Laman

Senin, 04 Mei 2015

Eggless Chocolate Cake...Retaaaakkkk....

Assalamualaykum


Beberapa waktu lamanya saya nggak bikin eggless cake, ada pembaca yang bertanya kenapa saya sekarang jarang bikin eggless cake.
Saya menjawab bahwa saya memang mengurangi bikin segala macam cake karena alasan kesehatan. Semata-mata demi kesehatan saja. Seperti kita ketahui bahwa semua cake (meski eggless sekalipun) mengandung kalori tinggi. Dari telur, gula, lemak dan bahan tambahan lain, yang jika dikonsumsi terus menerus dalam jangka waktu lama akan berakibat pada kesehatan tubuh. Memang bagi sebagian besar food blogger termasuk saya, berbagi resep masakan dan kue-kuean memang mengasyikan. Apalagi jika mendapat sambutan ramai dan hasil akhirnya banyak yang sukses. Tapi tanpa disadari, kesehatanlah taruhannya. Maka atas nama kesehatan tubuh (halah) saya berusaha untuk sesegera mungkin "insyaf" dari dunia perkuean. Berarti saya segera pensiun dari bikin kue dong ??? Enggak juga. Maksudnya dikurangi banyak gitu. Lebih banyak masaknya. Sesekali aja bikin kuenya. Kecewa ya ? Saya yakin pasti banyak pembaca yang akan kecewa. Karena bagi para pemula, membuat kue sangatlah mengasikkan. Lebih banyak tantangannya jika dibandingkan memasak. Saya tahu dan paham karena dulu saya pernah merasakan tahapan itu juga. Tapi ya...well.... begitulah.....bagaimana lagi (bingung mau cari alasan apa lagi).




Sekarang kita kembali pada resep ya. Karena lama nggak makan cake coklat, kemarin saya bikin lagi dengan takaran suka-suka. Niatnya memang bikin eggless. Tanpa ngadep contekan asal plang-plung aja. Enjoy deh kemarin bikinnya. Setelah cakenya matang segera dikeluarkan dari oven dan dibiarkan di dalam loyang selama 30 menit supaya kokoh. Begitu dibalik ke atas rak, lhadalah kok retak ??? Mana retak parah lagi !!! huhu...pingin nangis rasanya lihat retakan gede dan cake jadi terbelah 3 bagian. Padahal rencananya mau disiram ganache lho. Berhubung hasilnya seperti ini, jadi urung bikin ganache deh. Penyebabnya mungkin karena terlalu banyak cairan yang dimasukkan sehingga cake jadi ringkih (rapuh) ketika masih panas. Seharusnya cake dikeluarkan dari loyang setelah 100% dingin. Memang hasil akhirnya sangat lembut. Teksturnya spongi, agak beremah tapi lembutnya nggak kalah dengan yang pake telur. Cuma penampakannya yang enggak banget. Meski hasilnya terbelah tetep enak kok meski nggak terlalu manis (karena niatnya mau disiram ganache, jadi dibuat nggak terlalu manis). Tapi saya nggak kapok tuh, kapan-kapan mau bikin lagi karena suka dengan teksturnya yang lembut. Apalagi setelah menginap tambah lembut dan moist. Solusi lain supaya nggak retak, bisa juga dimasukkan dalam loyang satuan (cupcake misalnya) untuk menghindari adonan yang pecah ketika dibalik. Cupcake nggak perlu dibalik kan. Nah bagi yang ingin mencoba silahkan, tapi perhatikan tips dan saran yang telah saya tulis ya.


Bahan :
150 gr terigu serbaguna
50 gr coklat bubuk
3/4 sdt soda kue
1/2 sdt baking powder
1/4 sdt garam halus
125 gr gula pasir (gunakan 150 gr supaya agak manis)
1 sdt kopi hitam instant, larutkan dalam 1 sdm air panas
120 ml minyak sayur
260 ml homemade buttermilk (250 ml susu cair hangat + 10 ml air lemon/cuka)

Cara membuat :
  1. Panaskan oven suhu 200°C. Siapkan loyang bulat diameter20 cm, alasi kertas dan olesi minyak. Sisihkan.
  2. Campur dan ayak jadi satu terigu, coklat bubuk, soda kue dan baking powder. Masukkan garam dan gula pasir, aduk sampai rata. Buat lubang di tengahnya.
  3. Masukkan berturut-turut ke dalamnya, air kopi, minyak sayur dan buttermilk. Aduk searah menggunakan whisker sampai rata. Jangan overmix ya. Hasil akhir sedikiiitt encer.
  4. Tuang ke dalam loyang dan masukkan dalam oven. Turunkan suhunya seketika menjadi 180°C kemudian panggang selama 35-40 menit. Lakukan test tusuk, jika lidi keluar bersih artinya sudah matang.
  5. Segera keluarkan dari oven dan dinginkan di dalam loyang sampai benar-benar dingin. Setelah dingin balik di atas rak.



6 komentar:

  1. uwaaa eggless??mauuu....lamaaaaa banget g makan cake,setahunan lebih kayaknya,eh lebih. Sejak di Siak nginjak tahun ke 3 hehe....
    retak tapi tetep enak ya mbak hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya ampun...3 tahun nggak makan cake ??? sakau berat dong. Kalo deketan aku buatin seloyang deh biar puas makan cake. Iya nih meski retak tapi enak banget ini cakenya

      Hapus
  2. Mba rinaa...aku dh cobain mie korea nya..ueenaaak,syeegeer bgt,takaran bumbunya aku ikutin persis diresep mba,bgtu buka puasa aku cicip waowwwwww pas bgt..gk kurang apapun,.itu aku bilang enak bkn krn lapar lho..org aku maemnya pas udh hbs minum es klapa ma ngemil roti goreng 3biji..asliiiii enaaaakkk bgt...thks mba rina resepnya,cocok bgt buat buka puasa*HUG

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi...bener kan huenak ? ini di rumahku langsung jadi favorit karena enak bener. Kuahnya itu emang juara ! Aku harap mb ikka kapan-kapan bisa bikin lagi yah hehe...

      Hapus
  3. waah...sama Mbak....saya juga mengurangi baking2, krn alasan kesehatan jangka panjang :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya um. Apalagi saya yang udah baking sejak kelas 5 SD. Kalo diitung berapa banyak zat zat mengerikan yang sudah masuk ke dalam tubuh ya. Makanya sampe sekarang mau bikin lapis legit aja maju mundur terus. Tapi tetep aja ada godaan terutama dari keluarga yang minta cemilan kue hihi...

      Hapus

Dikarenakan banyaknya komentar yang tidak pantas atau link "titipan" yang muncul di komentar, maka setiap komentar yang masuk akan saya seleksi. Hanya komentar yang sekiranya pantas, sopan dan tidak mengandung kekerasan yang akan tampil di komentar. Link jualan obat atau promo produk juga akan dihapus. Terimakasih atas perhatian anda yang telah mengunjungi dan meninggalkan komentar manis di DapurManis. Saya menghargainya sebagaimana apresiasi anda terhadap blog ini.