Laman

Jumat, 18 September 2015

Gulai Daun Singkong

Assalamualaykum


Musim kemarau seperti ini bisa menemukan daun singkong adalah sesuatu yang "sangat sesuatu" buat saya. Apaan sih ?
Lha iya karena daun singkong tergolong bahan makanan yang langka jika musim kemarau seperti ini. Ketika kemarin ketemu langsung ambil 2 ikat sekaligus. Kemaruk ? Bukan. Karena daun singkong yang dijual ikatannya kecil-kecil. Jadi beli 2 ikat biar orang rumah nggak kekurangan stok ransum (emang mau perang kok pake ransum ??? ). Setelah Sampe rumah saya rebus pake panci pressure cooker. Panci ini baru lho (halahh pameeer). Lagi sering-sering kencan sama panci pressure nih hihi.... Soalnya dapat panci murah tapi berkualitas. Saya pake Pressure Cooker Supor 7,6 liter. Beli di lazada. Bahannya dari stainless steel dengan dasar tebal. Terlihat kokoh. Untuk anggota keluarga 4-5 orang saya kira cukup ya. Tidak terlalu besar, tapi nggak kekecilan juga. Pertama kali dipake buat ngerebus kacang ijo dan homemade sarden. Ngerebus kacang ijo cuma 20 menit, bisa pecah merekah. Sedang homemade sarden makan waktu 45 menit. Untuk bubur kacang ijo mau ditayang besok ya. Sedang homemade sardennya sudah habis duluan sebelum difoto. Karena ngerebus daun singkong tergolong lama (ini daunnya sudah pada ketuaan pemirsa) saya memberdayakan si Supor ini biar irit gas. Cuma 3 menit saja. Ya 3 menit dihitung sejak panci berdesis. Hasilnya adalah daun singkong yang empuk dan tidak alot dimakan.

Bahan :
2 ikat daun singkong, siangi, ambil daunnya saja
1 butir klabet
1 sdt bumbu gulai kering, siap pakai
900 ml santan dari 1/2 butir kelapa
garam, gula dan merica bubuk secukupnya

Bumbu halus :
5 bh cabe merah besar
5 bh cabe merah keriting
1 sdt ketumbar sangrai
1/2 sdt jinten sangrai
8 butir bawang merah
5 siung bawang putih
2 butir kemiri
4 cm kunyit
3 cm jahe

Bumbu rempah :
2 cm kayumanis
2 butir cengkih
2 butir kapulaga
1/5 butir biji pala, memarkan
2 buah bunga pekak/lawang
2 lbr daun salam
1 batang serai, memarkan
sepotong lengkuas, memarkan
2 lbr daun jeruk

Cara membuat :
  1. Cuci bersih daun singkong kemudian tiriskan. Masukkan dalam panci tekan, tuangi air sampai terendam. Tutup rapat, seting dengan tekanan L (Low/rendah. Maksudnya biar daun nggak over cook). Nyalakan api besar kemudian rebus sampai panci berdesis. Kecilkan api, lanjutkan merebus selama 3 menit. Matikan api dan biarkan tekanan panas di dalam panci habis, baru dibuka pancinya. Buang air rebusannya, peras dan tiriskan.
  2. Panaskan sedikit minyak, tumis semua bumbu rempah sampai wangi. Tuangkan bumbu halus, masak sampai bumbu matang sambil diaduk aduk sampai agak kering.
  3. Masukkan daun singkong, klabet dan bumbu gulai. Beri garam, gula dan merica. Tuangkan santan, masak sampai mendidih. Koreksi rasanya
  4. Masak sampai bumbu meresap dan santan agak berkurang. Sajikan hangat bersama nasi putih.

4 komentar:

  1. maruk banget ya alagsung ambil 2 iket,sama mbak,,tapi di siak buanyak banget daun singkong dipinggir jalan,kadang kalo lagi pingin ambil aja..kadng kalo lagi lihat di pasar dan pingin,beli deh dua iket^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. lha ikatannya kecil-kecil bu gulu jadi ambil 2 ikat biar orang rumah pada kebagian. Enak ya di Siak masih mudah ketemu daun singkong. Kalo diturutin bisa ngelalap daun singkong sama sambel ijo nih. mendadak lafar

      Hapus
  2. wah jadi ngiler, sudah lama ga makan gulai daun singkong...
    sayang di rumah si akang ga mau makan daun singkong...jadi tunggu pulang ke rumah ibu deh baru bisa makan gulai daun singkong, kalau masak buat makan sendiri ga seru, hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. emang ya lebih enak makan rame-rame, lebih seru rasanya

      Hapus

Dikarenakan banyaknya komentar yang tidak pantas atau link "titipan" yang muncul di komentar, maka setiap komentar yang masuk akan saya seleksi. Hanya komentar yang sekiranya pantas, sopan dan tidak mengandung kekerasan yang akan tampil di komentar. Link jualan obat atau promo produk juga akan dihapus. Terimakasih atas perhatian anda yang telah mengunjungi dan meninggalkan komentar manis di DapurManis. Saya menghargainya sebagaimana apresiasi anda terhadap blog ini.