Halaman

Sabtu, 07 Desember 2013

Pempek Dos

Assalamualaykum


Hore...akhirnya kesampaian bikin pempek sendiri. Ketika SMA saya baru tahu ada makanan yang namanya pempek.
Kebetulan itu jenis makanan baru di Solo. Waktu itu ada warung kali lima yang jualan pempek di dekat Matahari Department Store di Singosaren, Solo. Tiap kali habis belanja di situ, pulangnya selalu mampir beli pempek. Pempek yang dijual jenis ikan tengiri. Pertama kali beli, kami (bapak ibu, saya dan adik saya) nggak tau gimana rasanya. Karena penasaran dengan makanan baru ini, ibu beli beberapa bungkus untuk dimakan di rumah. Setelah sampai di rumah dan dimakan, lha kok enak ! Langsung seketika itu kami sekeluarga cinta dengan pempek ini. Setiap kali pergi ke daerah Singosaren nggak lupa untuk beli pempek di situ. Setelah bertahaun-tahun mangkal di situ, sekarang pempek langganan kami sudah pindah. Meskipun begitu saya tidak lupa dengan pempek ini. Setelah pindah ke Ciledug, kalo mudik, saya kadang makan di situ sembari nostalgia. Sayang rasanya sedikit berubah, tidak seenak dulu lagi.

Karena waktu itu saya sedang doyan pempek, saya sering cari resepnya. Di koran dan majalah sebenarnya ada. Sayangnya ikan tengirinya susah didapat. Apalagi Solo jauh dari laut dan ikan bukan makanan favorit orang Solo. Sehingga saya melupakan keinginan untuk bikin pempek sendiri. Barulah setelah kenal internet saya baru tau yang namanya pempek dos. Apalagi ketika Mb Endang JTT posting resepnya, duh jadi ngiler. Biarpun begitu tidak segera saya bikin juga karena banyak daftar kue yang harus dieksekusi.

Ketika membuat pempek dos ini, tidak ada kesulitan sama sekali. Malah tidak disangka, saya hanya menghabiskan waktu tidak sampai 30 menit untuk membuat semua bentuknya. Saya bikin bentuk lenjer dan kapal selam. Saya berpikir bakal kesulitan ketika menuangkan telur kocok ke dalam adonan untuk membuat kapal selam. Ternyata tidak. Tipsnya hanyalah membuat kantung yang dalam, bukan kantung yang lebar, supaya telur tidak meluap ketika ditutup. Setelah ditutup langsung direbus, tidak boleh antri agar telur tidak bocor. Alhasil saya bisa membuat 6 bh pempek kapal selam. Dan sisanya di buat lenjer. Karena lancar, lain kali saya mau bikin lagi ah. Soalnya di rumah pada doyan pempek. Lumayan buat nyaingi abang pempek yang tiap hari lewat depan rumah. Malah lebih enak buatan saya nih, hehehe....

Pempek Dos
Sumber : Mb Endang-JTT

Bahan pempek :
250 ml air
2 sdt garam
125 gr tepung terigu
2 butir telur
200 gr tepung tapioka
4 butir telur, kocok lepas untuk isian

Bahan kuah cuko :
500 ml air
200 gr gula merah
100 gr gula pasir
100 ml air asam jawa

Bumbu yang dihaluskan untuk kuah cuko:
8 siung bawang putih
5 bh cabe merah besar
3 bh cabe merah keriting (saya nggak pake)
1,5 sdm ebi, rendam air panas sampai lunak
1/2 sdm garam

Cara membuat :
1. Kuah cuko : Dalam sebuah panci masukkan air, gula merah, gula pasir, air asam dan bumbu halus. Rebus sampai mendidih. Cicip rasanya. Jika kurang, bisa ditambah gula dan cuka. Angkat dan saring. Buang ampasnya.
2. Pempek : Rebus air dan garam sampai mendidih, masukkan terigu sekaligus sambil diaduk menggunakan sendok kayu sampai menggumpal dan lepas dari pinggir panci (kalis). Angkat dan biarkan dingin/hangat.
3. Tuang ke wadah yang lebih besar dan masukkan telur, uleni sampai rata.
4. Masukkan tepung tapioka sambil diuleni sampai kalis (tidak melekat di tangan).
5. Rebus air dalam panci dan beri 1-2 sdm minyak goreng sampai mendidih.
6. Bentuk kapal selam : ambil adonan secukupnya, bentuk bulat kemudian tekan-tekan bagian tengahnya supaya membentuk kantung yang dalam. Tuangkan kocokan telur sampai setengah dari tinggi kantung. Tutup bagian atas kantung dengan cara menjepit-jepitnya sampai rapat. Segera masukkan dalam air mendidih dan rebus selama 20 menit.
7. Untuk bentuk lenjer : ambil adonan secukupnya, kemudian bulatkan. Setelah itu dengan menggunakan telapak tangan, bentuk menjadi silinder. Masukkan dalam air mendidih dan rebus selama 20 menit juga.
8. Setelah matang, angkat dan tiriskan. Panaskan sedikit minyak di atas wajan teflon/anti lengket, goreng pempek sampai sisi-sisinya kuning kecoklatan. Angkat, potong-potong dan sajikan bersama kuah cuko dan irisan ketimun.

8 komentar:

  1. dulu waktu di batam sering banget bikin pempek sendiri hehehe..tapi cukonya simpel banget,cuma air,gula merah,bawang putih,cabe udah gitu aja,rasanya pun sama kyk di warung pempek langganan hehehe...

    pempek masih menjadi idola saya hahahaha...enakkk

    BalasHapus
    Balasan
    1. pempek memang jadi favorit banyak orang. Nggak anak kecil nggak orang dewasa pada doyan pempek ya. Kemarin sempat heran, ternyata bapaknya anak-anak doyan banget yang kapal selam, hihi....enak kali ya ada telurnya.

      Hapus
  2. Jadi ini pempek tanpa ikan ya mbak.... ijin catan resepnya....

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya ini pempek tanpa ikan. Silakan dicatet untuk dipraktekkan. Moga sukses ya...

      Hapus
  3. favorit saya nih Mbak....enak dimakan anget2 apalagi saat musim dingin gini ^^

    BalasHapus
  4. sukaaaaa...
    Malahan enak yg begini drpd yg pk ikan deh mba... Ini mnurutku lho y, ky amis bgt gt deh...

    BalasHapus
  5. aku suka semuanya.
    pake ikan ya enak... nggak pake ikan ya enak...
    tapi udh lama bgt nggak bikin pempek....
    jd mupeng mb... :)

    BalasHapus

Dikarenakan banyaknya komentar yang tidak pantas atau link "titipan" yang muncul di komentar, maka setiap komentar yang masuk akan saya seleksi. Hanya komentar yang sekiranya pantas, sopan dan tidak mengandung kekerasan yang akan tampil di komentar. Link jualan obat atau promo produk juga akan dihapus. Terimakasih atas perhatian anda yang telah mengunjungi dan meninggalkan komentar manis di DapurManis. Saya menghargainya sebagaimana apresiasi anda terhadap blog ini.