Laman

Jumat, 07 Februari 2014

Cake Kukus Pisang dan Choco Rice

Assalamualaykum


Jangan eneg dengan postingan saya yang berbau pisang terus ya, hihi... Ini karena di rumah semua doyan pisang.
Apalagi kalo saya ke pasar induk yang jaraknya tidak jauh dari rumah. Kadang di waktu sore ketika jemput anak sekolah, saya menyempatkan diri mampir ke sana untuk sekedar beli pisang, tahu atau tempe. Karena namanya pasar induk, pilihan jadi lebih banyak daripada pasar yang ada di dalam komplek. Ya iya wong bakul pasar di komplek kulakan/belanja di pasar itu juga kok. Salah satu belanjaan favorit saya adalah pisang. Biasanya pisang ambon atau pisang uli. Satu sisir pisang ambon hanya dihargai 5 ribu saja. Itu kualitas sedang. Jika bagus, harganya 7 ribu. Jika sudah ada yang kulitnya sedikit kehitaman alias sedikit bonyok, 7 ribu bisa dapat 2 sisir, padahal satu sisir bisa berisi 15 buah pisang. Gimana nggak mblenger yang ngabisin coba ? Makanya karena suka serakah beli pisang ya begini ini akibatnya. Akhirnya orang di rumah sering saya cekoki cake pisang buatan saya. Yang kena efek cekokan nggak cuma orang rumah, tetangga sekitar juga kena tuh. Biasanya ibu-ibu yang belanja sayur di pertigaaan dekat rumah yang sering kena cekokan cake buatan saya. Dan beliau-beliau itu happy-happy saja. Malah kalo ketemu sering bilang, "ayo bikin kue lagi dong, ntar dibagi sama kita-kita ..."



Oleh karena itulah kali ini saya bikin cake pisang dari blognya mba Endang karena naksir dengan resepnya. Seingat saya, perasaan belum pernah bikin cake pisang kukus. Kayaknya dioven semua deh (nggak ngecek label dulu di side bar kanan. Males). Tapi seperti kebiasaan saya, ada bahan yang saya ganti disini, contohnya yoghurt. Susu cair dan yoghurt yang ada dalam resep saya ganti homemade buttermilk. Choco chips kebetulan juga sudah minim dan kurang layak jika dimasukkan dalam adonan karena tinggal 1 sdm. Karenanya saya gantilah dengan choco rice alias coklat meises/coklat beras. Pisang juga saya tambah, dari 250 gr jadi 380 gr. Wuih banyak amat. Iya, biar pisangnya benar-benar terasa. Dan hasilnya. pisang banget ! Proses pembuatannya gampil karena cuma pake spatula/whisker aja. Step by step pembuatan ada kok di blognya mb Endang. Jadi tunggu apalagi. Bikin yuk...
Buat mb Endang makasih ya resepnya. Enak lho. Tapi maaf sudah diobrak-abrik komposisi dan bahannya, heheheee....


Cake Kukus Pisang dan Choco Rice
Sumber : Mba Endang- JTT

Bahan:

