Halaman

Minggu, 11 Oktober 2015

Kue Lumpur Ubi Ungu

Assalamualaykum


Masih punya ubi ungu beku di freezer nih. Selain itu ada santan beku juga. Karena kangen dengan kue lumpur, akhirnya diputuskan untuk bikin aja.
Apalagi hari Sabtu kemarin anak saya libur sehari setelah UTS (Ujian Tengah Semester). Pas deh karena bisa bantuin ibunya bikin kue lumpur. Kue lumpur ini masih menggunakan resep yang dulu. Saya menyukai adonan kue lumpur yang menggunakan metode perebusan dulu, karena lebih lembut menurut saya. Tapi ini subyektif ya, tidak semua orang berpendapat sama. Semua ubi beku saya keluarkan, dan setelah ditimbang saya habiskan untuk membuat kue lumpur ini. Hasilnya adalah kue lumpur yang tidak terlalu manis. Jika suka manis, silakan ditambah gula atau susu kental manisnya. Untuk toping, sebagian menggunakan kismis atau keju cheddar supaya ada gurih-gurihnya.  Klop deh, snack manis gurih sebagai pendamping minum teh sambil nonton tivi.


Kue Lumpur Ubi Ungu
Sumber : Kue Lumpur Ubi
Modif : Rina Audie

Bahan :
500 ml santan dari 1 butir kelapa
1 lbr daun pandan
2 lbr daun jeruk, sobek-sobek
200 ml air
100 gr gula pasir
50 gr margarin
150 gr tepung terigu
2 butir telur ayam
450 gr ubi ungu, kukus
50 ml susu kental manis putih
kismis, secukupnya, rendam air panas sampai mengembang, tiriskan
keju chedar parut, secukupnya

Cara membuat :
  1. Rebus santan, daun pandan dan daun jeruk sambil diaduk-aduk supaya tidak pecah. Rebus sampai mendidih, biarkan dingin. Buang daun pandan dan daun jeruknya. Sisihkan.
  2. Rebus air, gula pasir dan margarin sampai mendidih, masukkan terigu sekaligus, aduk rata sampai mengkilat/bening dan adonan jadi menggumpal. Biarkan dingin. Sisihkan.
  3. Kupas ubi ungu. Haluskan ubi bersama santan dalam blender sampai halus, sisihkan.
  4. Ambil adonan terigu yang telah dingin, masukkan telur, kocok sampai rata. Menyusul ubi halus, kocok sampai rata. Tuangi susu kental manis, kocok kembali sampai rata dan adonan menjadi licin.
  5. Panaskan cetakan kue lumpur, olesi minyak. Tuangkan adonan sampai hampir penuh. Panggang menggunakan api yang kecil supaya bisa matang sampai ke dalam. Beri kismis atau keju parut, tutup sampai matang, lebih kurang 15-20 menit, dihitung sejak adonan dituang ke cetakan.
  6. Setelah permukaanya mengeras dan agak cekung/menciut, angkat kue lumpur menggunakan sodet kecil. Biarkan dingin, sajikan.
Hasil : 28 buah 
Note :
* hasil akhir adonan adalah kental tapi mudah dituang. Jika terlalu kental dan sulit untuk dimasukkan ke dalam cetakan menggunakan sendok sayur, tambahkan santan/air sekitar 50-75 ml kemudian aduk rata.

8 komentar:

  1. Assalamualaikum mba Rina :) Salam kenal ya mba, aku sudah lama follow blog mba Rina, suka dengan resep-resep dan foto-fotonya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. waalaykumsalam mbak Lys (btw namanya sama dengan kakak iparku. Aku kalo manggil mbak Lis juga hehe). Salam kenal juga. Senang rasanya kalo resep di sini disukai. Semoga bisa bermanfaat untuk mb Lys. Sukses terus yah

      Hapus
    2. Sukses selalu juga untuk mba Rina, salam juga buat Kakak ipar ya hehehe ..

      Hapus
  2. wah Rina, dari gambar tu nampaknya enak bangat kue lumpur ubi ungu
    harus di coba ni

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya kak. Ini kue lumpur lembut. Mirip seperti bingka tapi ukuran kecil

      Hapus
  3. Mba Rina, mau donk kue lumpurnya, aku belum pernah makan kue lumpur pake ubi ungu ini, ketok'e lezat ya...
    ternyata mba Rina punya banyak resep kue lumpur di sini, asik-asik....kapan2 tinggal nyontoh...
    tapi belum punya cetakannya....hiks...

    BalasHapus
    Balasan
    1. yoi mb monic. Soalnya di rumah pada demen kue lumpur makanya aku sering bikin

      Hapus

Dikarenakan banyaknya komentar yang tidak pantas atau link "titipan" yang muncul di komentar, maka setiap komentar yang masuk akan saya seleksi. Hanya komentar yang sekiranya pantas, sopan dan tidak mengandung kekerasan yang akan tampil di komentar. Link jualan obat atau promo produk juga akan dihapus. Terimakasih atas perhatian anda yang telah mengunjungi dan meninggalkan komentar manis di DapurManis. Saya menghargainya sebagaimana apresiasi anda terhadap blog ini.