Tampilkan postingan dengan label telur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label telur. Tampilkan semua postingan

Telur Ceplok Kecap Pedas

Assalamu'alaykum


Apa kabar semua ? Taqaballallaahu minna wa minkum (semoga Allah menerima amalku dan amal kalian semua). Selamat Hari Raya 'Idul Fitri 1440 H. Lama ya saya gak ngeblog. Gegara Google Plus (G+) dihapus, saya gak bisa masuk ke blogger. Kok bisa ? Iya. Ini kesalahan saya. Murni salah saya. Beberapa bulan sebelumnya saya sudah dikirimi email beberapa kali oleh blogspot bahwa G+ akan segera dihapus dan disarankan untuk segera ganti profil jadi Google biasa. Saya cuek saja karena yakin profil yang saya pakai itu Google, bukan G+. Yakin banget seyakin yakinnya dan tidak berusaha ngecek profil blogger (kepedean yang keterlaluan yang berakhir kualat kayaknya). Akhirnya ketika buka blog tanggal 2 April 2019, kok saya gak bisa buka blogger ??? Saya benar benar kaget dan panik seketika. Segera saya menyadari bahwa saya sudah membuat kesalahan, tidak memeriksa profil blogger padahal sudah dikirimi surat cinta dari blogspot. Sampai beberapa hari ke depan saya cek terus, sambil googling sana sini mencari informasi, berharap siapa tau bisa membuka blogger (tetep usaha kan yes 😄). Menulis email bolak balik dan sangat berhati-hati menulis passwordnya dengan harapan bisa masuk blogger kembali. Teteeeepppp tidak bisa. Akhirnya setelah hampir 2 minggu saya menghentikan kegiatan buka blog karena merasa sia-sia. Meski blog bisa diakses, tapi saya tetap tidak bisa masuk ke blogger. Pasrah deh. Waktu itu saya berpikir mau migrasi ke IG saja dan tak peduli pada DapurManis lagi. Sedih sesedih sedihnya. Saya merasa blog yang dirintis sejak 2012 tidak bisa saya lanjutkan kembali. Belum lagi ada adsense yang sudah mencapai $75. Kan bikin mewek banget ini. Meski mewek, matre tetep wajib kan ya hahahah..... Dan akhirnya, saya sudah sampai di titik terendah, tidak berharap bisa menulis di blog lagi. Hal ini berlangsung sampai 1 bulan kurang lebihnya.

Suatu ketika saya iseng. Tujuannya ingin mengenang kegiatan saya beberapa tahun terakhir ini sebagai seorang blogger. Awal Juni 2019 lalu saya buka blog kemudian menulis email dan password, mencoba masuk blogger lagi. Lah kok bisa ??? Horeeeee.....langsung deh ceki-ceki semua "onderdil" di dalamnya. Masih lengkap. Komplit. Tidak lupa untuk cek komentar dan ternyata ada beberapa komen di tinggalkan teman blogger. Hari itu saya merasa sangat happy, merasa terbang sampai langit, saking senangnya karena DapurManis sudah kembali lagi. Alhamdulillah 😇😇😇 Serasa dapat surprise. Semangat saya muncul kembali untuk update resep. Saya berjanji dalam hati harus menulis resep baru di DapurManis. Dan sekaranglah saatnya saya harus menyapa kembali teman-teman dunia maya saya. Jujur saja, saya masih cinta blogspot. Masih cinta jadi seorang blogger. Yang paling penting, masih cinta duit adsense juga wkwkwkwk...... Saya juga berusaha memudahkan teman-teman pembaca DapurManis yang lebih suka membaca blog daripada buka IG atau Youtube karena alasan boros kuota. Saya berusaha memahami, tidak semua orang diberi kelebihan materi sehingga bisa mengakses IG atau Youtube. Pernah ada seorang teman yang keberatan jika saya pindah ke IG sepenuhnya dan meninggalkan DapurManis dengan alasan dia tidak mampu jika harus mengakses IG. Hal itulah yang menjadi penyemangat saya untuk bertahan menjadi seorang blogger. Penghapusan G+ ini jadi bahan pelajaran saya supaya tidak cuek dengan blog. Selama ini saya terlalu asik nulis resep dan motret, tapi abai terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan keberlangsungan DapurManis. Alasannya, karena saya sudah malas utak atik blog, dan merasa lebih asik menulis resep saja.