  • 9 bh (+-380 gram) pisang ambon, lumatkan dengan
    garpu - jangan diblender
     
  • 250 gram tepung terigu serba guna
  • 2 sendok teh baking powder double acting, pastikan berkualitas baik dan masih fresh (saya pake 1 sdt)
  • 1 sendok teh baking soda   
  • 1/2 sendok teh garam 
  • 150 gram gula pasir 
  • 250 ml homemade buttermilk (250 ml susu cair hangat + 1 sdm cuka/air jeruk nipis/lemon) 
  • 2 butir telur ayam, kocok lepas 
  • 100 ml minyak sayur
  • 150 gram choco rice/meises/coklat beras
Cara membuat :
  1. Siapkan loyang ring diameter 22cm tinggi 10cm,  olesi dengan mentega dan taburi tepung terigu pada permukaannya. Sisihkan. Panaskan kukusan supaya mendidih airnya.
  2. Siapkan mangkuk, campur dan ayak tepung terigu, baking powder, baking soda dan garam. Sisihkan. 
  3. Siapkan mangkuk yang besar, masukkan pisang yang telah dihaluskan. Tambahkan ayakan tepung terigu ke dalam pisang, aduk rata menggunakan spatula. Tambahkan gula pasir, aduk-aduk. Masukkan telur kocok dan buttermilk, aduk seperlunya hanya agar tercampur saja. 
  4. Tuangkan minyak sayur ke dalam adonan, aduk rata. Minyak suka sekali mengendap di dasar adonan karena itu pastikan spatula menyentuh dasar mangkuk saat mengaduk adonan sehingga terangkat ke atas dan tercampur baik dengan adonan. Terakhir masukkan choco rice, aduk rata.
  5. Tuang ke dalam loyang dan kukus selama minimal 50 menit menggunakan api sedang. Tusuk dengan lidi untuk mengetahui tingkat kematangannya.  Setelah matang keluarkan dari kukusan dan biarkan selama 5 menit di dalam loyang. Setelah pinggir kue merenggang dari loyang, balik di atas rak dan dinginkan.


11 komentar:

  1. heummm,,enakk...suka banget sama cake pisang,harum aja,rasanya juga enak..*perasaan doyan semua makanan deh* hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. siapa sih yang bisa nolak kue pisang....

      Hapus
  2. waaaa.....pisang di sana kok murah banget mb...
    di tempatku sesisir 15 rb..... :(
    btw... bagus picnya mb..... ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. emang disini pisang murah dan ada sepanjang tahun. Harganya juga relatif stabil.
      Itu foto emang kebetulan pas moodnya bagus. Lumayan buat cuci mata, hehe.....

      Hapus
  3. bentar-bentar, lg membayangkan betapa senangnya jd tetangganya mba Rina...

    qiqiqiqiq.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo jadi tetanggaku biar kecipratan kue tiap saat...

      Hapus
  4. koyok e yummy banget.... anda share di fb tak kira baking , ternyata kukus ta mba rin... jajal panci anyar ah.... (nungguin kiriman pisang dari kakung) wkwkwkwk..... koyok opo enak e kue iki xixixi

    BalasHapus
    Balasan
    1. tempo hari ada yang laporan mencoba dioven dan hasilnya enak, bagus. Lembut di dalam garing di luar. Bikin kue yang asal ublek-ublek gini, bahan pengembang mesti kualitasnya harus bagus. Maksudnya daya kerjanya masih ok.
      Ayo buruan diperawani tuh panci barunya, hehe....

      Hapus
  5. Assalaamu'alaykum,
    Minta ijin utk copas ya Mbak, Rina
    Terimakasih banyak sdh sharing resep2nya. Semua menggiurkn, jadi kepingin mencobanya.
    God bless you!

    BalasHapus
    Balasan
    1. waalaykumsalam,
      beneran ya dicoba jangan copas doang, hehe...

      Hapus
  6. Saya sdh coba resepnya mbak pas matang kuenya mengembang eh pas bolak balik dapur liat di meja kok kuenya tambah nyusut hahahah usut punya usut mungkin cairan buttermilknya agak kebanyakan krn sy gak pake yogurt hehehe tp soal rasa enaaak gula sy kurangi krn pisang sdh manis..

    BalasHapus

Dikarenakan banyaknya komentar yang tidak pantas atau link "titipan" yang muncul di komentar, maka setiap komentar yang masuk akan saya seleksi. Hanya komentar yang sekiranya pantas, sopan dan tidak mengandung kekerasan yang akan tampil di komentar. Link jualan obat atau promo produk juga akan dihapus. Terimakasih atas perhatian anda yang telah mengunjungi dan meninggalkan komentar manis di DapurManis. Saya menghargainya sebagaimana apresiasi anda terhadap blog ini.