Laman

Selasa, 15 September 2015

Blueberry Filled Hot Cross Bun

Assalamualaykum


Telat ya kayaknya bikin hot cross bun hehe...ini karena saya males bikin roti (ngaku). Saya lebih seneng bikin cemilan yang nggak terlalu lama proses pembuatannya.
Karena kadang proses pembuatan tidak sebanding dengan makannya hihi....bikin roti berjam-jam, habisnya kilat. Sebenarnya seneng juga sih kalo cepet habis gitu. Pertanda apa yang saya buat disukai banget oleh keluarga. Karena sudah nagih pada minta roti, baru kali inilah saya bikin Hot Cross Bun dengan isi selai blueberry. Resep ini menggunakan adonan custard untuk topingnya. Saya bikin custard agak banyak supaya bisa dicampurkan ke dalam adonan juga. Ingat adonan tangzhong atau water roux ? Itulah tujuan saya biar adonan lembut dan tidak keras. Selama ini jika bikin tangzhong pasti minus telur. Kali ini rotinya dicemplungi custard biar empuk dan lembut. Rada ngawur sih. Tapi gara-gara ingat tangzhong saya ingin menambahkan custard ke dalam adonan roti. Setelah matang, apa yang diperkirakan benar. Tekstur roti yang terbentuk lembut dan seratnya halus, rapat gitu. Seneng deh liat hasilnya yang memuaskan gini. Custard ini bisa menggantikan tangzhong juga kalo mau. Nggak bakal ngecewain kok hasilnya. Malah enak karena roti jadi lembab, empuk dan lembut. Cobain deh. Berhubung oven saya tidak rata panasnya, warna kecoklatan hanya terbentuk di bagian pinggir. Sedangkan bagian tengah cuma kekuningan saja. Tapi tak apa karena roti tetap enak dan nikmat untuk disantap. Adonan roti tidak pake telur ya karena custardnya sudah ada telurnya. Untuk tepung saya menggunakan tepung beras juga karena ingin tau perbedaannya. Selama ini jika bikin roti selalu pake terigu semua. Meski pake tepung beras, tetap lembut hasilnya. Mungkin karena tepung berasnya sedikit, jadi nggak terlalu ngaruh terhadap hasil keseluruhan.




Bahan Custard :
50 gr terigu serbaguna/protein sedang
50 gr gula pasir
1 butir telur ukuran besar, kocok lepas (sisakan 1 sdm untuk olesan)
250 ml susu cair

Bahan roti :
10 gr yeast/ragi instant
1 sdt gula pasir
50 ml air hangat
300 gr terigu protein tinggi
100 gr terigu protein sedang
100 gr tepung beras
25 gr susu bubuk/susu tepung
50 gr gula pasir
150-200 ml air
75 gr mentega/margarin
½ sdt garam halus
Selai blueberry secukupnya untuk isi
1 sdm telur kocok untuk olesan
Mentega/margarin untuk olesan setelah roti matang

Cara membuat :
  1. Custard : dalam panci kecil masukkan terigu dan gula pasir, aduk rata. Tuangi 50-75 ml susu cair, aduk sampai licin dan kental. Masukkan telur, aduk lagi sampai rata. Jika sudah rata masukkan sisa susu dan aduk sampai licin kembali. 
  2. Nyalakan api kecil dan rebus sambil diaduk sampai kental dan meletup-letup. Selama merebus harus diaduk terus-menerus supaya tidak berbutir-butir ya. Setelah meletup-letup lanjutkan merebus sampai agak kental lagi selama 1-2 menit. Matikan api dan biarkan hangat. Setelah hangat custard akan lebih kental lagi. 
  3. Ambil 1/3 bagian, masukkan dalam piping bag, ikat rapat (ini untuk membuat cross). Sisa custard (2/3) disisihkan karena akan dimasukkan ke dalam adonan roti nantinya. 
  4. Roti : dalam mangkuk kecil campur yeast, gula pasir dan air. Biarkan 10-15 menit sampai mengembang dan berbuih. 
  5. Siapkan wadah besar, campur kedua macam terigu, tepung beras, susu bubuk dan gula pasir, aduk rata. Masukkan larutan ragi dan custard uleni sambil dituangi air sedikit demi sedikit. Air tidak harus masuk semua, jika kelihatan sudah menggumpal dan terasa lembab merata hentikan menambahkan air.   
  6. Masukkan mentega dan garam, uleni kembali sampai adonan kalis (tidak lengket di mangkuk) dan elastis. Tutup adonan menggunakan tutup panci/serbet lembab dan fermentasikan di tempat hangat sampai mengembang 2x lipat selama 1-2 jam. 
  7. Siapkan loyang persegi ukuran 22x22x4cm, alasi kertas roti dan olesi margarin/minyak di semua bagiannya. Olesi telapak tangan dengan minyak goreng supaya tidak lengket ketika membentuk.
  8. Ambil adonan, kempiskan dengan cara menekan-nekan dan sedikit diuleni sampai semua gas/udara di dalamnya habis. Bagi adonan jadi 16 bagian (60-70gr), bulatkan. Ambil satu bagian bulatan, pipihkan, isi dengan selai blueberry dan bulatkan kembali dengan cara menangkupkan sisi-sisinya kemudian dicubit-cubit sampai benar-benar rapat. Letakkan di loyang dengan bagian sambungan berada di bawah. Lakukan sampai adonan habis. Tutup loyang dengan serbet lembab kemudian fermentasikan sampai adonan naik, rata dengan tinggi loyang selama 35-40 menit.   
  9. 10-15 menit sebelum fermentasi berakhir, panaskan oven suhu 180 derajat C. Olesi adonan dengan telur kemudian semprotkan custard di atasnya. Panggang selama 35-40 menit sampai kuning kecoklatan. Keluarkan dari loyang dan selagi panas olesi dengan mentega supaya mengkilap dan tidak kering. 
 


8 komentar:

  1. aih,sedapnyaaa......baru tahu ada yg bikin roti g pake telur hehehe. boleh incip??

    BalasHapus
    Balasan
    1. boleeeeehhhh. Roti isi blueberry nih salah satu favoritku. Manis-manis asem. Lagi bosyen sama isi coklat.

      Hapus
  2. Duhh duhh enaknya mba... saya ini pengemar berat roti apalagi yg ada isinya, tp gak bs bkin, ovennya sdh buntut, jd suka gagal... lihat begini jd semangat nabung utk beli oven nih..nyontek resepnya ya mba...makasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. hayuk hayuk beli oven baru (tak sebul dari Ciledug biar semangatnya melembung buat beli oven). Kalo dah biasa bikin roti sendiri, jadi males beli roti jadi lho hihi....

      Hapus
  3. potonya makin kereenn... bening mba...
    BTW, kirim dong bun nya... hihi...

    BalasHapus
  4. mba Rina sudah mulai ngeroti lagi neh....asik...asik....

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya nih tumben tumbenan rajin ngeroti

      Hapus

Dikarenakan banyaknya komentar yang tidak pantas atau link "titipan" yang muncul di komentar, maka setiap komentar yang masuk akan saya seleksi. Hanya komentar yang sekiranya pantas, sopan dan tidak mengandung kekerasan yang akan tampil di komentar. Link jualan obat atau promo produk juga akan dihapus. Terimakasih atas perhatian anda yang telah mengunjungi dan meninggalkan komentar manis di DapurManis. Saya menghargainya sebagaimana apresiasi anda terhadap blog ini.