Well, sekarang kembali ke resep ya. Masak praktis dan sederhana saja karena kita semua telah makan makanan berlemak tinggi ketika lebaran tempo hari. Telur ceplok yang dibuat ini sebenarnya karena kepepet. Biasalah kalo lebaran, tukang sayur yang jualan masih bisa dihitung dengan jari. Terpaksa harus ke pasar induk karena pasar komplek masih sepi dari pedagang. Udah gitu harga sayur juga masih selangit. Sebagai penyelamat perut, bikinlah telur ceplok kecap pedas sebagai menu makan siang di rumah. Resep yang gampang banget. Semua pasti bisa. Bahan juga sederhana dan murah meriah. Tapi hasilnya, jangan ditanya deh. Buktinya orang di rumah mau nambah nasi terus di piringnya hahahah...

Bahan :
6 butir telur ayam
300 ml air
5 sdm kecap manis
½ sdt garam
2 sdt gula pasir
½ sdt saus tiram

Bumbu iris :
6 butir bawang merah
3 siung bawang putih
8 bh cabe merah keriting
5 bh cabe rawit merah

Cara membuat :
1. Buat telur ceplok satu persatu dengan minyak sampai matang. Jangan lupa diberi sejumput garam ya masing masing telur ceploknya. Biar gurih hasil akhirnya nanti. Angkat, tiriskan.

2. Panaskan sedikit minyak di atas wajan, tumis bumbu iris sampai layu, harum dan sedikit kering. Tuangkan air.

3. Menyusul sisa bumbu, kecap manis, garam, gula dan saus tiram. Biarkan mendidih.

4. Masukkan telur ceploknya. Masak hingga meresap dan kuah sedikit berkurang. Koreksi rasanya. Boleh diberi kaldu bubuk bila suka. Jika sudah pas rasanya, matikan api. Siap disajikan.


Seblak Kangkung Telur Puyuh


Assalamu'alaykum


Gegara saya bikin Seblak Kari tempo hari, bapaknya anak-anak minta lagi. Judulnya kualat dia hihihi....lha tiap kali saya bikin seblak selalu manyun dan bilang nggak doyan. Ketika saya bikin seblak yang terakhir kali dan dicicip, tau-tau seblak di wajan habis tak bersisa hahahah....katanya ngicip, kok sampai habis gitu ya hihihi..... Berarti doyan dong sama seblak, ye kaaaannn 😁😁😁😁 Dan untuk menutupi rasa nggak enak karena diledek, wajannya dicuci bersih sekalian wkwkwk 😂😂😂 emak sih happy banget sambil ngucap Alhamdulillah 😇😇😇 Nah karena doyan itulah saya jadi punya ide bikin seblak merah. Memanfaatkan cabe merah besar di kulkas. Tempo hari beli cabe dengan harga murah. Cuma 5 ribu untuk 1/4 kg. Murah kan ya. Emak bahagia deh kalo dapat belanjaan murah gini meski cuma cabe hahahah.... Tapi sekaligus berpikir, petani bisa menikmati keuntungannya apa tidak ya ? Suka sedih rasanya jika biaya bertanam cabe tidak ketutup karena harga cabe yang terlalu murah, hiks 😪

Kembali ke seblak ya. Seblak yang diberi sayur seperti sawi atau kol ternyata lebih segar rasanya. Bisa menetralisir lemak pada kuah kaldu, bakso, sosis dan telurnya. Jadi lebih balance gitu. Kali ini diberi kangkung saja karena saya demen banget sama kangkung. Tidak jarang saya makan kangkung mentah. Enak lho. Renyah. Gak pahit lagi. Untuk resep di bawah teteeeuuuppp pakai bahan yang simpel dan murah meriah. Biar pada kemecer bikin seblak gak pakai mahal. Kan biar bisa beli lipstick juga sisa duitnya. Eh, hahahahah...... Hayuk ah bikin seblak....


