama juga saya punya pohon telang. Cuma ya gitu deh, mood bikin ketan biru lenyap begitu saja, dan berganti bikin makanan lainnya. Setelah moodnya kembali, sekaranglah saatnya bikin ketan biru. Resep sederhana dan sangat mudah, bahkan bagi pemula sekalipun. Hasilnya, ketan biru ini enak. Gurihnya santan dan unti kelapa yang tidak terlalu manis, dengan sedikit aroma jahe, pas dengan selera saya. Cocok untuk teman minum teh di sore hari.

Note :
* Bagi yang lambungnya sedikit bermasalah, beras ketan boleh dicampur dengan beras biasa untuk nasi, supaya lambung tidak terlalu berat. Untuk resep di bawah bisa menggunakan 200 gr beras ketan dan 100 gr beras putih untuk nasi.

Bahan :
300 gr beras ketan, rendam semalam
2 lbr daun pandan, sobek-sobek
150 ml santan sedang
1/2 sdt garam
20 kuntum bunga telang kering+50 ml air diremas-remas, saring
3 lbr pandan untuk mengukus

Unti :
200 gr kelapa setengah tua, parut kasar
100 gr gula jawa, iris kasar
1/4 sdt garam
2 lbr daun pandan, potong-potong
2 cm jahe, geprek
100 ml air

Cara membuat :
1. Unti : masak air, gula, jahe dan pandan, hingga gula merah larut.

2. Masukkan kelapa parut dan garam, masak hingga unti agak mengering. Koreksi rasanya. Jika kurang manis tambahkan 1-2 sdm gula pasir. Masak kembali sampai gula larut. Matikan api, sisihkan.

3. Ketan biru: tiriskan ketan, cuci berulang kali sampai airnya bening. Ini bertujuan supaya ketan tidak mudah basi. Tiriskan.

4. Kukus selama 20 menit hingga setengah matang. Selama mengukus, selipkan daun pandan diantara beras ketan, dan sebagian daun pandan di masukkan dalam air pengukus. Angkat ketan dari kukusan. Letakkan dalam baskom.

5. Didihkan santan, garam dan pandan. Tuangkan santan panas pada ketan, aduk rata. Menyusul air bunga telang, aduk rata dan diamkan selama 15 menit, hingga santan meresap semua.

6. Ambil cetakan putu ayu, oles minyak tipis-tipis. Letakkan unti kelapa di dasar cetakan, ratakan dan padatkan. Beri ketan biru di atasnya sambil diratakan dan dipadatkan hingga cetakan penuh. Kukus lagi selama 20 menit sampai matang. Angkat ketan dari kukusan.

Note :
* Gunakan sendok yang telah dibasahi air untuk mencetak ketan supaya tidak lengket.

7. Balik cetakan sambil ditekan-tekan supaya ketan lepas dari cetakan.


Meniran

Assalamu'alaykum


Mumpung tukang sayur kemarin bawa daun pisang bagus (lebar dan tidak banyak yang robek), saya tercetus ide bikin Meniran.

Cake Kukus Coklat Pandan

Assalamu'alaykum


Lagi rajin di dapur neh. Jika dihitung, agak lama juga saya gak pegang mixer. Setelah ada Breadmaker di rumah, bawaannya bikin rotiiii mulu hihi...

Cake Coklat Kopi Kukus

Assalamu'alaykum


Hapa kabaaaarrr ? Lama gak update blog ternyata ada yang nanyain. Pertama dari Irene dan yang kedua mb Sitti Taslimah.

Cake Kukus Ketan Hitam

Assalamu'alaykum


Apa kabar wahai pembaca Dapur Manis ? Wkwkwkwk....lebay deh ah pakai wahai segala 😂😂😂😂 Agak lama ya saya ngak mengudara di sini.