Pages

Saturday, April 19, 2014

Ledre Intip

Assalamualaykum


Beberapa tahun yang lalu ketika saya mudik ke Solo, diajak adik saya ke pasar Turisari (Pasar Nangka) untuk belanja. Setelah belanja kami menuju tempat jajan pasar.
Paling seneng deh setelah muter-muter keliling pasar dan ditutup dengan jajan begini. Setelah saya milih beberapa jajanan, adik saya mengambil salah satu makanan disitu dan bilang kepada saya "mbak, ini lho, namanya ledre intip. Enak deh. Dari beras ketan, dalamnya pake pisang raja". Karena termakan bujukan adik saya akhirnya beberapa ledre masuk juga ke dalam kantong belanjaan. Sesampai di rumah saya makan satu dan kaget. Enak bener !! Snack ini berbentuk setengah lingkaran dari bahan ketan dan diisi pisang raja kemudian dibalut daun pisang. Baru pertama kali itulah saya makan ledre intip. Setelah saya kembali ke Ciledug, beberapa bulan kemudian adik saya kirim foto ledre intip via chating. Dia pamer kalo sedang makan ledre hasil beli di daerah Laweyan, Solo. Haduh seketika jadi mupeng rasanya. Segera saya browsing  untuk cari resepnya. Ternyata ledre ini salah satu makanan langka dan jarang yang bikin. Resepnya di internet pun cuma 1-2 biji saja waktu itu. Tanpa pikir panjang keesokan harinya saya segera bikin. Dan setelah bikin sendiri puas rasanya karena bisa makan ledre intip lagi.

Ketika saya beli Tabloid Saji dan ada buklet yang memuat resep ledre intip ini, ternyata proses pembuatannya agak berbeda dengan yang saya buat dulu. Proses pembuatannya menggunakan ketan setengah matang yang kemudian dibakar di atas wajan cekung sampai berkerak. Mirip kerak telor Jakarta. Dan kemarin saya bikin ledre lagi setelah beberapa tahun absen. Apalagi saya punya pisang raja di dapur. Pas deh.

Proses pembuatannya sederhana hanya sedikit tricky menurut saya. Pada resep ditulis menggunakan wajan cekung dari besi/alumunium. Ketika saya iseng mencobanya ternyata lengket semua dan hampir hancur. Akhirnya ganti wajan teflon dan Alhamdulillah sukses deh. Yang rada sulit adalah ketika melipat ketan di atas wajan. Jika ketannya kurang kering bagian bawahnya, lipatan akan pecah/patah. Jadi ketan dilipat setelah dasarnya kering/berkerak. Setelah itu biarkan sampai matang dan balik jika salah satu sisinya kurang kering. Hasilnya hmmm....enak. Mirip dengan yang saya beli dulu. Ketan yang gurih karena dicampur kelapa parut dan santan, dipadu dengan pisang raja yang manis, ih...sedep banget....

Bahan :
200 gr beras ketan, direndam semalam
6 bh pisang raja, dikukus, potong bulat-bulat
1/2 butir kelapa agak muda, kupas kulit arinya, diparut memanjang
50 gr gula pasir
1/2 sdt garam
400 ml santan dari 1/2 butir kelapa tua, direbus sampai mendidih, dinginkan
25 gr gula pasir untuk taburan

Cara membuat :
  1. Setelah beras ketan direndam semalam, cuci menggunakan air berulangkali sampai airnya bening. Ini bertujuan supaya ketan tidak lekas basi. Setelah bersih tiriskan.
  2. Kukus ketan setengah matang selama 10 menit. Angkat dan masukkan dalam wadah besar.
  3. Masukkan juga ke dalamnya kelapa parut, gula pasir dan garam, aduk rata. Menyusul santan dan aduk sampai rata. Adonan yang terbentuk basah dan sedikit berair.
  4. Panaskan wajan teflon datar tanpa minyak. Beri 1-1,5 sdm adonan ketan kemudian lebarkan berbentuk bulat pipih. Panggang sampai agak kering.
  5. Setelah agak kering taburi sedikit gula pasir dan beri 2-3 potong pisang kukus. Lanjutkan memanggang sampai bawahnya berkerak.
  6. Setelah berkerak dilipat sehingga berbentuk setengah lingkaran. Angkat dan sajikan hangat.

Note :
  •  Adonan yang antri sebaiknya ditutup supaya tidak kering. Jika telanjur sedikit kering tambahkan saja beberapa sendok air dingin supaya ketan menjadi basah kembali sehingga mudah dilebarkan di atas wajan dan tidak menggumpal.
  •  Jika setelah dilipat ledre jadi sobek/bolong, tambal saja menggunakan adonan ketan yang antri. Setelah itu balik ledre sekali dan panggang kembali sampai berkerak. Ledre jangan sering dibolak balik ya karena mudah pecah.


4 comments:

  1. Wangi..pisang dan ketan pasti ya Mba..tak kira sagon je tadi.:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ih enak banget mb Diah. Satu resep ini hasilnya lumayan banyak 16-17 biji. Tukang sayur juga kebagian icp-icip, hihi...
      Kalo sagon aku kok agak-agak lupa ya, habis jaman kecil dulu jarang makan jajanan tradisional, hihi....Kalo diajak ke pasar jajannya mesti kue-kue kayak bolu kukus atau kue sus.

      Delete
  2. rajinnnnnnnnnn bangettt....
    pengen tetanggaan sm mb rina nih biar kecipratan kue terus... hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. hayuk ke mari. Ntar aku bikinin jajanan kayak gini deh...

      Delete