Bahan :
150 gr kerupuk kanji putih
2 batang daun bawang, iris tipis
5 biji (lebih juga boleh) cabe rawit merah, iris tipis
5 butir bakso, potong sesuai selera
5 bh tahu pong, potong sesuai selera
50 gr kangkung, potong 2-3 cm
500 ml kaldu ayam
2 butir telur, kocok asal rata
½ sdt garam
¼ sdt gula pasir
⅛ sdt merica bubuk
15 butir telur puyuh rebus, kupas

Bumbu tumbuk :
3 bh cabe merah besar
5 butir bawang merah
2 siung bawang putih
2 cm kencur
2 butir kemiri

Cara membuat :
1. Rebus kerupuk menggunakan air secukupnya sampai matang. Angkat dan tiriskan. Sisihkan.

2. Panaskan sedikit minyak, tumis bumbu tumbuk sampai matang dan garing supaya tidak langu. Menyusul daun bawang dan cabe iris. Tumis sampai layu.

3. Menyusul kaldu ayam. Rebus sampai mendidih. Beri garam, gula dan merica. Koreksi rasa. Boleh diberi kaldu bubuk jika suka.

4. Jika sudah pas rasa kuahnya masukkan kerupuk rebus, bakso dan tahu. Menyusul telur kocok. Aduk sampai berserabut dan telur matang.

5. Terakhir masukkan kangkung dan telur puyuh, aduk sebentar. Matikan api. Sajikan hangat.


Sambel Goreng Telur Ceplok

Assalamu'alaykum


Lama nian saya tidak masak sambel goreng. Masakan ini atas permintaan bapaknya anak-anak yang pingin sambal goreng telur ceplok. Olahan satu ini memang paling pas dinikmati bersama nasi hangat nan pulen. Awas ya kalo sampai tambah nasi di piring hahahah......


Bahan :
6 butir telur ayam
50 gr kacang tholo/kacang tunggak, rendam air panas semalam, tiriskan
2 cm lengkuas, memarkan
2 lbr daun salam
4 lbr daun jeruk
200 ml santan kental dari 1/2 butir kelapa
800 ml santan encer (sisa perasan santan kental)
garam, merica dan gula secukupnya
2 sdt rebon/rese/udang kering

Bumbu halus :
10 butir bawang merah
5 siung bawang putih
5 bh cabe merah besar
10 bh cabe merah keriting
2 cm kunyit
4 butir kemiri
1 sdt ebi, rendam air panas sampai empuk, tiriskan

Cara membuat :
1. Buat telur ceplok satu per satu di atas wajan sampai telur habis. Sisihkan.

2. Tumis bumbu halus sampai wangi masukkan lengkuas, daun salam dan daun jeruk. Lanjutkan menumis sampai matang dan agak kering.

3. Masukkan santan encer, garam, merica, gula dan rebon. Didihkan. Menyusul telur ceplok dan kacang tholo, masak sampai santan agak menyusut dan kacang jadi lunak.

4. Setelah mendidih masukkan santan kental. Koreksi rasanya. Beri kaldu bubuk jika suka. Masak sebentar sampai mendidih sambil diaduk aduk supaya santan tidak pecah. Angkat dari api.


Seblak Kari Pedes Mampusss....

