Laman

Kamis, 23 April 2015

40 Minutes Bread

Assalamualaykum


Ngeroti lagiii hihi....Bikin roti ini karena permintaan orang rumah yang memang senang makan roti homemade.
Karena saya juga lagi hot-hotnya baking, akhirnya browsing resep dan ketemulah blog The Domestic Goddess Wannabe. Ketika liat beberapa resepnya, kaget saya baca resep rotinya yang cuma butuh waktu 40 menit. Masak iya ? Setelah dibaca berulang-ulang saya akhirnya berniat bikin resep ini aja. Waktu 40 menit ini dimulai sejak dari mengaktifkan ragi sampai rotinya mateng ! Wow... Kunci utama pembuatan Quick Bread ini ada pada penggunaan ragi yang cukup (kalo nggak mau bilang sangat) banyak. Dari 400-an gr terigu dibutuhkan 16 gr yeast/ragi instant. Lah, ntar bau ragi dong rotinya ? Alhamdulillah tidak. Awalnya saya juga khawatir kalo rotinya bau ragi ternyata tidak terbukti. Trus nguleni adonan cuma 5 menit doang loh. Hemat tenaga kan. Mana nggak berat lagi, enteng. Fermentasi roti sebelum dipanggang juga cuma 10 menit sambil manasin oven. Hasilnya gimana ? Rotinya empuk dan lembut !! Pori-porinya rapat. Penasaran nggak sih kalo saya cerita gini, hihi....Kalo penasaran hayuk bikin roti. Saya sedikit melakukan modifikasi pada resepnya, menambahkan gula karena di rumah suka roti manis. Sedang untuk bentuk, sebagian adonan saya bikin roti pisang 10 buah dan sisanya roti sobek.


40 minutes Bread
Sumber : The Domestic Goddess Wannabe

Bahan :
280 ml air hangat
83 ml minyak goreng
16 gr yeast/ragi instant
56 gr gula pasir (saya 100 gr)
1,5 sdt garam
1 butir telur utuh
476 gr terigu protein tinggi (bread flour) --> saya pake 500 gr

isian :
10 bh pisang uli, tumis sebentar dengan mentega/margarin

Olesan :
telur kocok + 1 sdt air
mentega/margarin

Cara membuat :
  1. Siapkan loyang lebar, alasi kertas roti dan olesi minyak/margarin. Siapkan juga loyang tulban diameter 20cm, alasi kertas roti dan olesi dengan minyak semua bagiannya. Sisihkan.
  2. Dalam wadah besar campur air hangat, minyak, yeast dan gula pasir. Fermentasikan di tempat hangat selama 15 menit sampai berbuih.
  3. Masukkan ke dalamnya garam dan telur. Menyusul terigu dan uleni sampai rata selama 5 menit. Adonan yang terbentuk sedikit lengket (ingat, sedikit ya). Olesi tangan dengan minyak goreng, dan uleni sampai rata. Jika terlalu basah tambahkan sedikit terigu seperti saya yang butuh 500 gr. Setelah itu uleni lagi dan selalu olesi tangan dengan minyak goreng.
  4. Potong dan timbang adonan seberat 50 gr untuk roti pisang dan sisanya ditimbang 20 gr untuk roti sobek. Letakkan di atas loyang.
  5. Setelah selesai dibentuk fermentasikan adonan selama 10 menit sambil memanaskan oven dengan suhu 220°C. 
  6. Setelah fermentasi berakhir, Olesi permukannya dengan campuran telur + air. Panggang dalam oven selama 15 menit sampai permukaannya kuning kecoklatan. Keluarkan dari oven dan olesi mentega selagi panas.

Tips :
  • Jika adonan agak lengket ketika diuleni, olesi saja tangan dengan minyak. Jangan tergoda menambahkan terigu karena akan mempengaruhi tekstur roti. Roti akan jadi lebih padat. Tapi jika terasa basah (maksudnya lengket banget sampai susah diulen meski tangan sudah dilumuri minyak) tambahkan terigu sedikit demi sedikit. Karena tangan sering-sering diolesi minyak, hasil akhir rotinya lembut dan nggak seret lhooo....
  • Minyak yang digunakan boleh minyak apa saja. Minyak kelapa, minyak zaitun, minyak jagung, minyak bunga matahari atau minyak kelapa sawit ok juga kok.
  • Jangan mengurangi takaran yeast/ragi lho ya. Ini karena tipenya quick bread, jadi dengan penggunaan ragi yang banyak diharapkan adonan cepat mengembang. So, nggak butuh waktu lama untuk fermentasi.
  • Tidak direkomendasikan untuk profing lebih dari 10 menit ! Lebih dari 10 menit akan mempengaruhi tekstur roti setelah matang nanti. Roti akan berpori lebih besar karena gas yang terbentuk lebih banyak.
  • Tepung yang digunakan sebaiknya tepung khusus untuk roti. Jika ingin dicampur dengan terigu serbaguna/protein sedang boleh saja. Tapi biasanya penggunaan tepungnya jadi lebih banyak karena sifat tepungnya berbeda. Terigu protein tinggi (menurut saya) lebih "tahan air' sehingga penggunaannya bisa lebih sedikit.
  • Suhu oven bisa berbeda penggunaannya. Jadi kenali oven masing-masing ya.
  • Setelah dikeluarkan dari oven biarkan roti di dalam loyang sampai hangat supaya proses pematangan bisa berjalan sempurna meski sudah di luar oven. Hal ini  dikarenakan roti dioven cukup singkat sehingga dikhawatirkan dalamnya kurang matang. 
 

