Halaman

Rabu, 29 Januari 2014

Meniran

Assalamualaykum


Jaman saya masih SD di Solo dulu, ada seorang tetangga yang jualan bubur sumsum, sagu mutiara dan meniran dengan berkeliling.
Meniran adalah salah satu snack tradisional yang telah langka. Mirip dengan arem-arem tapi tanpa isi. Terbuat dari beras pecah, sisa hasil menumbuk padi. Jadul jika menumbuk padi, beras yang utuh dijadikan nasi sedang beras pecah biasanya dijadikan makanan ayam. Tapi ternyata bisa dijadikan makanan kecil yang enak juga. Meniran yang dijual tetangga saya waktu itu sangat enak. Berasnya pulen dengan rasa gurih dari santan yang cukup kuat. Selang beberapa tahun kemudian tetangga saya ini tidak jualan keliling lagi, tapi jualan di rumah, sedangkan letak rumahnya pun saya tidak tau. Sejak saat itu saya tidak pernah menikmati meniran lagi. Mencari orang yang jual meniran juga sudah cukup sulit.

Oleh karena itulah saya kepingin banget bikin meniran ini dalam rangka mengobati rasa kangen. Bahan yang digunakan cukup sederhana hanya beras, santan dan garam. Untuk mencari beras menir tentu sangat sulit sekarang ini. Jadi berasnya ditumbuk kasar atau masukkan ke dalam food processor atau dry mill untuk mendapatkan beras pecah. Tapi di foto saya ini butiran beras utuh masih keliatan karena kebanyakan yang masukin ke dalam dry mil, sehingga tidak bisa tergiling semua, huehehehe......Setelah itu beras diaroni dengan santan untuk selanjutnya diletakkan di atas daun pisang dan dituangi santan kental sebelum dibungkus. Setelah dibungkus langsung dikukus sampai matang. Untuk menikmati meniran ini lebih enak dalam kondisi dingin, jangan panas. Jika panas, rasa gurih dari santan tidak akan terasa. Jika ada sisa meniran, sebaiknya masukkan ke dalam kulkas supaya tidak basi. Keesokan harinya dikukus sampai panas (+-30 menit). setelah dingin bisa dinikmati kembali. Rasanya lebih enak yang sudah nginep karena santan lebih meresap dan aroma daun pisang lebih wangi.



Bahan areh/santan kental :
  • 400 ml santan dari 3/4 butir kelapa
  • 1/2 sdt garam
Bahan meniran :
  • 250 gr beras Pure Green
  • 500 ml santan encer dari 1/4 butir kelapa
  • 1/3 sdt garam
  • 3 lembar daun pandan, dipotong potong
  • daun pisang secukupnya 
Cara membuat :
  1. Rebus bahan areh sambil diaduk-aduk supaya tidak pecah. Setelah mendidih matikan api dan sisihkan.
  2. Masukkan beras Pure Green di dalam food processor/dry mil, proses hingga beras jadi pecah-pecah (hancurkan kasar).
  3. Rebus santan encer dan garam sampai mendidih, masukkan beras pecah dan masak sampai santan mengering. Matikan api.
  4. Ambil daun pisang, beri sepotong daun pandan, letakkan 2 sdm beras aron. Tuangi 1 sendok sayur santan kental. Bungkus bentuk tum dan semat dengan lidi. Lakukan sampai semua bahan habis.
  5. Kukus dalam dandang panas selama 30 menit. Angkat dan dinginkan.
Hasil : 12 bungkus

12 komentar:

  1. Keren Rinn...masukin aja ke IDFB tantangan 14 yaahh...makasih udah ikutan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. ok mbak Elsye. Segera laksanakan.....

      Hapus
  2. ladzizzz.....belum pernah nyoba saya mbk,lempar ke Siaklahhh :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. boleh, masih ada 3 bungkus tuh di meja makan. Dan ternyata lebih enak yang udah nginep, pesis dengan yang aku beli jaman SD dulu.

      Hapus
  3. Salam kenal di dapur manis.. saya singgah sini langsung ya..
    meniran buat kali pertama saya nampak ni.. boleh tahan berapa lama meniran ni? basi atau kena simpan lama?

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal juga...
      meniran ini hanya tahan 2 hari itu pun sebaiknya disimpan dalam lemari es. Jika lebih dari itu mulai berubah tekstur dan juga aromanya, karena mengandung santan. Moga bisa membantu ya...

      Hapus
  4. "...sebagian kesenangan terpenting di dalam keluarga adalah masakan seorang ibu. Cerita tentang masakan ibu akan dikenang terus oleh anak-anaknya, bahkan ketika seorang ibu sudah meninggal. Kamu yang menguasai keluarga. Ciptakan legendamu di sana...!" Para Pencari Tuhan,SCTV.

    Subhanallah…

    Makasi partisipasinya di Challenge #14 IDFB ya Mba..:-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hiyaaa....dapat kunjungan dari bu Admin, senengnyaaaaa mb Anne....
      awalnya nggak pede deh ikut challenge bersama para senior. Tapi modal nekat aja, heheheee....

      Hapus
  5. waaaa.....aku mau ikutan...tp nggak ada waktu ..... :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. masih ada waktu, hari ini dan besok. Ayo buruaaaaannnn.....

      Hapus
  6. Rin..x pernh mkn nie..mcmna rasanya tu..indonesia mmg kaya dgn plbagai resepi kn.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jika dibandingkan lontong, rasanya jauh ya. Jika lontong kenyal dan padat, kalo meniran ini rasanya seperti makan nasi tapi gurih, wangi dan pulen. Apa ya pulen tu tuk bhs melayu, heheee....

      Hapus

Dikarenakan banyaknya komentar yang tidak pantas atau link "titipan" yang muncul di komentar, maka setiap komentar yang masuk akan saya seleksi. Hanya komentar yang sekiranya pantas, sopan dan tidak mengandung kekerasan yang akan tampil di komentar. Link jualan obat atau promo produk juga akan dihapus. Terimakasih atas perhatian anda yang telah mengunjungi dan meninggalkan komentar manis di DapurManis. Saya menghargainya sebagaimana apresiasi anda terhadap blog ini.