Halaman

Minggu, 01 Juni 2014

Prol Pisang Tabur Cokelat

Assalamualaykum


Ketika belanja di tukang sayur ada sesisir pisang kepok kuning yang besar. Langsung deh lafar mata dan saya ambil saja.
Sewaktu tanya harganya, oleh penjualnya cuma dihargai 7 ribu saja. Senengnya dapat pisang kepok kuning murah. Pisang kepok ini adalah favorit alm ibu saya. Daripada pisang raja ibu lebih suka pisang kepok kuning karena pisang raja kadang sepet jika belum matang benar atau belum tua. Pisang kepok ada dua macam ya, kepok putih dan kuning. Secara fisik saya tidak bisa bedain, tapi kalo dimakan baru deh tau rasanya. Kepok kuning itu manis dan nggak sepet serta kesat dagingnya. Jika kepok putih biasanya asem dan lembek meski sudah matang bener. Di Solo kepok putih sering dipake untuk makanan burung. Kepok putih disebut juga gedang gablog. Gablog lho bukan goblog, hihi.... Dulu saya kadang disuruh beli di pasar Depok, pasar khusus burung, untuk sekedar beli makanan burung piaraan bapak. Harganya murah banget cuma seribu duaribu sesisir. Saking ngefans sama kepok kuning ibu sampe nyuruh orang untuk cari bibit kepok kuning supaya bisa ditanam di kebon sebelah rumah. Dan akhirnya kami sekeluarga sering sekali menikmati kepok kuning hasil nanam sendiri. Biasanya digoreng atau dikolak sesuai selera ibu. Setelah kemarin dapat kepok kuning ini saya malah bingung mau dibuat apa gitu. Kalo digoreng atau dikolak saya ogah karena bosen. Akhirnya buka Tabloid KOKI dan kecantol dengan resep Prol Pisang Coklat. Segera merasa sreg dengan resepnya. Tapi bagaimanapun tetap saya modif ya sesuai bahan di rumah. Hasilnya enak. Pisang banget.


Bahan :
150 ml santan dari 1/4 butir kelapa
50 gr margarin
500 gr pisang kepok kuning tanpa kulit (bisa diganti pake pisang uli/raja/tanduk)
75 gr gula pasir
1 butir telur
3 sdm munjung tepung terigu
2 sdm susu bubuk
2 sdm munjung tepung tapioka/aci/kanji
50 gr coklat meises/choco rice

Cara membuat :
  1. Rebus santan sampai mendidih sambil diaduk-aduk supaya tidak pecah. Matikan api dan masukkan margarin, aduk sampai margarin meleleh. Biarkan dingin.
  2. Panaskan oven dengan suhu 180°C. Siapkan loyang ukuran 20x20cm, alasi kertas roti dan olesi margarin. Sishkan.
  3. Dalam wadah besar haluskan pisang menggunakan garpu. Kasar saja tidak perlu terlalu halus. Masukkan gula, telur, terigu, susu bubuk dan tapioka. Aduk rata.
  4. Tuangkan santan+margarin ke dalamnya dan aduk sampai rata. Adonan yang terbentuk kental dan agak pekat.
  5. Masukkan ke dalam loyang dan ratakan. Taburkan coklat meises. Panggang selama 50-60 menit sampai pinggirnya kuning kecoklata. Keluarkan dari oven dan dinginkan.


8 komentar:

  1. akkkkk....mau...mau....pokoknya mau mbak..... ngiler tahap dewa

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo dicomot picnya. Udah habis ini hehe...

      Hapus
    2. Assalamualaikum mba rina...mw nanya ni, klo g pake telur bsa jadi g kuenya? Salam kenal, Lina

      Hapus
    3. Lina : waalaykumsalam. Salam kenal juga.
      Kalo nggak pake telur, tepung tapiokanya ditambah jadi 3 sdm. Tapi hasilnya nanti agak kenyal ya.

      Hapus
  2. Mbak, boleh ya dicoba? kayaknya pisangnya kerasa banget. salam kenal. anisa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal juga. silakan dicoba. Ini rasanya memang pisang banget kok. Pastikan pilih pisang yang manis ya supaya hasilnya enak.

      Hapus
  3. assalamualaikum mba,saya udah coba rasanya pisang banget,tapi kue saya kok lembek ya mba? dipanggang ampir 80 menit,,apa terigunya kurang? saya nakarnya pake sendok takar dan dibikin munjung mba,makasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaykumussalam.
      kalo dipanggang selama itu dan masih lembek, seting suhunya sudah benar ? Tidak terlalu rendah ? jangan-jangan thermometernya bermasalah ? Kalo suhu sudah benar, dipanggang selama 80 menit bisa gosong lho hehe....Perhatikan foto di atas, bukankah pinggirnya keliatan coklat keemasan ? Biasanya itu pertanda sudah matang. Jika pinggirnya kecoklatan tapi bagian dalam masih mentah, artinya suhunya ketinggian.
      Kalo dilihat dari tekstur prolnya mirip dengan foto di atas,berarti sudah bener. Tapi kalo masih lembek, lengket dan berasa mentah ketika dimakan berarti belum matang.
      Jangan patah arang, coba lagi ya. Good luck...

      Hapus

Dikarenakan banyaknya komentar yang tidak pantas atau link "titipan" yang muncul di komentar, maka setiap komentar yang masuk akan saya seleksi. Hanya komentar yang sekiranya pantas, sopan dan tidak mengandung kekerasan yang akan tampil di komentar. Link jualan obat atau promo produk juga akan dihapus. Terimakasih atas perhatian anda yang telah mengunjungi dan meninggalkan komentar manis di DapurManis. Saya menghargainya sebagaimana apresiasi anda terhadap blog ini.