18 komentar:

  1. Kemecerr mbaaa*ngelap iler hehhehehehe 16gr ragi kira2 brapa sdt ya mba?4x ya..pengen bgt bikin cm gk punya timbangan digital :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. yuk bikin. Kira-kira raginya 4-5 sdt. 1 sdt takar (measuring spoon) setara dengan 3 - 3,5 gr. Kalo gak punya pake 1,5 sachet. 1 sachet kan 11 gr.

      Hapus
  2. duh Gustiiii...lempar ke Siaklahhhh,aku lagi pingin bangettt makan roti yang empuk,plizzzzz..ini mengundang selera banget malam2 gini pas hujan >_<

    BalasHapus
    Balasan
    1. enaknya siak hujan. Sambil ngeteh atao ngopi susu pas itu. Ciledug panas bu gulu....

      Hapus
  3. mbak Rina, kl ovennya kecil, kan gak bs skaligus dipanggangnya, itu gak jd over profingkah utk roti yg nunggu antrian dipanggang? ada tips mbak? tku. -irene

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo ngantri sebenarnya nggak terlalu overproofing karena cuma nunggu 15 menit selama batch pertama dipanggang. Hanya teksturnya jadi lebih berongga dan tidak selembut yang proofingnya cuma 10 menit. Rasanya tetep enak kok.
      Begini aja, adonan dibuat satu loyang. Dibikin roti sobek ya. Sebelumnya aku dah browsing ada yang dibagi jadi 9 bagian dan dipanggang dalam satu loyang. Hasilnya emang gede-gede. Tapi teksturnya lembut karena nggak kelamaan proofingnya.

      Hapus
    2. makasih ya mbak tipsnya.. -irene

      Hapus
  4. Ooo jd klo rongganya banyak tu krn over profing yak...jd tambah ilmunya,,pantes rotiku rongganya lumayan gede2..emg sihh aku suka kelebihan 15-20 menit dr resep klo bkin roti,sambil disambi suka klupaan..makasih mba rina

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama. Iya kalo proofingnya kelamaan rongga kue jadi lebih besar karena gas yang dibentuk jadi lebih banyak.

      Hapus
  5. Fotonya cakeep Mbak.... Rotinya menggoda banget, kayak roti2 di bakery ^^

    BalasHapus
  6. Mba tanya donk...beda rasa dan tekstur dgn roti soft bread postingan 17 april enakan yg mana? Mmm...soalnya yg ini tdk menggunakan mentega utk adonan nya. Thanks. Monika.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo light and soft bread lebih ringan teksturnya karena mengalami fermentasi beberapa kali. Lembut juga dan rasanya lebih gurih karena pake mentega.
      Sedang yang 40 minutes lembut tapi agak padat karena cuma fermentasi 10 menit. Jangan khawatir, 40 minutes nggak seret ketika ditelan karena banyak menggunakan minyak ketika nguleni. Rasanya lebih light jika dibandingkan pake mentega.

      Hapus
  7. Baru jadi nih, mba... Kalo deket mau q pamerin ke dirimu.. :D. Enak, lembut banget. Trims..

    BalasHapus
    Balasan
    1. mana, mana, mana....(sambil ngendus-endus wangi roti yang baru matang). Bener kan enak hihi....Moga ketagiahn bikin roti lagi ya....

      Hapus
  8. pengen nyoba..pengen nyoba...doakan berhasil ya mba, h3

    BalasHapus
    Balasan
    1. ok good luck ya *sambil komat-kamit berdoa*

      Hapus

Dikarenakan banyaknya komentar yang tidak pantas atau link "titipan" yang muncul di komentar, maka setiap komentar yang masuk akan saya seleksi. Hanya komentar yang sekiranya pantas, sopan dan tidak mengandung kekerasan yang akan tampil di komentar. Link jualan obat atau promo produk juga akan dihapus. Terimakasih atas perhatian anda yang telah mengunjungi dan meninggalkan komentar manis di DapurManis. Saya menghargainya sebagaimana apresiasi anda terhadap blog ini.