Halaman

Minggu, 24 Mei 2015

Lempeng Pisang

Assalamualaykum


Salah satu cemilan yang kepingin dibuat sejak dulu kala akhirnya bisa dieksekusi juga.
Cemilan tradisional yang konon berasal dari kalimantan ini sungguh membuat saya ngiler. Apalagi bahan bakunya yang terdiri dari pisang yang bisa membuat saya kemecer berat. Beruntunglah saya ketika mampir ke pasar tradisional sebelum jemput anak sekolah, ketemu pisang raja. Akhirnya pisang ini masuk ke keranjang belanja dan hari Sabtu kemarin saya bikin lempeng. Resep lempeng ini sangat mudah. Bahan adonan yang terdiri dari terigu, telur, pisang dan susu cair dituang ke atas pan datar kemudian ditata pisang iris di atasnya. Supaya rapi lempeng saya cetak di atas cetakan kue lumpur. Barulah ketika dibalik saya pindah ke atas teflon supaya nggak lengket. Tau sendiri jika pisang mengandung gula yang tinggi, sehingga ketika dibalik di dalam cetakan, lengket dan agak susah dikeluarkan. Liat saja pic saya yang pisangnya agak hitam kecoklatan, itu karena lengket di dalam cetakan. Setelah batch kedua dan seterusnya, lempeng saya panggang di teflon dengan posisi dibalik. Sayangnya pisang yang saya pake untuk hiasan kurang jumlahnya karena setelah saya cek,  satu sisir pisang ini sudah berkurang dimakan orang rumah. Sisa lempeng yang dipanggang akhirnya saya taburi coklat meises. Enak lho lempeng pisang pake meises. Tapi lempeng bertabur meises ini manggangnya tidak perlu dibalik ya supaya tidak hangus meisesnya. Cukup dipanggang dengan api keciiiiiilllll sampai matang dan kering permukannya.



Bahan :
250 gr terigu serbaguana
3/4 sdt baking powder
3 sdm gula pasir
1/4 sdt garam
1 butir telur utuh
150 gr pisang raja, lumatkan kasar menggunakan garpu
275 ml susu cair
5-6 bh pisang raja, iris bulat untuk hiasan
coklat meises secukupnya

Cara membuat :
  1. Dalam wadah besar campur terigu, baking powder, gula dan garam, aduk rata. Masukkan telur dan pisang lumat. Aduk menggunakan whisker sambil dituangi susu cair sampai rata. Sisihkan.
  2. Panaskan cetakan kue lumpur, olesi sedikit minyak/margarin. Setelah panas tuangkan adonan hingga setengah tinggi cetakan. Tata pisang iris di atasnya. Tutup cetakan dan panggang menggunakan api kecil sampai matang.
  3. Jika permukaannya masih agak basah, sediakan wajan teflon datar disamping cetakan kue lumpur untuk memanggang lempeng pisang dalam posisi dibalik sampai kuning kecoklatan.



10 komentar:

  1. unik juga namanya lemper, saudaranya lemper hehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hadeh typo,lempeng...

      Hapus
    2. yuk bikin pake teflon aja. Kalo teflon pasti punya di rumah

      Hapus
  2. waah... sekilas mirip lumpur pisang ya Mbak... tapi beda bahan...hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo di rumah pada bilang bakwan pisang hehe...lha bahannya sama dengan bakwan meski pake pisang

      Hapus
  3. saya jadi ingat masa kecil mbak rina karena dulu sering banget buat lempeng pisang ini waktu kecil, kalo mamak saya mungkin bahannya agak simpel dan waktu memasaknya diwajan yang dilapisi dengan daun pisang walaupun agak gosong-gosong sedikit plus diatasnya ditaburi gula hmm enak banget sayang udah lama banget saya tak pernah lagi makan lempeng pisang ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. masakan ibu selalu enak rasanya dan bikin kangen ya meski sesederhana apapun. Kalo lempengnya dilapis daun pisang pasti lebih wangi rasanya. Jadi ngiler bayanginnya

      Hapus
  4. Kalau sy biasax pake teflon mbak trus dikasi mentega sedikit dicetak pake sendok makan jd hasilx kecil2 jd cpt matangx...

    BalasHapus
    Balasan
    1. jadi kayak ancake gitu ya. Thankyou buat pencerahannya

      Hapus

Dikarenakan banyaknya komentar yang tidak pantas atau link "titipan" yang muncul di komentar, maka setiap komentar yang masuk akan saya seleksi. Hanya komentar yang sekiranya pantas, sopan dan tidak mengandung kekerasan yang akan tampil di komentar. Link jualan obat atau promo produk juga akan dihapus. Terimakasih atas perhatian anda yang telah mengunjungi dan meninggalkan komentar manis di DapurManis. Saya menghargainya sebagaimana apresiasi anda terhadap blog ini.