Laman

Jumat, 17 April 2015

Light And Soft Sweet Bread

Assalamualaykum


Lama nian nggak bikin roti. Eh, terakhir kali bikin bakpao ding (pao kan termasuk adonan roti ya). Kemarin browsing, cari resep roti yang beda dari biasanya.
Setelah googling saya kesasar ke My Kitchen Addiction. Membaca resep rotinya yang cuma diuleni 5 menit bikin saya kemecer. Beneran nih cuma 5 menit ? Kebayang nggak bakal  capek deh. Setelah dibaca berulang-ulang biar nggak salah, akhirnya memberanikan diri juga. Proses pembuatannya adalah mencampur bahan basah kemudian menambahkan bahan kering (tepung) ke dalamnya. Selanjutnya difermentasi sebanyak 3 kali. Fermentasi 3x ini bertujuan untuk melembutkan tekstur roti (supaya nggak keras gitu) karena nguleninya cuma sebentar. Untuk bentuknya suka-suka aja ya. Mau diisi pisang, sosis, coklat atau keju boleh-boleh aja. Penggunaan gula ditambah karena saya ingin roti manis. Sedang ragi yang dipake saya menggunakan ragi instant, jadi dikurangi karena daya kerja ragi instant lebih cepat dan hemat daripada ragi kering biasa. Tepung yang digunakan adalah terigu protein sedang semua. Tapi jika ingin menggunakan protein tinggi (tepung khusus roti) ataupun campuran antara tepung protein tinggi dan sedang boleh saja. Ketika diuleni, coba rasakan deh. Nggak berat lho. Ringan dan terasa enteng. Setelah matang, kondisi terbaik menyantapnya adalah ketika masih hangat. Sisa roti saya simpan di box plastik tertutup dan keesokannya dipake sarapan anak dan suami. Alhamdulillah masih lembut lho.



Light And Soft Sweet Bread
Sumber : My Kitchen Addiction
Modif : Rina Audie

Bahan :
240 ml susu cair hangat
1,5 sdt ragi/yeast instant
100 gr gula pasir (aslinya 50 gr)
1 butir telur utuh
1 sdt garam
56 gr mentega tawar, tidak perlu dicairkan
420-490 gr tepung terigu serbaguna/protein sedang (saya pake 465 gr)

Isian :
pisang uli, dikukus atau ditumis dengan mentega/margarin sebentar
sosis ayam/sapi
coklat meises

Olesan :
telur kocok +1 sdm susu cair
mentega/margarin

Cara membuat :
  1. Dalam wadah besar campur jadi satu susu cair, yeast dan gula pasir. Tutup dan fermentasikan di tempet hangat selama 15 menit sampai berbuih.
  2. Masukkan mentega, telur dan garam, aduk sampai kuning telur pecah dan rata. Menyusul terigu sedikit demi sedikit, uleni menggunakan tangan sampai rata dan kalis. Setelah kalis uleni lagi selama 5 menit. Selama diuleni adonan akan terasa ringan, lembut dan tidak berat.
  3. Bulatkan adonan kemudian tutup dengan serbet lembab/tutup panci dan fermentasikan di tempat hangat sampai mengembang 2x lipat selama 1-1,5 jam.
  4. Kempiskan dan bulatkan kembali untuk selanjutnya difermentasi kedua sampai mengembang 2x lipat, kurleb 45-60 menit. Siapkan loyang lebar beralas kertas roti dan dioles mentega/minyak.
  5. Kempiskan adonan. Potong dan timbang seberat 60 gr. Beri isi dan bentuk sesuai selera. Letakkan di atas loyang dengan diberi jarak. Fermentasikan selama 45 menit. Ini adalah fermentasi ketiga atau terakhir sebelum dipanggang.
  6. Panaskan oven dengan suhu 200°C. Olesi permukaan roti dengan campuran telur dan susu cair. Masukkan loyang ke dalam oven dan panggang selama 12-15 menit, sampai permukaannya kuning kecoklatan. 
  7. Keluarkan dari oven dan selagi panas segera olesi dengan mentega/margarin.
Hasil : 15 buah


12 komentar:

  1. Aish...aku suka roti.spalagi kalo roti manis hihi...menul2 banget rotinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. embeerrr...emang menul ini rotinya. Dicelup kopi susu anget-anget weleeehhh enak banget

      Hapus
  2. comot satu.........
    pengen buat...aku save dl yo mb... gomapseumnida

    BalasHapus
  3. waduh roti nya cantik amat ni Rin..

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih kak noor. Sebenarnya belum cantik kak karena belum rapi bentuknya

      Hapus
  4. eye catching banget roti manisnyaa...

    BalasHapus
  5. Mau coba tp 1/2 resep sj.. kebetulan ada pisang kepok sdh matang.. thx mbak resepnya..

    BalasHapus
  6. Lapoor rotinya dah jd enaaak lembuuuuut dimknnya pas keluar dr oven hehe sdh tdk tahan ... dimkn ditemani milo hangat mantap... thx mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. senangnyaaaa...emang paling enak ketika masih anget menyantapnya. Jadi ikutan ngiler hihi

      Hapus

Dikarenakan banyaknya komentar yang tidak pantas atau link "titipan" yang muncul di komentar, maka setiap komentar yang masuk akan saya seleksi. Hanya komentar yang sekiranya pantas, sopan dan tidak mengandung kekerasan yang akan tampil di komentar. Link jualan obat atau promo produk juga akan dihapus. Terimakasih atas perhatian anda yang telah mengunjungi dan meninggalkan komentar manis di DapurManis. Saya menghargainya sebagaimana apresiasi anda terhadap blog ini.