Laman

Selasa, 04 Maret 2014

Sate Ayam Tanpa Tusuk

Assalamualaykum


Ketika saya masih di Solo sate ayam termasuk makanan yang sering saya beli. Ini karena di depan rumah tiap hari ada penjual sate ayam Madura keliling.
Dan selalu muncul di tiap pagi dan sore hari. Harganyapun murah meriah. Waktu itu masih seharga 2 ribu rupiah sepincuk. Isinya lontong setengah lonjor yang diiris bulat-bulat, sate 4 tusuk dan diguyur kuah kacang melimpah kemudian ditaburi irisan bawang merah mentah dan cabe rawit. Selain saya, almh ibu pun sering beli. Favorit ibu saya adalah balungan (tulang) dan ceker yang ada dalam bumbu/kuah kacangnya. Bahkan beliau lebih sering beli balungan ini daripada sate beserta lontongnya. Dan dimakan dengan cara digado, nggak pake nasi. Saya sempat heran kok ada balungan di dalam kuah kacangya ya. Setelah bertahun-tahun kemudian barulah saya tau ternyata tulang ayam ini berfungsi sebagai penyedap kuah kacangnya ! Jadi tulang/balungan dimasak jadi satu dengan bumbu/kuah kacang.

Dan kemarin saya mencoba sate ayam tanpa tusuk ini yang idenya didapat dari Tabloid Saji. Saya berniat bikin karena resepnya tidak pake tusuk sate. Iyalah wong praktis gitu nggak perlu nusuki ayam satu persatu yang makan waktu lama. Cara bikinnya mudah kok. Daging ayam yang telah dipotong dadu direndam dalam bumbu dan selanjutnya ditumis sampai matang. Sedang bumbu kacangnya saya utak-atik dengan cara cemplang-cemplung. Terinspirasi dari bakul sate ayam keliling, tulang dan kulit ayam saya masukkan supaya bumbu kacang lebih sedap. Dan saya tambahi ceker juga. Biar mirip dengan yang dijual itu, heheheee....Rasanya Alhamdulillah, mirip dengan sate ayam yang dijual keliling tapi minus tusuk bambu.

Bahan :
  • 500 gr daging dada ayam, potong dadu (tulang dan kulitnya disisihkan untuk bumbu kacang)
  • 2 siung bawang putih, haluskan
  • 3-4 sdm kecap manis
  • 1/2 sdt garam
  • Lontong secukupnya
  • bawang merah dan cabe rawit, iris tipis untuk taburan
  • kecap manis secukupnya
Bumbu kacang :
  • 200 gr kacang tanah goreng/sangrai/panggang, haluskan
  • 5 siung bawang putih utuh
  • 3 butir bawang merah utuh
  • 3 butir kemiri sangrai
  • 2 lbr daun jeruk purut
  • 1 batang serai, memarkan
  • 1 potong lengkuas, memarkan
  • 5 bh ceker ayam
  • Kulit dan tulang sisa dada ayam
  • 300 ml air
  • 300 ml santan dari 1/4 butir kelapa
  • 3 sdm gula merah disisir
  • garam secukupnya
Cara membuat :
  1. Dalam sebuah wadah campur jadi satu daging ayam, bawang putih dan kecap. Diamkan selama minimal 30 menit. Sisihkan.
  2. Bumbu kacang : goreng bawang putih dan bawang merah sampai layu. Angkat dari wajan kemudian haluskan bersama kemiri.
  3. Panaskan kembali sedikit minyak di atas wajan, tumis bumbu halus sampai wangi. Masukkan daun jeruk, serai, lengkuas, ceker, kulit, tulang dan air. Rebus sampai empuk.
  4. Masukkan kacang halus dan santan. Beri gula dan garam. Setelah mendidih cek rasanya. Masak sampai kuah jadi kental dan berminyak. Tingkat kekentalan sesuai selera. Jika terlalu kental bisa ditambah air/santan lagi. Matikan api.
  5. Panaskan sedikit minyak di atas wajan, tumis daging ayam beserta bumbu rendamannya. beri sedikit garam dan masak sampai matang. Angkat dan sajikan hangat bersama kuah kacang, lontong, irisan bawang merah, cabe dan kecap manis.
 

6 komentar:

  1. Hassseekkkk..pagi2 nyarap sate.sluurrppttt....maulah.ada ayam juga ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. enak lho sarapan pake sate ayam...

      Hapus
  2. wuiiihhh..., sedep banget pastinya nih...
    malahan gak repot nusukin ya mba.... hehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bu gulu. Aku ogah nusukin atu-atu nih.
      Yang sedep bumbu kacangnya ini. Enak. Pake kaldu gitu...

      Hapus
  3. Wah kreatif sekali mbak. Baru kepikiran saya ada sate tanpa tusuk haha. Ijin coba resep ya mbak. Mau kasih info nih buat mbak karena udah baik kasih share resep unik, cobain deh ke resto Sate Tegal Marem Jl. Dr. Setiabudhi 136 Bandung. lagi ada promo 3 menu gratis mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. silakan. Insya Allah jika ada kesempatan ke bandung ya

      Hapus

Dikarenakan banyaknya komentar yang tidak pantas atau link "titipan" yang muncul di komentar, maka setiap komentar yang masuk akan saya seleksi. Hanya komentar yang sekiranya pantas, sopan dan tidak mengandung kekerasan yang akan tampil di komentar. Link jualan obat atau promo produk juga akan dihapus. Terimakasih atas perhatian anda yang telah mengunjungi dan meninggalkan komentar manis di DapurManis. Saya menghargainya sebagaimana apresiasi anda terhadap blog ini.