Halaman

Selasa, 27 Agustus 2013

Caterpillar Bread

Assalamualaykum


Salah satu bahan kue di rumah yang harus segera dihabiskan adalah ragi instan. Perasaan sudah beli sejak beberapa bulan yang lalu dan baru 1-2 kali saya pake.
Sayang deh kalo kadaluarsa. Setelah kemarin ditest dan bisa berbuih banyak langsung siap-siap bikin roti.

Beberapa kali sudah saya bikin caterpillar bread ini, bahkan sebelum punya blog sendiri. Adonan rotinya  menggunakan adonan water roux (tangzhong). Sedang step by stepnya bisa dilihat di blognya Mbak Endang Just Try and Taste. Sebagian dari roti saya taburi keju dan oregano kering (mumpung ada stok). Sebagian lagi cuma pake keju aja. Sayang bentuknya belum rapi karena agak buru-buru mengingat cuaca yang sangat panas akhir-akhir ini. Takut over fermentasi. Tapi hasilnya, hmmm lebih puas kalo bikin roti sendiri. Sumprit. Cobain deh...


Bahan Tangzhong (water roux) :
25 gr tepung terigu protein tinggi
125 ml air dingin suhu ruang

Bahan utama :
1,5 sdm ragi instan
50 ml air hangat
1 sdt gula pasir
200 gr tepung terigu protein tinggi
50 gr tepung terigu protein sedang
50 gr gula pasir
2 sdm susu bubuk
1 resep adonan tangzhong
3-5 sdm air dingin suhu ruang (gunakan jika diperlukan)
50 gr mentega/margarin
1/2 sdt garam halus

Isi :
10 bh sosis sapi (pake sosis ayam juga boleh kok)

Olesan dan taburan :
1 kuning telur, kocok lepas
1 sdm susu cair
saus tomat/saus sambal dan mayonaise
100 gr keju cheddar parut
oregano kering, jika suka
mentega/margarin secukupnya

Cara membuat :
1. Tangzhong : dalam sebuah panci kecil letakkan terigu kemudian tuangi dengan air sambil diaduk menggunakan whisker sampai licin dan halus.
2. Nyalakan api  kecil dan aduk-aduk adonan sampai mengental. Begitu mendidih dan meletup letup kecil segera matikan api dan dinginkan.
3. Sementara itu dalam sebuah mangkuk campur ragi instan, air hangat dan gula pasir, aduk rata. Letakkan di tempat hangat selama 15 menit sampai berbuih.
4. Dalam sebuah wadah besar campur kedua macam tepung, gula pasir dan susu bubuk, aduk rata. Masukkan adonan tangzhong dan larutan ragi, uleni sampai rata. Jika selama diuleni tepung terasa kering tambahkan air sedikit demi sedikit, sesendok demi sesendok sampai terasa lembab. Tapi jika terlalu lembek tambahkan tepung sedikit demi sedikit.
5. Masukkan mentega dan garam, uleni lagi sampai adonan menjadi kalis, kurleb 15-20 menit. Bulatkan adonan dan tutup menggunakan serbet lembab. Letakkan di tempat hangat sampai mengembang 2x lipat selama 1 jam. Siapkan loyang datar beroles mentega.
6. Kempiskan adonan dan bagi menjadi 10 bagian. Ambil satu bagian adonan dan gilas dengan panjang yang sama dengan panjang sosis. Letakkan sosis di tengahnya kemudian lipat salah satu sisinya hingga badan sosis tertutup. Kerat-kerat salah satu sisinya tidak putus menjadi 10-12 bagian.
7. Puntir potongan pertama menghadap keatas kemudian puntir potongan berikutnya dengan cara yang sama dan menghadap sebaliknya. Lakukan terus sampai potongan habis. Letakkan di atas loyang. Lakukan sampai semua adonan habis dibentuk. Fermentasikan selama 90 menit.
8. Duapuluh menit sebelum fermentasi berakhir panaskan oven dengan suhu 200° C. Olesi permukaan roti dengan campuran kuning telur dan susu sampai rata. Coretkan saus dan mayonaise. Taburi dengan keju dan oregano. Panggang selama 15 menit sampai berwarna kuning kecoklatan. Setelah dikeluarkan dari oven segera olesi dengan mentega supaya tidak kering.

8 komentar:

  1. kalau pake keju melted tambah maknyuss mb...
    ahhhh.....ntah kapan meroti lagi....

    BalasHapus
    Balasan
    1. lagi nggak punya keju melted mb mimie...
      ayo bikin daripada tepungnya kadaluarsa, hihi...

      Hapus
  2. wawwww.... lucu deeeehhh bentuknya... itu sosisnya gak pada lepas mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. lhaaaa...bu gulu jam segini kok ngeblog, pegimana dengan muridnya buuuu, hihi...
      sosisnya nggak lepas mbak karena sebelum dioven dilem dulu pake kuning telur dan susu. Ketika membentuk ya harus telaten supaya sosisnya nggak lepas. Kalo lepas tinggal pasang lagi ke lubangnya, hehe...

      Hapus
    2. hehehe, kan daripada nganggur nungguin jam masuk kelas,mendingan nge-blog... hihihi... sekarang mah gak terlalu full kaya taun lalu teh, banyak waktu luangnya...

      wah, kalo aku belum tentu telaten bikin roti ini teh, minta aja deh ya........
      pliiiisssss....... :)

      Hapus
    3. syukur deh bu guru kalo agak longgar gitu, bisa lebih santai dan bisa baking cooking lebih sering ya...
      kalo mau ayok ke rumah ntar aku buatin...

      Hapus
  3. pernah mbikin tapi ga bisa rapi gini Mbak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. weleh, kayak gini kok rapi sih. Itu juga mleyat mleyot um bentuknya.
      mana posisi sosisnya kebalik lagi. Coba perhatikan picnya. Harusnya sosisnya menghadap kamera, lha ini malah membelakangi, hahaha...

      Hapus

Dikarenakan banyaknya komentar yang tidak pantas atau link "titipan" yang muncul di komentar, maka setiap komentar yang masuk akan saya seleksi. Hanya komentar yang sekiranya pantas, sopan dan tidak mengandung kekerasan yang akan tampil di komentar. Link jualan obat atau promo produk juga akan dihapus. Terimakasih atas perhatian anda yang telah mengunjungi dan meninggalkan komentar manis di DapurManis. Saya menghargainya sebagaimana apresiasi anda terhadap blog ini.