Assalamu'alaykum


Lagi lagi memanfaatkan kaldu ayam kuning ya (di freezer saya selalu punya kaldu kuning sisa ngungkep ayam). Dan lagi lagi bikin seblak kuah yang enak. Kali ini dibikin seblak dengan bubuk kari. Jika dibikin seblak gak bakalan ditolak penghuni rumah. Di rumah, hanya bapaknya yang gak doyan seblak. Kalo saya bikin seblak, selalu menggerutu "bikin makanan kok yang aku gak doyan" begitu katanya sambil bersungut-sungut, hahahah....masa bodo ah. Sesekali saya mau menghibur diri makan makanan kesukaan saya. Kan emak capek, tiap hari masak, bebenah, ngeblog dan mengerjakan seabrek kerjaan di rumah. Butuh asupan tambahan gitu dan rekreasi makanan (bela diri). Karena mau memberdayakan kaldu kuning, kepikir deh bikin seblak. Cantik pasti ya kuahnya kalo kuning begini. Selain itu pasti lebih gurih karena kaldunya sudah full bumbu. Dikasih bumbu kari juga biar wangi. Selain itu dikasih cabe rawit merah 10 biji ! Buat saya 10 butir cabe rawit sudah bisa membakar lidah. Apalagi bumbu karinya sudah pedes. Takut kepedesan dan gak doyan. Jika mau lebih pedas tambahin lagi cabenya. Cabenya diiris tipis-tipiiis gitu supaya bijinya keluar semua. Atau diuleg ? Boleh banget !! Biar pedes mampus hihihi....

Khusus kuah seblak saya menyukai kuah yang dituangi telur kocok. Jadi telur bisa berserabut gitu lho. Kuahnya jadi guriiiihh banget. Selain itu jadi kental juga. Tapi jika tidak suka, telur boleh dibikin scramble egg dulu baru dimasukkan ke dalam kuah. Untuk isinya saya pakai kerupuk bawang warna warni. Kerupuk ini biasanya dipakai tukang nasi goreng. Gak pakai kerupuk seblak yang putih  karena stok di tukang sayur habis. Jadi kalo mau bikin seblak bisa pakai kerupuk apa saja ya. Biar lebih sehat (tsaahhh) saya kasih sawi dan kol juga. Cara menikmatipun bersama irisan mentimun. Maksudnya supaya lebih bervariasi, bukan cenderung ke sehatnya. Eh tapi beneran, bikin sehat jiwa raga kalo enak dan kenyang lhoooo. Otomatis bahagia juga wkwkwkwk..... Pembaca DapurManis pasti setuju dengan pendapat saya yang satu ini. Ya nggak, hahahah.... Halaaaah ngomong apaan sih. Mulai ngelantur kayaknya. Daripada ngoceh gak karuan kesana kemari, cekidot resep yuk 👇👇

Bahan :
150 gr kerupuk bawang
2 batang daun bawang, iris tipis
10 biji (lebih juga boleh) cabe rawit merah, iris tipis
1 sdm bubuk kari, larutkan dalam 3 sdm air
5 butir bakso, potong sesuai selera
5 batang sosis, potong setebal 1cm
4 batang sawi hijau, potong 4-5 cm
2 lembar kol/kubis, potong kasar
400 ml kaldu ayam kuning
2 butir telur, kocok asal rata
½ sdt garam
¼ sdt gula pasir
Sejumput merica bubuk
Mentimun, potong dadu

Bumbu tumbuk :
5 butir bawang merah
2 siung bawang putih
2 cm kencur
2 butir kemiri

Cara membuat :
1. Rebus kerupuk secara terpisah menggunakan air secukupnya sampai matang. Angkat dan tiriskan. Sisihkan.

2. Panaskan sedikit minyak, tumis bumbu tumbuk sampai matang dan garing supaya tidak langu. Menyusul daun bawang dan cabe iris. Tumis sampai layu (hati-hati kalo bersin yah hahahah....)

3. Masukkan larutan kari. Tumis sampai mendidih. Menyusul kaldu ayam kuning. Rebus sampai mendidih. Beri garam, gula dan merica. Koreksi rasa.

4. Jika sudah pas rasa kuahnya masukkan kerupuk rebus, bakso dan sosis

5. Menyusul telur kocok. Aduk sampai berserabut dan telur matang. Terakhir masukkan sawi dan kol, aduk sebentar. Matikan api. Sajikan hangat bersama mentimun.



