Halaman

Sabtu, 06 September 2014

Nagasari Biru Bunga Telang (Kembang Teleng)

Assalamualaykum


Dua atau tiga tahun yang lalu saya dibelikan pohon bunga telang oleh bapaknya anak-anak. Itu gara-gara saya merengek dan rewel pingin tau bunga teleng tuh seperti apa.
Seumur hidup belum pernah lihat kecuali via internet. Pohon ini tergolong sudah langka. Tidak dinyana ketika pohonnya tumbuh besar dan keluar bunga dalam jumlah banyak sering diminta untuk dijadikan obat tetes mata bayi baru lahir. Saya sih seneng-seneng aja kalo dimintain gitu. Bahkan banyak yang saya bawain bijinya juga supaya bisa menanam sendiri di rumah. Konon, menurut cerita orang-orang di daerah saya tinggal sekarang, dulu banyak sekali pohon telang ini. Tapi karena semakin tahun semakin bayak rumah yang dibangun akhirnya bunga telang ini lenyap tak bersisa.

Setelah punya bunganya saya segera bikin utuk saya jadikan pewarna makanan. Cuma saya belum sukses membuat warnanya jadi biru jika dicampur dengan tepung. Warna birunya pasti luntur sehingga terpaksa saya beri pewarna biru sintetis supaya warnanya jadi kelihatan. Seperti nagasari yang saya buat kali inipun terpaksa saya beri pewarna biru. Saya belum tau caranya gimana supaya warna biru bunga telang ini bisa keluar jika dicampur tepung. Apa kurang banyak ya saya pake bunganya ? Jika ada yang tau silakan beri komentar ya. Nah sekarang ditengok resepnya yuk.


Bahan vla/kuah santan :
200 ml santan kental dari 1/2 butir kelapa
1/2 sdm tepung beras
1/4 sdt garam

Bahan Nagasari :
4 sdm bunga telang kering
50 ml air
400 ml santan sedang (sisa perasan santan kental )
100 gr tepung beras
2 sdm tepung tapioka
1/2 sdt garam
4 sdm gula pasir
2-3 tetes pewarna biru
1 batang vanila pod, belah, keruk isinya (bisa diganti vanili bubuk)
1 bh pisang tanduk ukuran besar, dikukus, potong-potong
Daun pandan, dipotong-potong
Daun pisang untuk membungkus.

Cara membuat :
  1. Vla/kuah santan : campur santan kental, tepung beras dan garam, aduk sampai licin. Nyalakan api, rebus sambil diaduk-aduk sampai mendidih dan meletup-letup. Matikan api. Sisihkan.
  2. Campur bunga telang dan air, remas-remas sampai keluar warna birunya. Saring dan sisihkan.
  3. Dalam sebuah panci campur tepung beras, tapioka, garam, vanila pod dan gula pasir. Tuangi santan, air bunga telang dan pewarna biru sambil diaduk menggunakan whisker sampai licin dan halus. Jerang diatas api sambil diaduk menggunakan sendok kayu sampai kental dan liat. Matikan api.
  4. Ambil daun pisang, letakkan 1 lbr daun pandan. dan 1 sdm adonan. Letakkan sepotong pisang kukus diatasnya. Beri 1-2 sdm vla santan. Bungkus bentuk tum, semat dengan lidi. Lakukan sampai adonan habis.
  5. Kukus dalam dandang panas selama 30 menit. Angkat dan dinginkan. 
 Hasil : 9-10 bungkus
Note : jika ada sisa vla/kuah santan jangan dibuang. Sajikan saja bersama nagasari yang telah matang. Pasti lebih sedap.


9 komentar:

  1. Balasan
    1. makasih hehe... tapi belum 100% warna alami itu

      Hapus
  2. ini nagasari ya??hehehe,udah tau nanya..tp beneran g tega makannya,aneh aja biasanya putih jd biru gitu...*coba dikasih langsung pasti lgsung abis hehe*

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi...kalo nagasari sering makan warna putih, ijo atau kuning (pake wortel). Bikin sendiri sih. Tapi kalo warna merah, embuh deh, doyan apa kagak hehehe....
      Ketika nagasari ini sudah matang orang di rumah doyan banget, cepet habis meski dibiru-biruin kayak fb hahaha....

      Hapus
  3. Ah, aku baru tahu ada yang warnanya biru, hihihi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. yuk bikin yuk. Pake pewarna biru untuk makanan aja kalo gak ada bunga telang...

      Hapus
  4. Favoritku iki mbaaak rina. Nagasari. Eh mau mbak biji bunga telang nya. Kalo berkenan. Hihi. Disini susyah nyarinya. Cantiiik kayaknya bunganya ya mbk? Aq berminat buat ditanem di rumah. Udah ada sunflower dkk. Suwun mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bunga telang udah langka. Aku mau aja sih ngasih bijinya tapi musim kemarau gini lagi pada meranggas. Daunnya pada rontok kering karena bunga telang ini tergolong rakus air. Biji juga rada minim. Kalo musim penghujan dan tiap hari kehujanan, biyuuhhhh subuuuurrr banget sampe aku, Alhamdulillah, kewalahan metikin bunganya.
      Insya Allah kalo stoknya banyak aku kasih. Udah berteman di fb belum sih biar gampang kasih kabar ?

      Hapus
  5. Jelang Ramadhan dan dibulan Ramadhan ini
    Kami KC Nurseries Bogor, memberikan tambahan bagi anda yang memerlukan berbagai macam kebutuhan mengenai kembang Teleng /Bunga Teleng
    1. Bibit benih (Biji) yang dikemas dan berisi : 100 biji, 200 biji dan 500 biji atau lebih banyak lagi sesuai dengan permintaan/kebutuhan anda, akan kami tambahkan sampai 25% dari kebutuhan biji yang anda pesan
    2. Bunga Teleng kondisi segar (baru dipetik dari pohon) dalam kemasan berisi 200 bunga, 400 bunga, dan 500 bunga, atau lebih banyak lagi sesuai dengan permintaan/kebutuhan anda. Dan akan kami tambahkan 15% bunga dari yang anda pesan.
    3. Bunga Teleng yang sudah dikeringkan dalam kemasan, berisi 200 bunga kering, 400 bunga kering, dan 500 bunga kering, atau lebih banyak lagi sesuai permintaan/kebutuhan anda. Serta kami tambahkan 15% bunga kerig dari yang anda pesan.
    4. Bibit pohon kembang teleng yang belum berbunga, usia pohon antara 2 - 3 bulan dengan ketinggian 20 cm- 30 cm ( maaf saat ini stock terbatas.....)
    5. Pohon Kembang Teleng yang sudah berbunga antara 1 – 4 bunga dan bunganya bisa langsung anda petik sendiri.

    BalasHapus

Dikarenakan banyaknya komentar yang tidak pantas atau link "titipan" yang muncul di komentar, maka setiap komentar yang masuk akan saya seleksi. Hanya komentar yang sekiranya pantas, sopan dan tidak mengandung kekerasan yang akan tampil di komentar. Link jualan obat atau promo produk juga akan dihapus. Terimakasih atas perhatian anda yang telah mengunjungi dan meninggalkan komentar manis di DapurManis. Saya menghargainya sebagaimana apresiasi anda terhadap blog ini.