Halaman

Minggu, 10 Maret 2013

BITERBALLEN

Assalamualaykum


Untuk snack hari ini saya bikin biterballen, yang biasa saya sebut kroket. Semasa masih di Solo biterballen ini snack paling top markotop kalo ada kondangan.
Orang Solo nyebut biterballen dengan nama kroket. Kalo kita beli kroket, oleh penjualnya pasti disodori biterballen ini. Kalo yang pake kentang itu disebut dengan nama kroket kentang. Kroket (biterballen) paling enak menurut saya ada di resto Kusuma Sari Nonongan. Resto ini tergolong resto legendaris di Solo. Dengan letaknya yang stategis yaitu di pojokan perempatan Nonongan, Kusuma Sari sangat mudah dijangkau dari semua arah. Dulu, jaman SMA kami sekeluarga sering sekali makan disitu dan kroket ini nggak pernah ketinggalan kami pesan selain bistik (steak) tentunya. Terakhir kali saya ke Kusuma Sari sewaktu lebaran tahun lalu. Sengaja menyempatkan diri makan di situ untuk nostalgia. Sayang sekarang agak sepi pengunjung, mungkin karena di Solo sekarang sudah banyak warung steak bertebaran di mana-mana. Padahal dulu, untuk makan disitu harus pake antri, terutama jam makan siang. Tidak pernah ada kursi kosong, selalu terisi dengan pengunjung yang ingin menikmati hidangan yang disediakan.

Bikin biterballen ini sangat gampang dan bisa dicicil seperti saya. Adonan dibuat kemarin sore, dan setelah dipanir masukkan ke dalam kulkas. Dan tadi pagi barulah digoreng. Jika membaca resep biterballen sering sekali kita jumpai resep yang menulis untuk memasukkan terigu kering ke dalam tumisan bumbu kemudian dituangi susu/air kaldu. Akibatnya adonan akan bergumpal-gumpal, tidak licin dan bumbu jadi tidak merata. Tapi saya sedikit beda. Terigu saya larutkan dulu ke dalam cairan yang telah disediakan, baru dimasukkan ke dalam wajan. Dengan cara itu, percayalah, adonan akan menjadi halus dan licin. Setelah tercampur rata, adonan dimasak sampai agak kalis/kering untuk menghilangkan bau tepungnya. Setelah biterballen matang, sajikan dengan cocolan mayo atau sambal botolan.

Bahan :
100 ml susu cair
200 ml air kaldu
1/2 sdt garam
1/2 sdt merica bubuk
1 sdt gula pasir
1/4 sdt biji pala parut/bubuk
50 gr margarin
5 butir bawang merah, cincang kasar
2 siung bawang putih, cincang halus
1 batang daun bawang, iris halus
150 gr tepung terigu
150 gr daging ayam/sapi, direbus, cincang halus
1 butir telur ayam, kocok lepas
tepung roti/panir kasar secukupnya

Cara membuat :
1. Dalam sebuah wadah campur susu cair, air kaldu, garam, merica bubuk, gula dan pala parut, aduk rata. Cek rasanya, sisihkan.
2. Masukkan terigu dalam sebuah wadah kemudian tuangi larutan susu dan kaldu tadi. Tuang pelan-pelan sambil diaduk rata sampai menjadi adonan yang licin. Sisihkan
3. Panaskan margarin sampai meleleh. Masukkan bawang merah, bawang putih dan daun bawang, aduk sampai wangi. Masukkan larutan terigu dan ayam cincang, aduk sampai rata. Masak adonan sampai agak kering/kalis. Jangan lupa supaya diaduk sampai ke dasar wajan supaya tidak berkerak. Matikan api dan dinginkan.
4. Ambil selembar plastik dan olesi minyak goreng. Letakkan adonan sebanyak 1/2-1 sdm, bentuk bulat/oval. Masukkan dalam telur kocok dan gulingkan dalam tepung panir. Biarkan selama minimal 30 menit supaya tepung panir melekat sempurna (saya simpan semalam di kulkas).
5. Panaskan wajan dengan minyak banyak. Goreng biterballen sampai kuning kecoklatan, angkat dan tiriskan.












13 komentar:

  1. mba rina... ak mau.... mendadak laper liatnya... enak ya mba hidup di kota klo kondangan sajiannya kroket... klo d daerahku mba paling "wajik" yang slalu eksis... xixixixi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. emang mb analisa kalo di Solo kroket gini tuh sering buanget muncul di kondangan. Selama di Solo, kalo diitung itung bikin kroket ini cuma 2x, wakakaka....lha wong mudah didapat sih. Mending beli daripada bikin.
      Kalo kondangan di sekitar Solo kayak Boyolali, Wonogiri atau yang lain wajik emang paling eksis. Tapi aku sueneng tuh sama wajik dari ndeso, rasanya lain sama wajik buatan kota. Mungkin karena gula aren/merahnya yang dipake juga beda ya....

      Hapus
  2. mendadak lapeerrr liat bitterballen nya Mbak....dicocol saus sambel langsung ludes deh :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. lumayan um buat cemilan nih. Murah meriah dan gampang...

      Hapus
  3. ya ampuuuun.... pengen nih jadinya mbak. ngileeerr... :q
    tapi wajik juga enak. hehehe... kalo Emak kondangan pasti minta bawain. tapi zaman sekarang di daerah kami jarang orang yang punya hajatan buat wajik alasannya karena biaya produksinya lebih mahal. hihi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. yuk dibikin yuk mb Ayu biar nggak ngiler....

      enak dong kalo kondangan oleh-olehnya wajik, hehe...

      Hapus
  4. salam kenal rina!..so kiut kroket tu...mesti syok dimakan!

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal juga ummiaisyah...
      pastilah um karena kroket ini sangat sedaaaaapppp, hehe....cobalah tuk membuatnya um....

      Terimakasih telah bertandang dan dan meninggalkan komen di DapurManis ya....

      Hapus
  5. ahhhhhhhhhh...males mau buat....
    nggak mmutttt...... minta aja sama mb rina..yo mbak....#nyodorin piring kosong...:P

    BalasHapus
    Balasan
    1. tumben baru muncul nih mb mimie, kemana aja ?
      kalo minta boleh kok tapi 1 biji aja yah, hehe...

      Hapus
  6. mba Rina....blogku terpilih untuk menerima The Liebster Award, salah satu syaratnya aku harus membagikan arawd ini ke 11 teman blogger yang followernya di bawah 200. Dan aku pilih blog mba Rina salah satunya. Semoga berkenan, untuk tahu lebih lanjut kunjungi ya
    di http://dapurummumusasyi.blogspot.com/2013/03/the-liebster-award.html.

    aku tunggu komentarnya disana

    BalasHapus
    Balasan
    1. linknya ngga bisa dibuka, kalo gitu di sini aja ya http://dapurummumusasyi.blogspot.de/

      Hapus
    2. makasih mb Mel tuk pemberian Awardnya tuk Dapur Manis. Kaget dan seneng deh, tapi sekaligus bingung soalnya baru pertama dapat award dan harus dibagikan lagi, hehe...

      Hapus

Dikarenakan banyaknya komentar yang tidak pantas atau link "titipan" yang muncul di komentar, maka setiap komentar yang masuk akan saya seleksi. Hanya komentar yang sekiranya pantas, sopan dan tidak mengandung kekerasan yang akan tampil di komentar. Link jualan obat atau promo produk juga akan dihapus. Terimakasih atas perhatian anda yang telah mengunjungi dan meninggalkan komentar manis di DapurManis. Saya menghargainya sebagaimana apresiasi anda terhadap blog ini.