وَالْاَرْضَ وَضَعَهَا  لِلْاَنَامِ
"Dan bumi telah dibentangkan-Nya untuk makhluk(-Nya),"
(QS. Ar-Rahman: Ayat 10)

فِيْهَا فَاكِهَةٌ وَّالنَّخْلُ ذَاتُ الْاَكْمَامِ 
"di dalamnya ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang,"
(QS. Ar-Rahman: Ayat 11)

وَالْحَبُّ ذُو الْعَصْفِ وَالرَّيْحَانُ
"dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya."
(QS. Ar-Rahman: Ayat 12)

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"
(QS. Ar-Rahman: Ayat 13)

* Via Al-Qur'an Muslimah https://goo.gl/hWQsvK

Telur Dadar Isi Sayur Sup

Assalamu'alaykum


Bingung nggak dengan judul di atas ? Judul itu dibuat dalam rangka memanfaatkan sisa sayur sup yang nggak habis gituuu.... kan kemarin habis bikin sup bihun dan nggak habis karena anak saya pulang sekolah dilanjut kerja kelompok sampai malam. Daripada kebuang mending dimanfaatkan yes. Caranya sisa sup yang ada dipisah antara isi dan kuahnya. Nah isian ini yang dipakai untuk telur dadarnya. Gampil kan. Gimana, saya tergolong emak cerdas kan hahahaha......ups belagu 😁😁😁

Bahan :
Sisa sayur sup secukupnya,
2-3 butir telur
Garam dan lada bubuk secukupnya

Cara membuat :
1. Pisahkan isian sup dan airnya. Ambil isinya saja, tiriskan.

2. Pecahkan telur di mangkuk, beri garam dan lada secukupnya. Kocok menggunakan garpu. Masukkan isian/sayur supnya, aduk rata.

3. Panaskan minyak goreng secukupnya di atas wajan, tuang telur ke atasnya. Masak menggunakan api kecil sampai bawahnya kecoklatan. Balik sekali dan masak sampai kedua sisi kecoklatan. Angkat, sajikan.


Kari Telur Ceplok

Assalamu'alaykum


Sudah lebih dari 10 hari Idul Fitri berakhir. Ketika saya ke pasar komplek, ternyata masih sepi. Baru beberapa orang penjual sayur yang berjualan. Jenjs sayur yang dijual pun masih terbatas. Saya malah bingung mau masak apa karena variasi sayur belum banyak. Setelah kemarin kemarin masak sup, capcay, mie goreng atau sayur asem, saya memutuskan untuk masak lauk saja. Segera saja ke tukang telur langganan. Niat hati mau bikin ceplok telur. Dan teringat masih punya stok bubuk kari dari Batam sono. Berasa gak nih yang kirim bumbunya hihihi.... Jadi telur ceploknya dimasak kari saja. Cara masaknya gampil ala DapurManis. Resep sederhana dan murah meriah selalu jadi pilihan saya dalam memasak. Yuk capcus.

Bahan :
6 butir telur
600 ml santan dari 1/2 butir kelapa
1 1/2 sendok teh garam
3/4 sendok teh gula pasir
2 sendok teh air asam
1 sdm bubuk kari
2 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu halus :
6 butir bawang merah
5 siung bawang putih
4 butir kemiri, disangrai
1 cm kunyit, dimemarkan

Cara membuat:
1. Panaskan minyak. Ceplok telur satu per satu. Sisihkan.

