Laman

Minggu, 21 Juni 2015

Sosis Solo Isi Ayam

Assalamualaykum


Apa kabar ? Bagaimana dengan puasanya ? Masih puasa kan ? Alhamdulillah jika masih puasa.
Begitu juga dengan saya yang alhamdulillah masih diberi kesempatan berpuasa pada tahun ini. Ngomong-ngomong cemilan apa saja yang disediakan ketika puasa? Jika puasa gini saya lebih banyak stok buah daripada cemilan cake atau snack lain. Tapi mendadak saya rindu Solo, kota favorit saya (hampir 3 tahun terakhir saya nggak mudik, huhu...). Jika dihitung, tujuh tahun sudah saya tinggal di Ciledug dan meninggalkan kota tercinta Solo. Saya lahir, besar dan menyelesaikan sekolah sampai D3 (diploma 3) di Solo semua. Setelah menikah saya ikut suami yang bekerja di Ciledug. Selama di Ciledug saya sering rindu snack dari sana. Salah satunya sosis. Jika di Solo kita menyebut sosis, ya identik dengan sosis isi daging dengan kulit terigu. Karena hari ini rindu akan sosis, saya bikin sosis aja tapi berisi daging ayam. Resep saya contek dari tabloid Saji ya dengan penyesuaian di sana sini. Konon sosis ini tercipta waktu jaman penjajahan Belanda dulu. Para tuan dan nyonya Belanda yang biasa menyantap sosis ala negeri mereka, bikin ngences para pembantu di rumah gedong (rumah besar milik para tuan dan nyonya itu). Dari sinilah mereka mencoba membuat cemilan yang mirip-mirip dengan sosis yang dimakan ndoro tuan mereka. Akhirnya terciptalah sosis Solo ini dan diakui bahwa sosis dengan bentuk seperti ini identik dengan Sosis Solo. Hebat deh....


Sosis Solo Isi Ayam
Sumber : Tabloid Saji
Modif : Rina Audie

Bahan kulit :
100 gr terigu
2 butir telur utuh
1/2 sdt garam
350 ml santan dari 1/2 butir kelapa
2 butir telur, kocok lepas untuk pelapis

Bahan isi :
250 gr daging ayam tanpa tulang
2 lbr daun salam
1/2 sdt garam halus
1/4 sdt merica bubuk
1 sdt gula pasir
175 ml santan dari 1/4 butir kelapa
2 butir telur, kocok lepas

Bumbu halus :
1/8 sdt jintan
1 butir kemiri
3 butir bawang merah
3 siung bawang putih
1/2 sdt ketumbar

Cara membuat :
  1. Isi : tumis bumbu halus sampai wangi, masukkan daun salam. Masukkan daging ayam, aduk sampai berubah warna. Beri garam, gula, merica dan santan, aduk rata. Tambahkan telur kocok, aduk rata. Masak sampai matang, meresap dan santan habis. Angkat dan sisihkan.
  2. Kulit : aduk rata terigu, telur, garam, tuangi santan sedikit demi sedikit sampai licin. Buat dadar tipis di atas wajan anti lengket. Lakukan sampai adonan habis, sisihkan.
  3. Ambil selembar kulit dadar, beri isi. Lipat sisi kanan dan kiri ke tengah, kemudian gulung. Lakukan sampai adonan habis.
  4. Panaskan minyak cukup banyak, celupkan sosis ke dalam telur kocok, goreng sampai kuning kecoklatan.

Jika akan pergi ke Solo otomatis kita butuh alat transportasi kan untuk jalan-jalan ke sana. Untuk transportasi ini saya butuh mobil yang sesuai dengan kebutuhan. Mobil Toyota Agya misalnya. Dilihat dari bentuknya yang cekli (Jawa : mungil dan menarik) sangat cocok untuk jalan-jalan ke dalam maupun luar kota. Dengan mobil yang mungil dan keliatan gesit agresif pasti sangatlah menyenangkan bisa mengendarainya. Keliatan nih mobil, pasti doyan diajak jalan. Apalagi warna yang disediakan sangatlah beragam. Putih, biru, merah, hitam, silver dan masih banyak lagi. Seandainya disuruh milih ( emang ada yang suruh milih ??? ) saya pilih silver aja deh. Kenapa ? Karena kalo kotor dikit nggak keliatan hihi...ketauan malesnya ini mah. Apalagi Solo tergolong kota kecil, pastinya akan sangat nyaman berkendara dengan Toyota Agya. Sehari bisa jalan dari ujung barat sampai timur. Dijamin puas jika bisa mentok muter-muter kota Solo.

10 komentar:

  1. mbikin ngileer Mbak... asli kepengen ...
    #comot sepiring :)))

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya um enak banget, comat comot satu dua biji berasa kurang hihi...

      Hapus
  2. Saya bukan penggemar sosis solo, tapi melihat gambar ini jadi pengen ikutan bikin juga... :))

    *numpang mampir

    BalasHapus
  3. Wah, Mbak Rina orang Solo, ya? Saya juga. Mbak, tahu enggak toko bahan kue yang lengkap di Solo di mana? Terima kasih.

    Yenni

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya asli dari Solo.
      Coba ke Pasar Gede di toko Dua Satu. Aku kalo mudik suka ke sana meski kadang cuma liat doang. Di sana ada loyang juga. Terus dekat bank BRI ada juga tuh. Di sekitar situ ada 3-4 toko kayaknya, tapi aku lupa nama toko yang lainnya itu.

      Hapus
    2. ooo... oke, Mbak. Terima kasih infonya. :)

      Hapus
    3. sama-sama. Met hunting ya

      Hapus
  4. Mbk aku klo buat sosis solo suka susah gorengnya, suka menggelembung disatu sisi gitu ga bisa dibalik alhasil sosisku gosong sebelah dan bagian yg lain msh kuning. Minta tipsnya dong mbak biar bisa sukses gorengnya kyk pny mbk Rina cantik bgt. Jazakallah

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin yang ngebungkus kulitnya terlalu rapat/ketat sehingga ketika digoreng jadi menggembung dan pecah. Tapi jika sudah dilonggarin ketika membungkus dan masih menggembung apinya dikecilin aja.Ntar pelan-pelan juga kempes. Trus kalo gosong biasanya apinya kegedean itu. Goreng sosis gini harus pake minyak banyak (deep fry) biar panasnya merata.

      Hapus

Dikarenakan banyaknya komentar yang tidak pantas atau link "titipan" yang muncul di komentar, maka setiap komentar yang masuk akan saya seleksi. Hanya komentar yang sekiranya pantas, sopan dan tidak mengandung kekerasan yang akan tampil di komentar. Link jualan obat atau promo produk juga akan dihapus. Terimakasih atas perhatian anda yang telah mengunjungi dan meninggalkan komentar manis di DapurManis. Saya menghargainya sebagaimana apresiasi anda terhadap blog ini.