2. Tumis bumbu halus sampai harum. Tambahkan telur. Aduk rata sampai terbalut bumbu.

3. Masukkan santan, garam, gula pasir, air asam, dan bumbu kari. Masak sampai santan sedikit menyusut.


Pempek Rebon

Assalamu'alaykum


Beberapa waktu yang lalu saya diundang pengajian untuk calon pengantin. Kebetulan yang empunya hajatan adalah orang Palembang. Di sana, kami ibu-ibu pengajian, disuguh makanan yang salah satunya adalah pempek. Pempek yang disajikan adalah pempek ikan (berasa ikannya tapi gak tau pakai ikan apaan). Bentuk pempek ini tidak seperti yang dijual pada umumnya seperti lenjer atau kapal selam. Tapi berbentuk bola-bola kecil dengan bentuk tidak beraturan. Pempek ini ada yang digoreng atau cukup direbus saja. Saya jadi kepingin nih bikin pempek model begini. Dan gak tau apa namanya pempek yang bulet-bulet ini. Kedipin mb Monica di Batam duyu aahh hihihi.....Tapi saya gak punya ikan di rumah. Sementara emak udah napsu banget sama pempek. Akhirnya memberdayakan rebon di kulkas. Resepnya adaptasi dari Pempek Dos. Setelah matang enak deh gak kalah sama pempek ikan. Kenapa ya gak dari dulu bikin pempek rebon sih hihihi.... Dari segi rasa orang rumah demen dengan pempek yang digoreng sebelum disajikan. Kalo saya, suka semuanya hahahah.....yang digoreng rasanya lebih gurih tapi rasa rebon jadi samar-samar. Kalo yang direbus malah lebih berasa rebonnya. Tidak sealot yang digoreng. Ya iya wong namanya juga direbus. Tapi keduanya tetep enak deh. Nah sebelum saya ngelantur kesana kemari, mending cekidot resepnya yuk.

Bahan:
700 ml air
1 sdm garam
4 sdm rebon
250 gram terigu serba guna
2 butir telur
400 gram tepung tapioka/aci/ kanji
Extra tapioka untuk taburan

Bahan kuah cuko :
500 ml air
200 gr gula merah, disisir
100 gr gula pasir
100 ml air asam jawa

Bumbu yang dihaluskan untuk kuah cuko (saya pakai blender) :
8 siung bawang putih beserta kulitnya
5 bh cabe rawit merah
5 bh cabe merah keriting
1/2 sdm garam

Cara membuat :
1. Kuah cuko : Dalam sebuah panci masukkan air, gula merah, gula pasir, air asam dan bumbu halus. Rebus sampai mendidih. Cicip rasanya. Jika kurang, bisa ditambah gula dan cuka. Angkat dan saring. Buang ampasnya. Sisihkan.

2. Siapkan blender bersih masukkan rebon dan garam. Tuangi air secukupnya (ambil dari 700 ml) asal blender bisa berputar. Proses sampai halus.

3. Siapkan panci, masukkan larutan rebon dan sisa air, rebus hingga air mendidih, aduk hingga bahan larut. Kecilkan api kompor, tambahkan tepung terigu, aduk cepat dengan menggunakan spatula kayu.

4. Aduk hingga adonan kalis dan matang. Lakukan dengan cepat karena adonan cepat mengeras dan gosong. Angkat dan biarkan hingga dingin.

5. Tuangkan adonan rebon+tepung yang telah dingin ke dalam mangkuk tambahkan telur kemudian uleni. Uleni asal rata saja.

6. Tambahkan tepung tapioka/kanji sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga adonan rata. Jangan terlalu lama mengulen supaya hasilnya tidak keras. Hasil akhir sedikit lengket.

7. Siapkan air dalam panci cukup banyak. Didihkan.

8. Lumuri tangan dengan tapioka, ambil adonan sebesar bola pingpong. Segera masukkan ke dalam air mendidih, rebus hingga mengapung. Setelah mengapung lanjutkan merebus 5-10 menit supaya matang sampai ke dalam.  Tiriskan. Lakukan sampai adonan habis. Dinginkan.

9. Goreng pempek dalam minyak panas hingga permukaannya sedikit kecoklatan, angkat dan tiriskan. Sajikan bersama kuah cuko.



اللّٰهُ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۙ  الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ

"Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Maha Hidup, Yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya)."
(QS. Ali 'Imran: Ayat 2)

* Via Al-Qur'an Muslimah https://goo.gl/hWQsvK